• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, September 6, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Kekayaan RI US$343 Miliar Lari ke LN, Presiden Prabowo Tabuh Genderang Perang Lawan Fraud Ekspor

oleh Stella Gracia
21 Mei 2026 - 13:07
25
Dilihat
Kekayaan RI US$343 Miliar Lari ke LN, Presiden Prabowo Tabuh Genderang Perang Lawan Fraud Ekspor
0
Bagikan
25
Dilihat

Stabilitas.id — Presiden Prabowo Subianto membongkar data mengejutkan mengenai kebocoran kekayaan nasional akibat praktik manipulasi dokumen ekspor atau under invoicing yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Kepala Negara mengungkapkan, akumulasi potensi penerimaan negara yang sirna akibat fraud perdagangan internasional ini menembus angka fantastis, yakni US$908 miliar atau setara Rp15.400 triliun dalam 34 tahun terakhir.

Pernyataan keras tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo saat membacakan pidato pengantar dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027 dalam Sidang Paripurna DPR, Rabu (20/5/2026).

  • Baca juga: Dorong Konsep Total Building Solution, SIG Buka Prospek Positif Pasar Semen 2H26

Menurut Presiden, secara kalkulasi di atas kertas, Indonesia hampir selalu membukukan surplus neraca perdagangan karena nilai ekspor yang lebih tinggi daripada impor. Namun, pada realitasnya, keuntungan masif dari hasil bumi tersebut justru mengalir deras dan mengendap di luar negeri.

BERITA TERKAIT

Dorong Konsep Total Building Solution, SIG Buka Prospek Positif Pasar Semen 2H26

Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

NPL Terjaga 0,19% dan Rasio CASA 83%, Citi Indonesia Perkuat Bisnis Perbankan Institusional

“Kalau menggunakan ilmu dagang, negara yang menjual lebih banyak daripada membeli [surplus] harusnya tidak pernah mengalami krisis ekonomi. Namun, yang terjadi selama ini keuntungan tersebut banyak mengalir ke luar negeri,” tegas Prabowo.

Data PBB: US$343 Miliar Kekayaan RI “Terbang” ke Luar Negeri

Guna memperkuat argumentasinya, Presiden Prabowo membeberkan data resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Berdasarkan catatan tersebut, sepanjang 22 tahun terakhir, aktivitas perdagangan Indonesia sebenarnya menghasilkan keuntungan bruto sebesar US$436 miliar.

Sangat disayangkan, pada periode yang sama, tercatat ada aliran dana keluar (flight capital) dari bumi pertiwi yang mencapai US$343 miliar.

“Ini berarti, selama 22 tahun kekayaan riil kita yang benar-benar tinggal di dalam negeri hanya bersisa dari US$436 miliar dikurangi US$343 miliar itu,” urainya.

Dampak dari masifnya pelarian modal dan manipulasi harga ekspor ini, lanjut Prabowo, memukul ruang fiskal negara secara telak. Terbatasnya kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berantai pada minimnya alokasi anggaran penyejahteraan publik, termasuk rendahnya upah guru, aparatur sipil negara (ASN), personel TNI/Polri, hingga lambatnya eksekusi berbagai program strategis pemerintah.

  • Baca juga: Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara

Dua Modus Utama

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo secara spesifik menyebut under invoicing bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan sebuah tindakan kriminal perdagangan (trade fraud). Kejadian ini diperkirakan terus menggerogoti perekonomian domestik sejak tahun 1991 hingga 2024.

Presiden menguliti dua modus operandi utama yang kerap dimainkan oleh oknum eksportir nakal:

  1. Pendirian Perusahaan Cangkang (Transfer Pricing): Pengusaha mendirikan perusahaan bentukan (paper company) di negara suaka pajak (tax haven). Mereka kemudian menjual komoditas dari Indonesia ke perusahaan milik mereka sendiri di luar negeri tersebut dengan harga yang dipatok jauh di bawah harga pasar internasional yang sebenarnya. Selisih keuntungan murni kemudian dinikmati dan diparkir di luar negeri.

  2. Manipulasi Volume Laporan: Pengusaha memangkas laporan tonase pengapalan barang secara ekstrem. “Sebagai contoh, pengiriman batu bara riilnya 10.000 ton, tetapi yang dilaporkan secara resmi di dokumen bea cukai Indonesia sering kali hanya 5.000 ton. Padahal, data manifestasi yang sebenarnya tercatat utuh di pelabuhan negara tujuan. Praktek penipuan volume ini terjadi massal di komoditas kelapa sawit [CPO] hingga hampir semua komoditas tambang kita,” ungkap Presiden.

Selain manipulasi dokumen, Prabowo menyoroti masih maraknya praktik penyelundupan (smuggling) komoditas ilegal melalui pelabuhan-pelabuhan “tikus” yang kian memperparah pendarahan ekonomi nasional.

Langkah tegas Presiden yang blak-blakan dalam pidato KEM-PPKF ini sejalan dengan keputusan taktis pemerintah yang baru-baru ini membentuk BUMN Khusus Ekspor, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI), serta menerbitkan PP Nomor 21/2026 yang mewajibkan penempatan 100% Devisa Hasil Ekspor (DHE) di bank Himbara.

“Kita harus berani mengatakan yang merah itu merah, yang putih itu putih. Kita harus berani mengatakan apa adanya demi menyelamatkan kekayaan bangsa,” pungkas Prabowo. ***

  • Baca juga: BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Estimasi Kebocoran Ekonomi Akibat Trade Fraud Ekspor (1991–2024)

Jenis Pelanggaran Dagang Modus Operandi Lapangan Dampak Makro APBN Instrumen Penangkalan (2026)
Under Invoicing (Harga) Menjual ke perusahaan terafiliasi di luar negeri dengan harga murah Kehilangan potensi pajak & devisa senilai US$908 Miliar Pengawasan harga satu pintu via PT Danantara Sumberdaya (PT DSI)
Manipulasi Volume Memotong laporan tonase (misal: kirim 10 ribu ton, lapor 5 ribu ton) Kerugian royalti dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rekonsiliasi data manifestasi bersama bea cukai global
Pelarian Modal Memarkir sisa margin keuntungan di perbankan asing Likuiditas valas dalam negeri kering, rupiah tertekan Implementasi PP No. 21/2026 (Wajib 100% masuk Himbara)

Tags: Batu BaraDanantaradevisa hasil eksporFraud EksporKebocoran Kekayaan Negarakelapa sawitPenyelundupan KomoditasPidato KEM-PPKF 2027Prabowo SubiantoUnder Invoicing
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Bendung Tekanan Global, BI Borong SBN Rp140,57 Triliun

Selanjutnya

Cost of Fund Turun 16%, Laba Bersih BTN Melesat 55,84% Jadi Rp1,16 Triliun di April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

Perkuat Strategi Ritel Mikro, SIG Luncurkan Semen Kujang Berteknologi Active Micro Particle

oleh Stella Gracia
4 September 2026 - 09:40

SIG resmi menghidupkan kembali merek legendaris Semen Kujang untuk menguasai pasar ritel Jawa Barat, ditopang teknologi Active Micro Particle buatan...

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

Dorong Konsep Total Building Solution, SIG Buka Prospek Positif Pasar Semen 2H26

oleh Stella Gracia
3 September 2026 - 22:37

SIG mencatatkan lonjakan laba bersih 471% yoy menjadi Rp228 miliar pada Semester I/2026, ditopang kenaikan pendapatan Rp17,65 triliun dan penurunan...

Ketergantungan Fiskal dan Tekanan Margin UMKM Bayangi Resiliensi Ekonomi Indonesia

Ketergantungan Fiskal dan Tekanan Margin UMKM Bayangi Resiliensi Ekonomi Indonesia

oleh Sandy Romualdus
3 September 2026 - 17:20

Office of Chief Economist Bank Mandiri memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,3%-5,4% pada 2026, ditopang belanja pemerintah di tengah pengetatan likuiditas...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Menkeu Purbaya: Modal Asing Masuk Rp140,6 Triliun, Stabilitas Ekonomi Jaga Kepercayaan Global

oleh Stella Gracia
2 September 2026 - 13:15

IHSG ditutup menguat 1,14% ke level 6.599,9 pada Selasa (1/9/2026) didorong net buy asing Rp2,03 triliun, di mana saham BBRI...

Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara

Tekan Kerugian Bencana Rp22,85 Triliun, Kemenkeu Dorong Strategi Pre-Disaster Planning

oleh Stella Gracia
2 September 2026 - 13:14

Kemenkeu merilis sistem ARISE bersama UNDRR dan ITB untuk membantu pemda mengidentifikasi dan mengantisipasi dampak fiskal dari risiko bencana. Stabilitas.id...

Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara

Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara

oleh Stella Gracia
2 September 2026 - 13:14

Wamenkeu Suahasil Nazara menegaskan resiliensi APBN dan memaparkan asumsi makro RAPBN 2027 dengan target pertumbuhan ekonomi 6% serta defisit 2,4%...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Sejarah, Bale Syariah BSN Jadi Mobile Banking Pertama Bisa Top Up KMT Commuter Line

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Sinyal Hawkish The Fed Membingungkan Pasar, Keputusan Suku Bunga September Bergantung Data Inflasi

MARKET INSIGHT : IHSG Melesat ke 6.667 & Emas Antam Tembus Rp 2,71 Juta

JPMorgan Patok Target IHSG 7.000 di Akhir 2026, Soroti Resiliensi Emiten dan Disiplin Fiskal

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

RUPSLB BTN Rombak Lima Kursi Direksi, Nixon Napitupulu Tetap Menjabat Dirut

AAUI Soroti Target OJK dan Tantangan Reasuransi di Tengah Tergerusnya Laba Industri

Penarikan Dana SAL Ditunda, Dirut BTN Sebut Tekanan Perebutan DPK Mulai Mereda

Perkuat Customer Experience, CIMB Niaga Tebar Promo dan Gelar Engagement di Harpelnas 2026

Arah IHSG, Nasib Rupiah, dan Prospek Saham Blue Chip Jelang Akhir Pekan

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Cost of Fund Turun 16%, Laba Bersih BTN Melesat 55,84% Jadi Rp1,16 Triliun di April 2026

Cost of Fund Turun 16%, Laba Bersih BTN Melesat 55,84% Jadi Rp1,16 Triliun di April 2026

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance