JAKARTA, Stabilitas– PT Bank Maybank Indonesia Tbk mencatatkan laba bersih setelah pajak kepentingan non pengendali (PATAMI–profit after tax & minority interest) untuk periode 2018 melonjak 21,6 persen mencapai rekor baru sebesar Rp2,2 triliun.
Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria dalam konferensi pers di kantor pusat menyatakan lonjakan laba tersebut didukung Pendapatan Bunga Bersih (NII) yang lebih tinggi dan perbaikan kualitas aset.
“Laba Sebelum Pajak (PBT) meningkat 20,5 persen mencapai rekor Rp3,0 triliun, sementara PBT recurring tumbuh 34,3 persen secara tahunan setelah eliminasi pendapatan one-off terutama dari penjualan surat berharga pada 2017,”kata Zakaria pada Senin, (18/2/2019).
Dirinya menambahkan, kualitas aset yang lebih baik, pertumbuhan yang solid di bisnis Syariah disertai peningkatan kinerja pada anak perusahaan, dan pengelolaan biaya strategis secara berkelanjutan juga memberikan kontribusi bagi peningkatan kinerja Bank. Di samping itu, bank mencatat pendapatan bunga bersih tumbuh 5,2 persen menjadi Rp8,1 triliun pada Desember 2018 dibanding Rp7,7 triliun tahun lalu.
“Implementasi penerapan pricing yang disiplin oleh Bank secara berkelanjutan disertai efisiensi operasional yang meningkat memungkinkan Bank untuk menahan tekanan pada marjin bunga, menghasilkan peningkatan marjin bunga bersih sebesar 7 basis poin menjadi 5,2 persen,”paparnya.
Dari sisi aset bank, Zakaria memaparkan, aset Bank meningkat signifikan seperti tercermin dari tingkat NPL yang lebih rendah sebesar 2,6 persen (gross) dan 1,5 persen (net) per 31 Desember 2018 dibanding 2,8 persen (gross) dan 1,7 persen (net) tahun 2017.
“Bank juga berhasil melakukan penjualan sebagian NPL lama (NPL legacy) dan kredit macet yang telah dihapusbukukan (write-off NPL legacy) sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk membersihkan portofolio kredit Bank.”jelasnya.
Sehubungan dengan peningkatan kualitas aset, tambahnya, bank juga mampu mengurangi penyisihan kerugian penurunan nilai kredit sebesar 38,6% menjadi Rp1,3 triliun sepanjang tahun 2018.
“Bank senantiasa konservatif dalam mengelola kualitas aset dan mengambil langkah proaktif sejak awal pada fasilitas kredit nasabah yang terdampak oleh iklim ekonomi yang penuh tantangan,”pungkas Zakaria.

















