• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Harga Minyak Brent Tembus USD 94, Beban Fiskal APBN 2026 Diproyeksi Membengkak

oleh Stella Gracia
14 Juli 2026 - 10:08
23
Dilihat
Melewati Periode Takut Tapi Butuh
0
Bagikan
23
Dilihat

Target pertumbuhan ekonomi 8% era Presiden Prabowo dinilai sulit tercapai akibat lemahnya kepastian hukum. Bank Dunia memproyeksikan ekonomi RI di level 5,0% pada 2026.

Stabilitas.id – Target ambisius pertumbuhan ekonomi sebesar 8% yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dibayangi tantangan berat. Masalah penegakan hukum dan buruknya lingkungan bisnis domestik dinilai bakal menjadi batu sandungan utama yang menghambat laju investasi.

  • Baca juga: Imbas Penurunan Keyakinan Konsumen dan Eskalasi Iran-AS, Kurs Rupiah Kembali Anjlok

Pengamat Ekonomi, Ibrahim Assuaibi, menegaskan bahwa korelasi antara kualitas sistem hukum dan performa ekonomi bukanlah sekadar teori, melainkan fakta yang terjadi di banyak negara. Sistem hukum yang lemah secara langsung akan memangkas produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sasaran pertumbuhan menuju 8 persen sangat sulit dicapai jika lingkungan bisnisnya rusak seperti kasus hukum yang terjadi sekarang ini,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa (14/7).

BERITA TERKAIT

Imbas Penurunan Keyakinan Konsumen dan Eskalasi Iran-AS, Kurs Rupiah Kembali Anjlok

Ekonomi Q2 Tembus 5,29%, Ajaib Sekuritas Cermati Sektor Perbankan hingga Utilitas

Pacu Daya Beli, Menkeu Purbaya Sebut Presiden Bakal Umumkan Paket Stimulus Baru

Kisah Terry, Wartawan Tomohon yang Raih Rumah Pertama Usai 14 Tahun Menikah via KPR Subsidi BNI

Menurut Ibrahim, kepastian hukum adalah indikator paling krusial yang dihitung oleh investor sebelum menanamkan modal. Jika ekosistem hukum tidak mampu memberikan perlindungan yang memadai, pelaku usaha akan mengambil sikap membatasi ekspansi.

“Dengan hukum yang hancur seperti ini, maka tidak ada lagi kepastian hukum. Ditambah lagi kebijakan yang tidak pro pasar, kondisi tersebut akan memicu vote of no confidence (mosi tidak percaya) dari pelaku usaha dan investor. Akibatnya, perekonomian akan terhambat,” tambahnya.

Proyeksi Bank Dunia: Melambat ke 5,0% 

Di sisi lain, potret realitas pertumbuhan ekonomi makro Indonesia juga tergambar dari proyeksi lembaga internasional. Bank Dunia (World Bank) dalam laporan Indonesia Economic Prospects (IEP) Juni 2026 memperkirakan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2026 akan melambat di level 5,0%.

Meskipun melambat, angka ini sebenarnya telah direvisi naik dari prediksi Bank Dunia pada April lalu yang sempat menaruh angka pertumbuhan RI di level 4,7%. Koreksi positif ini terjadi berkat kuatnya realisasi kinerja ekonomi pada Triwulan I-2026 serta adanya konsentrasi penyerapan anggaran publik (front-loading) di awal tahun, bukan karena membaiknya risiko eksternal.

  • Baca juga: Ekonomi Q2 Tembus 5,29%, Ajaib Sekuritas Cermati Sektor Perbankan hingga Utilitas

Bank Dunia memproyeksikan dinamika PDB Indonesia dalam jangka menengah sebagai berikut:

  • Tahun 2026: Tumbuh 5,0%, ditekan oleh faktor eksternal yang membebani sektor investasi dan ekspor.

  • Tahun 2027–2028: Diprediksi merangkak naik 0,2% menjadi 5,2% seiring pemulihan perlahan permintaan eksternal.

Risiko Ketergantungan Stimulus Fiskal 

Dalam struktur pembentuk pertumbuhan jangka pendek, Bank Dunia mencatat bahwa konsumsi swasta masih aman tumbuh di kisaran 5,0% berkat topangan stimulus fiskal. Sementara itu, konsumsi pemerintah melonjak tinggi hingga tumbuh 8,7%.

Namun, Bank Dunia memberikan catatan khusus mengenai risiko ruang fiskal:

“Ketergantungan terhadap konsumsi publik sebagai penyangga pertumbuhan jangka pendek juga disertai risiko, mengingat ruang fiskal yang terbatas dan beban subsidi yang meningkat di tengah peraturan fiskal yang berlaku.”

Risiko fiskal ini semakin diperparah oleh faktor eksternal, terutama konflik di Timur Tengah yang diasumsikan tetap berlanjut sepanjang 2026. Ketegangan geopolitik tersebut memicu disrupsi logistik dan membuat harga minyak mentah Brent bertengger tinggi di kisaran USD 94 per barel.

  • Baca juga: Pacu Daya Beli, Menkeu Purbaya Sebut Presiden Bakal Umumkan Paket Stimulus Baru

Angka realitas minyak global tersebut melonjak USD 24 di atas asumsi dasar yang ditetapkan pemerintah dalam APBN 2026. Kondisi ini dipastikan bakal menekan postur anggaran negara akibat membengkaknya alokasi subsidi energi, di tengah tren kebijakan moneter global yang ketat dan tingginya imbal hasil obligasi. ***

Tags: Bank Duniaharga minyak brent APBNIbrahim Assuaibikepastian hukum investasiPertumbuhan Ekonomi IndonesiaPrabowo Subiantoproyeksi PDB 2026
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Peta Market Cap BEI Bergeser: BBCA Kembali Puncaki Klasemen, Saham Minim Likuiditas Menyodok Naik

Selanjutnya

Tembus Rp 159,8 Triliun, Penyaluran KUR Hingga Juli 2026 Jangkau 2,5 Juta Debitur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

oleh Stella Gracia
20 Agustus 2026 - 07:22

Semen Gresik raih Top Brand Award 2026 kategori semen. Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni sebut raihan ini bukti kepercayaan publik...

Mereka Butuh Pengakuan, Bukan Financial

Pegang Teguh Stability over Growth, BI Fokus Amankan Target Inflasi dan Stabilitas Moneter

oleh Sandy Romualdus
19 Agustus 2026 - 15:52

BI tahan BI Rate di 5,75% pasca RDG. Ekonom Senior Ryan Kiryanto sebut kebijakan 'higher for longer' tepat jaga rupiah...

Dunia Masih Tertekan, BI Ungkap 3 Tantangan Besar yang Menghadang Ekonomi RI

Serapan Kenaikan Bunga Juni Belum Optimal, Motto Stability Over Growth Masih Relevan Bagi BI

oleh Sandy Romualdus
19 Agustus 2026 - 05:11

Jelang RDG BI, Ekonom Senior yang juga Associate Faculty LPPI Ryan Kiryanto prediksi BI Rate bertahan di 5,75%. Prinsip stability...

BNI Bawa Danantara Housing Expo Lebih Dekat dengan Masyarakat

BNI Bawa Danantara Housing Expo Lebih Dekat dengan Masyarakat

oleh Sandy Romualdus
16 Agustus 2026 - 10:52

BNI menghadirkan booth Danantara Housing Expo 2026 di Grha BNI, Jakarta, untuk memperkenalkan program serta solusi pembiayaan perumahan kepada karyawan...

Gempa M 7,7 Guncang NTT, 200 BTS Terdampak dan Sinyal Tiga Operator Terganggu

Gempa M 7,7 Guncang NTT, 200 BTS Terdampak dan Sinyal Tiga Operator Terganggu

oleh Sandy Romualdus
15 Agustus 2026 - 16:42

Komdigi pantau pemulihan 200 BTS seluler terdampak gempa M 7,7 di NTT. Layanan Telkomsel, XLsmart, dan Indosat terganggu di 10...

Lanjutan Sukses ORI030, Sukuk Ritel SR025 Ditargetkan Garap Potensi Reinvestasi Investor

Lanjutan Sukses ORI030, Sukuk Ritel SR025 Ditargetkan Garap Potensi Reinvestasi Investor

oleh Stella Gracia
14 Agustus 2026 - 09:27

Kementerian Keuangan rilis Sukuk Ritel SR025 pada 21 Agustus–16 September 2026. Indef sebut prospek SR025 kuat usai rekor penjualan ORI030...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Potret Bankir Millenial dan Gen Z

    Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Fantastis! Kado Milad Ke-1 Laba BSN Meroket 40%, Aset Tembus Rp 81,1 Triliun

BNI Hadirkan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT

Gandeng Dompet Dhuafa dan Pemdes, Manulife Indonesia Perkuat Kemandirian Komunitas Perdesaan

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

Lompatan Kemerdekaan dari Genggaman Digital

Gelar Pameran Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Sabet Rekor MURI

Permodalan Negatif dan Gagal Penyehatan, OJK Cabut Izin Usaha BPR Citra Bersada Abadi

Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Belanja Akhir Pekan Lebih Hemat, BRI Hadirkan Promo Diskon Rp100 Ribu di Tokopedia!

Tembus Rp 159,8 Triliun, Penyaluran KUR Hingga Juli 2026 Jangkau 2,5 Juta Debitur

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance