JAKARTA, Stabilitas — Maybank Indonesia akan menerbitkan obligasi senilai Rp 1 triliun di tahun ini. Direktur Keuangan Maybank Indonesia Thila Nadason dalam paparan kinerja di Jakarta, Senin (18/2/2019) menjelaskan, penerbitan obligasi akan berlangsung pada semester II tahun 2019.
“Tahun ini ekonomi tidak pasti apalagi dengan tahun politik akan ada pemilihan umum. Kami targetkan akan berlangsung setelah pemilu atau semester II tahun ini.”papar Thila.
Thila menambahkan, obligasi senilai Rp1 triliun ini baru akan diterbitkanbila kredit mengalami pertumbuhan sekitar 8 hingga 9 persen di semester I tahun ini. Maybank sampai Desember 2018 mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 133,34 triliun atau tumbuh 6,3 persen secara year on year (yoy).
“Setelah di semester I ini capai 8 sampai 9 persen baru kita masuk pasar. Kalau tidak, tidak akan ada peningkatan (obligasi),”papar Thila.
Sementara itu Direktur Utama Maybank Indonesia Taswin Zakaria dalam pemaparannya menargetkanpertumbuhan kredit dapat menembus dua digit atau maksimal sebesar 10 persen secara yoy.
Dia meambahkan, mayoritas kredit Maybank disumbang dari segmen komersial. Salah satunya dari segmen Community Financial Services (CFS) dengan realisasi penyaluran kredit sebesar Rp 102,3 triliun. Jumlah tersebut tercatat naik 7,4 persen dari periode tahun sebelumnya Rp 100,1 triliun.
“CFS ada 2. Non-ritel dan ritel yang pertumbuhan terbesar terjadi pada CFS non-ritel dengan realisasi Rp 58,3 triliun”kata dia.
Sementara itu, kredit Maybank juga ditopang dari perbankan global yang pertumbuhannya hanya naik tipis 2,9 persen yoy menjadi Rp 31 triliun pada akhir 2018.”terangnya.
Di akhir paparannya, Taswin menambahkan, komposisi penyaluran kredit kepada usaha produktif terhadap total kredit bank adalah 75,3 persen di atas ketentuan minimum regulator yang sebesar 65 persen.

















