• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Juni 20, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kekayaan RI US$343 Miliar Lari ke LN, Presiden Prabowo Tabuh Genderang Perang Lawan Fraud Ekspor

oleh Stella Gracia
21 Mei 2026 - 13:07
21
Dilihat
Kekayaan RI US$343 Miliar Lari ke LN, Presiden Prabowo Tabuh Genderang Perang Lawan Fraud Ekspor
0
Bagikan
21
Dilihat

Stabilitas.id — Presiden Prabowo Subianto membongkar data mengejutkan mengenai kebocoran kekayaan nasional akibat praktik manipulasi dokumen ekspor atau under invoicing yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Kepala Negara mengungkapkan, akumulasi potensi penerimaan negara yang sirna akibat fraud perdagangan internasional ini menembus angka fantastis, yakni US$908 miliar atau setara Rp15.400 triliun dalam 34 tahun terakhir.

Pernyataan keras tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo saat membacakan pidato pengantar dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027 dalam Sidang Paripurna DPR, Rabu (20/5/2026).

Menurut Presiden, secara kalkulasi di atas kertas, Indonesia hampir selalu membukukan surplus neraca perdagangan karena nilai ekspor yang lebih tinggi daripada impor. Namun, pada realitasnya, keuntungan masif dari hasil bumi tersebut justru mengalir deras dan mengendap di luar negeri.

BERITA TERKAIT

Oversubscribed! Dana Global Bond Danantara Rp26,5 Triliun Masuk Rekening Hari Ini

Proyeksi 2027: BI Optimistis Rupiah Menguat ke Rp16.800 & Ekonomi Tembus 5,9%

Implementasi CX100 Danantara, Teras Kapal BRI Melayani Sepenuh Hati Masyarakat hingga Wilayah Kepulauan

Rilis Global Bond US$5 Miliar, Danantara Tunjuk 5 Bank Investasi

“Kalau menggunakan ilmu dagang, negara yang menjual lebih banyak daripada membeli [surplus] harusnya tidak pernah mengalami krisis ekonomi. Namun, yang terjadi selama ini keuntungan tersebut banyak mengalir ke luar negeri,” tegas Prabowo.

Data PBB: US$343 Miliar Kekayaan RI “Terbang” ke Luar Negeri

Guna memperkuat argumentasinya, Presiden Prabowo membeberkan data resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Berdasarkan catatan tersebut, sepanjang 22 tahun terakhir, aktivitas perdagangan Indonesia sebenarnya menghasilkan keuntungan bruto sebesar US$436 miliar.

Sangat disayangkan, pada periode yang sama, tercatat ada aliran dana keluar (flight capital) dari bumi pertiwi yang mencapai US$343 miliar.

“Ini berarti, selama 22 tahun kekayaan riil kita yang benar-benar tinggal di dalam negeri hanya bersisa dari US$436 miliar dikurangi US$343 miliar itu,” urainya.

Dampak dari masifnya pelarian modal dan manipulasi harga ekspor ini, lanjut Prabowo, memukul ruang fiskal negara secara telak. Terbatasnya kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berantai pada minimnya alokasi anggaran penyejahteraan publik, termasuk rendahnya upah guru, aparatur sipil negara (ASN), personel TNI/Polri, hingga lambatnya eksekusi berbagai program strategis pemerintah.

Dua Modus Utama

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo secara spesifik menyebut under invoicing bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan sebuah tindakan kriminal perdagangan (trade fraud). Kejadian ini diperkirakan terus menggerogoti perekonomian domestik sejak tahun 1991 hingga 2024.

Presiden menguliti dua modus operandi utama yang kerap dimainkan oleh oknum eksportir nakal:

  1. Pendirian Perusahaan Cangkang (Transfer Pricing): Pengusaha mendirikan perusahaan bentukan (paper company) di negara suaka pajak (tax haven). Mereka kemudian menjual komoditas dari Indonesia ke perusahaan milik mereka sendiri di luar negeri tersebut dengan harga yang dipatok jauh di bawah harga pasar internasional yang sebenarnya. Selisih keuntungan murni kemudian dinikmati dan diparkir di luar negeri.

  2. Manipulasi Volume Laporan: Pengusaha memangkas laporan tonase pengapalan barang secara ekstrem. “Sebagai contoh, pengiriman batu bara riilnya 10.000 ton, tetapi yang dilaporkan secara resmi di dokumen bea cukai Indonesia sering kali hanya 5.000 ton. Padahal, data manifestasi yang sebenarnya tercatat utuh di pelabuhan negara tujuan. Praktek penipuan volume ini terjadi massal di komoditas kelapa sawit [CPO] hingga hampir semua komoditas tambang kita,” ungkap Presiden.

Selain manipulasi dokumen, Prabowo menyoroti masih maraknya praktik penyelundupan (smuggling) komoditas ilegal melalui pelabuhan-pelabuhan “tikus” yang kian memperparah pendarahan ekonomi nasional.

Langkah tegas Presiden yang blak-blakan dalam pidato KEM-PPKF ini sejalan dengan keputusan taktis pemerintah yang baru-baru ini membentuk BUMN Khusus Ekspor, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI), serta menerbitkan PP Nomor 21/2026 yang mewajibkan penempatan 100% Devisa Hasil Ekspor (DHE) di bank Himbara.

“Kita harus berani mengatakan yang merah itu merah, yang putih itu putih. Kita harus berani mengatakan apa adanya demi menyelamatkan kekayaan bangsa,” pungkas Prabowo. ***

Estimasi Kebocoran Ekonomi Akibat Trade Fraud Ekspor (1991–2024)

Jenis Pelanggaran Dagang Modus Operandi Lapangan Dampak Makro APBN Instrumen Penangkalan (2026)
Under Invoicing (Harga) Menjual ke perusahaan terafiliasi di luar negeri dengan harga murah Kehilangan potensi pajak & devisa senilai US$908 Miliar Pengawasan harga satu pintu via PT Danantara Sumberdaya (PT DSI)
Manipulasi Volume Memotong laporan tonase (misal: kirim 10 ribu ton, lapor 5 ribu ton) Kerugian royalti dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rekonsiliasi data manifestasi bersama bea cukai global
Pelarian Modal Memarkir sisa margin keuntungan di perbankan asing Likuiditas valas dalam negeri kering, rupiah tertekan Implementasi PP No. 21/2026 (Wajib 100% masuk Himbara)

Tags: Batu BaraDanantaradevisa hasil eksporFraud EksporKebocoran Kekayaan Negarakelapa sawitPenyelundupan KomoditasPidato KEM-PPKF 2027Prabowo SubiantoUnder Invoicing
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Bendung Tekanan Global, BI Borong SBN Rp140,57 Triliun

Selanjutnya

Cost of Fund Turun 16%, Laba Bersih BTN Melesat 55,84% Jadi Rp1,16 Triliun di April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Andalkan AI dan Platform Elevate, SIG Rombak Total Sistem Manajemen Performa

Andalkan AI dan Platform Elevate, SIG Rombak Total Sistem Manajemen Performa

oleh Sandy Romualdus
20 Juni 2026 - 08:06

Stabilitas.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SIG) sukses membuktikan taji tata kelola internalnya di kancah nasional. Emiten semen pelat...

Kemenkeu Kantongi Dukungan Beijing, Penerbitan Panda Bond Dipercepat

Kemenkeu Kantongi Dukungan Beijing, Penerbitan Panda Bond Dipercepat

oleh Stella Gracia
19 Juni 2026 - 23:48

Stabilitas.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengamankan dukungan penuh dari People's Bank of China (PBOC) dan Kementerian Keuangan China terkait...

Rupiah Berpotensi Jaga Tren Positif di Tengah Kejatuhan USD

Sinergi Perry Warjiyo – Purbaya Yudhi Sadewa Jinakkan Dolar ke Rp17.730

oleh Stella Gracia
19 Juni 2026 - 08:47

Stabilitas.id – Sinergi solid antara otoritas moneter dan otoritas fiskal berhasil memukul mundur tekanan hebat dolar Amerika Serikat (AS) terhadap...

Lampaui Target, Marketing Sales Summarecon Agung (SMRA) Tembus Rp5,53 Triliun

Lampaui Target, Marketing Sales Summarecon Agung (SMRA) Tembus Rp5,53 Triliun

oleh Stella Gracia
18 Juni 2026 - 11:08

Stabilitas.id – Emiten properti terkemuka tanah air, PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA), sukses mencetak performa impresif dengan melampaui target prapenjualan...

Pemerintah Pangkas Hari Makan Bergizi Gratis, Potensi Hemat Anggaran Capai Rp50 Triliun

BGN Hapus Insentif Tetap Rp6 Juta per Hari, Skema Operasional Dapur MBG Diubah

oleh Stella Gracia
17 Juni 2026 - 17:16

Stabilitas.id – Badan Gizi Nasional (BGN) langsung tancap gas melakukan perombakan fundamental dalam tata kelola operasional program unggulan Makan Bergizi...

DEN Wacanakan AI dan Danantara Pangkas Sebagian Peran Ekspor Bea Cukai

Bidik Dana Rp8.950 Triliun, DEN Siapkan Karpet Merah Family Office di Bali

oleh Stella Gracia
17 Juni 2026 - 17:14

Stabilitas.id – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memproyeksikan potensi aliran modal masuk (capital inflows) fantastis hingga US$500 miliar atau setara Rp8.950...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Manjakan Investor Ritel, BBCA Berencana Bagikan Dividen Interim Setiap Kuartal

    Tekanan Rebalancing MSCI Mereda, Saham BCA (BBCA) Siap Rebound ke Level Rp6.000

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Danamon-Manulife Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Freeport Indonesia Setor Rp4,8 Triliun ke Pemda Papua, Total Kontribusi Negara Tembus Rp75 T

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Plus Minus Perdagangan Karbon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gebrakan Ekonomi Desa, Presiden Prabowo Resmikan Operasional 1.061 Koperasi Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Sasar Komunitas Muda Blok M, CIMB Niaga Tebar Cashback 50% di ‘Ada OCTO Land’

BNI Dukung Penanganan Stunting di Pangalengan Lewat Program Desa Sehat

Andalkan AI dan Platform Elevate, SIG Rombak Total Sistem Manajemen Performa

Kemenkeu Kantongi Dukungan Beijing, Penerbitan Panda Bond Dipercepat

Kedok IPO Fiktif & Jasa Pelunasan Pinjol Dibongkar, Satgas PASTI Sikat Dua Entitas Ini

Perkuat Beyond Mortgage, BTN (BBTN) Gandeng Pemprov DKI dan Kementerian UMKM

Jaga Stabilitas PVML, OJK Longgarkan Aturan Modal Asing & Batasi Pemain Paylater

Resmi! Satgas PASTI Terbitkan SP 10, Tindak KOL Pempromosi Aset Digital Bodong

Laba Bank BSN Mengalir Deras, Tercatat Melampaui 40%

STABILITAS CHANNEL

 
Selanjutnya
Cost of Fund Turun 16%, Laba Bersih BTN Melesat 55,84% Jadi Rp1,16 Triliun di April 2026

Cost of Fund Turun 16%, Laba Bersih BTN Melesat 55,84% Jadi Rp1,16 Triliun di April 2026

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance