• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Menjejak Dana, Menumbuhkan Daerah : OJK dan Taruhan Ekonomi dari Desa hingga Kota

by Sandy Romualdus
30 September 2025 - 23:17
22
VIEWS
Menjejak Dana, Menumbuhkan Daerah : OJK dan Taruhan Ekonomi dari Desa hingga Kota
0
SHARES
22
VIEWS

Pembangunan ekonomi Indonesia tak lagi bisa bertumpu pada mesin tradisional yang bergantung pada arus global. Dari sawah, desa wisata, hingga studio kreatif, denyut pertumbuhan baru tengah digarap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lewat kebijakan pembiayaan inklusif, perlindungan risiko, dan literasi keuangan. Inilah kisah bagaimana lembaga pengawas keuangan menjelma katalis pembangunan daerah.

Oleh Romualdus San Udika

  • Baca juga: Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Di sebuah sawah di Aremo, Kabupaten Nagekeo, NTT, Abraham, petani padi, bercerita tentang musim yang kian sulit ditebak. Hujan datang tak tentu, sementara harga gabah kerap jatuh sebelum sempat dijual. Namun, kali ini ia tak lagi sesulit dulu. Kredit klaster pertanian yang difasilitasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberinya ruang bernafas. “Kalau gagal panen, ada asuransi. Bank juga lebih berani kasih modal,” katanya yang baru saja purna bakti dari pekerjaan sebagai bankir di kota Jakarta.

Potret itu adalah kepingan dari strategi besar. OJK, yang selama ini kerap diasosiasikan sebatas pengawas bank dan pasar modal, kini memainkan peran ganda: regulator sekaligus akselerator ekonomi daerah. Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyebutnya sebagai “taruhan penting bagi ketahanan ekonomi nasional.”

BERITA TERKAIT

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Kenalkan Tokenisasi Aset Riil di Unair: OJK Minta Mahasiswa Cermati Prinsip 2L dan Hindari FOMO

Indonesia Tuan Rumah BCBS–ICBS 2026 di Bali: Bahas Risiko Kripto hingga Komputasi Kuantum Perbankan

Gagal Pulihkan Kinerja: OJK Cabut Izin Usaha PT Porto Ventura Kapital

Agrikultur: Hilirisasi yang Tak Lagi Mimpi

Pertanian selama ini kerap dipandang sebatas penyedia pangan murah. Padahal, sektor ini menyumbang 12,4 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 28,6 persen tenaga kerja (BPS, 2024). Masalah klasiknya: kerentanan iklim, harga yang fluktuatif, dan akses perbankan yang sempit.

OJK mencoba membalik peta. Lewat asuransi parametrik berbasis indeks cuaca, risiko gagal panen bisa ditanggung, membuat bank lebih yakin menyalurkan kredit. “Tanpa perlindungan, aktivitas pertanian sering tak layak bisnis, padahal potensinya besar,” tegas Mahendra dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah di Jakarta, medio April 2025 silam.

Strategi lain adalah hilirisasi. Bukan lagi menjual gabah atau kopi mentah, melainkan mendorong pengolahan menjadi beras kemasan atau kopi siap saji. Di Jawa Barat, TPAKD mengembangkan pembiayaan koperasi tani yang terhubung langsung dengan offtaker.

Pengamat agribisnis dari IPB, Khusnul Bayu Aji, menyebut pendekatan klaster OJK sebagai jalan tengah. “Kredit tak lagi sporadis, melainkan terkonsolidasi dalam jaringan hulu-hilir. Dampaknya, nilai tambah bisa tinggal di desa.”

Jika konsisten, agrikultur bisa keluar dari stigma subsisten dan menjelma mesin pertumbuhan daerah. Tak sekadar menanam dan memanen, tapi membangun rantai nilai yang menyejahterakan.

Pariwisata: Kredit dari Hak Cipta

Indonesia menargetkan 15 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025, dengan devisa Rp270 triliun (Kemenparekraf). Namun di balik angka, pelaku pariwisata kecil kerap tak tersentuh kredit. Sebuah homestay di Lombok, misalnya, gagal dapat pinjaman hanya karena tak punya sertifikat tanah.

OJK menjawab dengan gagasan agunan alternatif. Hak kekayaan intelektual, hak kelola wisata, bahkan data kunjungan bisa dijadikan basis credit scoring. “Kunci agar desa wisata tak hanya jadi slogan,” ujar Mahendra.

Deputi Komisioner OJK, Bambang Mukti Riyadi, menambahkan kanal pembiayaan kini lebih variatif: pasar modal, modal ventura, hingga securities crowdfunding (SCF). “Pengembangan sektor pariwisata butuh produk keuangan yang sepadan,” katanya.

Pengamat pariwisata Universitas Andalas, Sari Lenggogeni, mengingatkan pentingnya data. “Tanpa data kunjungan yang rapi, bank sulit menilai risiko. Inilah titik lemah yang harus dibereskan.”

Dengan skema ini, pariwisata tak lagi bergantung pada APBN atau investasi raksasa. Modal berbasis komunitas bisa lahir, memberi napas baru bagi homestay, kuliner lokal, hingga atraksi budaya.

Ekonomi Kreatif: Dari Studio ke Bursa

Ekonomi kreatif menyumbang Rp1.300 triliun ke PDB 2023, atau 7,4 persen dari total. Namun sifatnya yang asset-light membuat banyak pelaku seret modal. Seorang musisi bisa viral di YouTube, tapi tetap ditolak bank.

OJK mencoba menembus dinding itu. Hak cipta lagu, desain, atau karya digital bisa dijadikan agunan. Ditambah credit scoring berbasis rekam jejak digital, akses modal menjadi lebih demokratis.

“Jalur pembiayaan semakin luas: dari modal ventura hingga SCF berbasis komunitas,” jelas Bambang Mukti. Generasi kreatif kini bisa langsung menjual ide ke publik, tanpa menunggu bank.

  • Baca juga: Kenalkan Tokenisasi Aset Riil di Unair: OJK Minta Mahasiswa Cermati Prinsip 2L dan Hindari FOMO

Pengamat kreatif dari UGM, Hempri Suyatna, mengingatkan: “Modal penting, tapi tanpa manajemen, produk kreatif bisa cepat tenggelam. Pendampingan harus berjalan paralel.”

Dengan kombinasi modal inovatif dan penguatan kapasitas, industri kreatif bisa menjadi lumbung devisa baru, sekaligus wajah segar Indonesia di mata dunia.

UMKM: Kredit Tak Cukup, Akses Pasar Perlu

UMKM adalah tulang punggung: menyerap 97 persen tenaga kerja dan menyumbang 61 persen PDB. Namun, gap pembiayaan masih 47 persen (Kemenkop UKM, 2024).

KUR menjadi andalan, dengan realisasi Rp280,3 triliun pada 2024 menuju target Rp300 triliun tahun ini. Fintech lending juga naik, outstanding-nya Rp80,1 triliun per Agustus 2025 (OJK).

Tabel Pembiayaan UMKM

Tahun KUR (Rp triliun) Fintech (Rp triliun)
2023 297,0 57,0
2024 280,3 72,8
2025* 300,0 (target) 80,1

Sumber: Kemenkop UKM, OJK

Namun modal bukan segalanya. Wakil Ketua Kadin, Sarman Simanjorang, mengingatkan: “UMKM perlu digitalisasi, akses pasar, dan literasi keuangan. Kalau tidak, kredit hanya jadi beban cicilan.”

OJK juga mendorong Bank Wakaf Mikro (BWM) dan LKM syariah. Di pesantren, model ini terbukti menekan rentenir dan memperkuat ekonomi lokal.

Literasi dan Inklusi: Fondasi yang Tak Bisa Ditawar

Akses keuangan tanpa literasi sama saja membiarkan rakyat terjerat pinjol ilegal. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 mencatat literasi keuangan 66,46 persen dan inklusi 80,51 persen. Naik tajam dari 38 persen literasi dan 76 persen inklusi pada 2019.

Namun disparitas tetap nyata. Jawa mendekati 85 persen inklusi, sementara Maluku dan Papua masih di bawah 60 persen. “Inilah pekerjaan rumah besar,” ujar Mahendra.

Pengamat keuangan Universitas Indonesia, Azril Azhari, menekankan pentingnya literasi digital. “Layanan keuangan kini mayoritas berbasis aplikasi. Kalau melek finansial tapi gagap digital, tetap saja rawan,” katanya.

Tabel Literasi & Inklusi Keuangan (SNLIK 2025)

Indikator Nasional DNKI Syariah
Literasi 66,46 % 66,64% 43,42 %
Inklusi 80,51 % 92,74% 13,41 %

Sumber: OJK, SNLIK 2025

Melalui 1,2 juta agen Laku Pandai dan program TPAKD di lebih dari 500 daerah, OJK menargetkan kesenjangan ini bisa dipersempit.

Dari Desa ke Visi 2045

Di sawah Aeramo, di homestay Lombok, di studio musik Bandung, hingga kios Papua, denyut ekonomi daerah menjadi taruhan. Dari agrikultur hingga kreatif, dari UMKM hingga literasi, semuanya berkelindan.

  • Baca juga: Indonesia Tuan Rumah BCBS–ICBS 2026 di Bali: Bahas Risiko Kripto hingga Komputasi Kuantum Perbankan

OJK menjahit benang merah itu: regulasi yang adaptif, akses modal yang inklusif, dan literasi yang massif. Visi Indonesia Emas 2045 tak bisa digerakkan hanya dari pusat, melainkan dari daerah yang mulai tumbuh.

Pada titik ini, OJK bukan hanya pengawas. Ia menjelma mitra kehidupan, sahabat pembangunan, sekaligus penopang mimpi besar Indonesia. ***

Tags: Menjejak DanaMenumbuhkan DaerahojkOJK dorong Ekonomi DaerahTaruhan Ekonomi
 
 
 
 
 
Previous Post

BNI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah lewat Kredit Program Perumahan

Next Post

Sequis Life Gandeng Bank Victoria, Tawarkan Produk Asuransi Jiwa dan Penyakit Kritis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

ULN Indonesia Agustus 2026 Terjaga US$459,3 Miliar, BI Tegaskan Struktur Tetap Sehat

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:51

Bank Indonesia mencatat ULN Indonesia Agustus 2026 tetap sehat sebesar US$459,3 miliar (tumbuh 5,6% yoy) dengan rasio PDB 30,9% didominasi...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Indonesia Peringkat Pertama Modest Fashion Dunia, BI dan Kemendag Pacu Ekspor Wastra Nusantara

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:00

Indonesia peringkat 1 dunia sektor modest fashion SGIE 2025/2026. Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman buka IN2MOTIONFEST x JMFW...

Porsi Kredit UMKM BRI Capai 83,86%, Bukti Komitmen BRI pada Pemberdayaan Usaha Mikro

Riset Paramadina: 8 Juta UMKM Pangan Belum Tersertifikasi, Wajib Halal Serentak Berisiko Tekan Daya Beli

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 08:18

Riset Paramadina memproyeksikan kewajiban sertifikasi halal serentak berisiko membebani 8 juta UMKM pangan dan menekan daya beli rumah tangga. Stabilitas.id...

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

by Stella Gracia
13 Oktober 2026 - 13:23

Kementerian Pariwisata meluncurkan rute wisata Camino de Flores. Program ini bertujuan meratakan distribusi wisatawan dan memulihkan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara...

IKK September 2026 Bertengger di 118,1: Bank Indonesia Catat Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

IKK September 2026 Bertengger di 118,1: Bank Indonesia Catat Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

by Stella Gracia
12 Oktober 2026 - 12:21

Survei Konsumen BI September 2026 mencatat IKK tetap optimis di level 118,1 di tengah kenaikan rasio belanja konsumsi masyarakat menjadi...

Kikis Inefisiensi, Kemenkeu Selamatkan Anggaran Rp170 Triliun Tanpa Ganggu Birokrasi

Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

by Stella Gracia
9 Oktober 2026 - 14:13

APBN membukukan defisit Rp319 triliun atau 1,24 persen PDB per September 2026, Menkeu Suahasil Nazara pastikan disiplin fiskal terjaga. Stabilitas.id...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Sequis Life Gandeng Bank Victoria, Tawarkan Produk Asuransi Jiwa dan Penyakit Kritis

Sequis Life Gandeng Bank Victoria, Tawarkan Produk Asuransi Jiwa dan Penyakit Kritis

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance