• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Senin, September 7, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Harga Minyak Brent Tembus USD 94, Beban Fiskal APBN 2026 Diproyeksi Membengkak

oleh Stella Gracia
14 Juli 2026 - 10:08
26
Dilihat
Melewati Periode Takut Tapi Butuh
0
Bagikan
26
Dilihat

Target pertumbuhan ekonomi 8% era Presiden Prabowo dinilai sulit tercapai akibat lemahnya kepastian hukum. Bank Dunia memproyeksikan ekonomi RI di level 5,0% pada 2026.

Stabilitas.id – Target ambisius pertumbuhan ekonomi sebesar 8% yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dibayangi tantangan berat. Masalah penegakan hukum dan buruknya lingkungan bisnis domestik dinilai bakal menjadi batu sandungan utama yang menghambat laju investasi.

  • Baca juga: Paradox Likuiditas dan Misi "Sinergi Merah Putih" Destry Damayanti 

Pengamat Ekonomi, Ibrahim Assuaibi, menegaskan bahwa korelasi antara kualitas sistem hukum dan performa ekonomi bukanlah sekadar teori, melainkan fakta yang terjadi di banyak negara. Sistem hukum yang lemah secara langsung akan memangkas produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sasaran pertumbuhan menuju 8 persen sangat sulit dicapai jika lingkungan bisnisnya rusak seperti kasus hukum yang terjadi sekarang ini,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa (14/7).

BERITA TERKAIT

Paradox Likuiditas dan Misi “Sinergi Merah Putih” Destry Damayanti 

Sengketa PT Kedap Sayaaq: Mengurai Benang Kusut Kepailitan Tambang Batubara Kaltim

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Imbas Penurunan Keyakinan Konsumen dan Eskalasi Iran-AS, Kurs Rupiah Kembali Anjlok

Menurut Ibrahim, kepastian hukum adalah indikator paling krusial yang dihitung oleh investor sebelum menanamkan modal. Jika ekosistem hukum tidak mampu memberikan perlindungan yang memadai, pelaku usaha akan mengambil sikap membatasi ekspansi.

“Dengan hukum yang hancur seperti ini, maka tidak ada lagi kepastian hukum. Ditambah lagi kebijakan yang tidak pro pasar, kondisi tersebut akan memicu vote of no confidence (mosi tidak percaya) dari pelaku usaha dan investor. Akibatnya, perekonomian akan terhambat,” tambahnya.

Proyeksi Bank Dunia: Melambat ke 5,0% 

Di sisi lain, potret realitas pertumbuhan ekonomi makro Indonesia juga tergambar dari proyeksi lembaga internasional. Bank Dunia (World Bank) dalam laporan Indonesia Economic Prospects (IEP) Juni 2026 memperkirakan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2026 akan melambat di level 5,0%.

Meskipun melambat, angka ini sebenarnya telah direvisi naik dari prediksi Bank Dunia pada April lalu yang sempat menaruh angka pertumbuhan RI di level 4,7%. Koreksi positif ini terjadi berkat kuatnya realisasi kinerja ekonomi pada Triwulan I-2026 serta adanya konsentrasi penyerapan anggaran publik (front-loading) di awal tahun, bukan karena membaiknya risiko eksternal.

  • Baca juga: Sengketa PT Kedap Sayaaq: Mengurai Benang Kusut Kepailitan Tambang Batubara Kaltim

Bank Dunia memproyeksikan dinamika PDB Indonesia dalam jangka menengah sebagai berikut:

  • Tahun 2026: Tumbuh 5,0%, ditekan oleh faktor eksternal yang membebani sektor investasi dan ekspor.

  • Tahun 2027–2028: Diprediksi merangkak naik 0,2% menjadi 5,2% seiring pemulihan perlahan permintaan eksternal.

Risiko Ketergantungan Stimulus Fiskal 

Dalam struktur pembentuk pertumbuhan jangka pendek, Bank Dunia mencatat bahwa konsumsi swasta masih aman tumbuh di kisaran 5,0% berkat topangan stimulus fiskal. Sementara itu, konsumsi pemerintah melonjak tinggi hingga tumbuh 8,7%.

Namun, Bank Dunia memberikan catatan khusus mengenai risiko ruang fiskal:

“Ketergantungan terhadap konsumsi publik sebagai penyangga pertumbuhan jangka pendek juga disertai risiko, mengingat ruang fiskal yang terbatas dan beban subsidi yang meningkat di tengah peraturan fiskal yang berlaku.”

Risiko fiskal ini semakin diperparah oleh faktor eksternal, terutama konflik di Timur Tengah yang diasumsikan tetap berlanjut sepanjang 2026. Ketegangan geopolitik tersebut memicu disrupsi logistik dan membuat harga minyak mentah Brent bertengger tinggi di kisaran USD 94 per barel.

  • Baca juga: BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Angka realitas minyak global tersebut melonjak USD 24 di atas asumsi dasar yang ditetapkan pemerintah dalam APBN 2026. Kondisi ini dipastikan bakal menekan postur anggaran negara akibat membengkaknya alokasi subsidi energi, di tengah tren kebijakan moneter global yang ketat dan tingginya imbal hasil obligasi. ***

Tags: Bank Duniaharga minyak brent APBNIbrahim Assuaibikepastian hukum investasiPertumbuhan Ekonomi IndonesiaPrabowo Subiantoproyeksi PDB 2026
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Peta Market Cap BEI Bergeser: BBCA Kembali Puncaki Klasemen, Saham Minim Likuiditas Menyodok Naik

Selanjutnya

Tembus Rp 159,8 Triliun, Penyaluran KUR Hingga Juli 2026 Jangkau 2,5 Juta Debitur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

Perkuat Strategi Ritel Mikro, SIG Luncurkan Semen Kujang Berteknologi Active Micro Particle

oleh Stella Gracia
4 September 2026 - 09:40

SIG resmi menghidupkan kembali merek legendaris Semen Kujang untuk menguasai pasar ritel Jawa Barat, ditopang teknologi Active Micro Particle buatan...

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

Dorong Konsep Total Building Solution, SIG Buka Prospek Positif Pasar Semen 2H26

oleh Stella Gracia
3 September 2026 - 22:37

SIG mencatatkan lonjakan laba bersih 471% yoy menjadi Rp228 miliar pada Semester I/2026, ditopang kenaikan pendapatan Rp17,65 triliun dan penurunan...

Ketergantungan Fiskal dan Tekanan Margin UMKM Bayangi Resiliensi Ekonomi Indonesia

Ketergantungan Fiskal dan Tekanan Margin UMKM Bayangi Resiliensi Ekonomi Indonesia

oleh Sandy Romualdus
3 September 2026 - 17:20

Office of Chief Economist Bank Mandiri memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,3%-5,4% pada 2026, ditopang belanja pemerintah di tengah pengetatan likuiditas...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Menkeu Purbaya: Modal Asing Masuk Rp140,6 Triliun, Stabilitas Ekonomi Jaga Kepercayaan Global

oleh Stella Gracia
2 September 2026 - 13:15

IHSG ditutup menguat 1,14% ke level 6.599,9 pada Selasa (1/9/2026) didorong net buy asing Rp2,03 triliun, di mana saham BBRI...

Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara

Tekan Kerugian Bencana Rp22,85 Triliun, Kemenkeu Dorong Strategi Pre-Disaster Planning

oleh Stella Gracia
2 September 2026 - 13:14

Kemenkeu merilis sistem ARISE bersama UNDRR dan ITB untuk membantu pemda mengidentifikasi dan mengantisipasi dampak fiskal dari risiko bencana. Stabilitas.id...

Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara

Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara

oleh Stella Gracia
2 September 2026 - 13:14

Wamenkeu Suahasil Nazara menegaskan resiliensi APBN dan memaparkan asumsi makro RAPBN 2027 dengan target pertumbuhan ekonomi 6% serta defisit 2,4%...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Sejarah, Bale Syariah BSN Jadi Mobile Banking Pertama Bisa Top Up KMT Commuter Line

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Sinyal Hawkish The Fed Membingungkan Pasar, Keputusan Suku Bunga September Bergantung Data Inflasi

MARKET INSIGHT : IHSG Melesat ke 6.667 & Emas Antam Tembus Rp 2,71 Juta

JPMorgan Patok Target IHSG 7.000 di Akhir 2026, Soroti Resiliensi Emiten dan Disiplin Fiskal

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

RUPSLB BTN Rombak Lima Kursi Direksi, Nixon Napitupulu Tetap Menjabat Dirut

AAUI Soroti Target OJK dan Tantangan Reasuransi di Tengah Tergerusnya Laba Industri

Penarikan Dana SAL Ditunda, Dirut BTN Sebut Tekanan Perebutan DPK Mulai Mereda

Perkuat Customer Experience, CIMB Niaga Tebar Promo dan Gelar Engagement di Harpelnas 2026

Arah IHSG, Nasib Rupiah, dan Prospek Saham Blue Chip Jelang Akhir Pekan

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Belanja Akhir Pekan Lebih Hemat, BRI Hadirkan Promo Diskon Rp100 Ribu di Tokopedia!

Tembus Rp 159,8 Triliun, Penyaluran KUR Hingga Juli 2026 Jangkau 2,5 Juta Debitur

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance