Stabilitas.id — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan perombakan besar-besaran pada peta likuiditas dan klasifikasi emiten di pasar modal domestik. Otoritas bursa mengumumkan rotasi terhadap 44 saham perusahaan tercatat dalam draf evaluasi periodik papan pencatatan terbaru.
Hasil reka ulang posisi ini mencatat 26 emiten sukses naik kelas ke Papan Utama, 16 emiten terjerembap turun ke Papan Pengembangan, serta 2 emiten teknologi raksasa didepak keluar dari Papan Ekonomi Baru.
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1 BEI Vera Florida menjelaskan bahwa keputusan mutasi klasifikasi ini didasarkan pada draf penilaian berkala terhadap kinerja keuangan, kepatuhan keterbukaan informasi, pemenuhan jumlah pemegang saham (free float), serta fluktuasi nilai kapitalisasi pasar (market cap).
BERITA TERKAIT
“Dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan ketentuan dan penyaringan ketat tersebut, Bursa telah mengumumkan daftar resmi perpindahan papan pencatatan emiten pada tanggal 20 Mei 2026,” tulis Vera Florida dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (29/5/2026).
GOTO dan BELI Keluar dari Papan Ekonomi Baru
Kejutan terbesar dalam draf evaluasi kali ini adalah dipindahkannya dua motor utama ekonomi digital nasional, yakni PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (IDX: GOTO) dan pemilik platform Blibli, PT Global Digital Niaga Tbk. (IDX: BELI). Kedua raksasa teknologi ini resmi turun kasta dari Papan Ekonomi Baru ke Papan Pengembangan.
Sebagai informasi, Papan Ekonomi Baru pertama kali diluncurkan oleh BEI pada Desember 2022. Papan ini didesain khusus sebagai sarana branding bagi perusahaan rintisan (startup) berbasis teknologi tinggi yang memiliki pertumbuhan pendapatan (revenue growth) tinggi namun belum mencatatkan laba bersih pos pembukuan tradisional, sekaligus memiliki karakteristik khusus seperti hak suara multiplikasi (Multiple Voting Shares/MVS).
Penurunan GOTO dan BELI ke Papan Pengembangan mengindikasikan draf evaluasi bursa menuntut penataan ulang strategi pertumbuhan emiten teknologi agar lebih linear dengan profitabilitas operasional terukur.
TPIA Pimpin Gerbong Naik Kelas
Di sisi lain, draf keputusan BEI membawa angin segar bagi 26 saham yang berhasil naik kelas ke Papan Utama. Papan Utama merupakan kasta tertinggi di bursa yang dikhususkan bagi emiten berkriteria premium: memiliki fundamental keuangan kokoh, ukuran market cap raksasa, serta rekam jejak pembukuan laba yang stabil.
Gerbong kenaikan kelas ini dipimpin oleh raksasa petrokimia milik taipan Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (IDX: TPIA). Selain TPIA, beberapa nama beken lain yang berhasil menembus papan elite ini antara lain perusahaan investasi PT Provident Investasi Bersama Tbk. (IDX: PALM) dan emiten perbankan digital PT Bank Amar Indonesia Tbk. (IDX: AMAR).
Saham Nikel dan Tambang Turun ke Papan Pengembangan
Sebaliknya, BEI menjatuhkan sanksi penurunan kelas bagi 16 emiten dari Papan Utama ke Papan Pengembangan. Papan Pengembangan sendiri diperuntukkan bagi perusahaan yang memiliki prospek bisnis cerah namun belum mampu memenuhi seluruh persyaratan ketat siber di Papan Utama.
Sektor komoditas tambang hulu hingga jasa keuangan terseret dalam draf penurunan ini, termasuk emiten nikel terafiliasi Harita Group, PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (IDX: NCKL), kontraktor pertambangan PT BUMA Internasional Grup Tbk. (IDX: DOID), raksasa finansial PT Sinarmas Multiartha Tbk. (IDX: SMMA), serta perusahaan properti PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk. (IDX: RBMS). Seluruh draf mutasi papan pencatatan ini akan berlaku efektif di sistem perdagangan bursa dalam waktu dekat.
Berikut Rangkuman Rotasi dan Draf Mutasi Papan Pencatatan Saham BEI (Mei 2026)
A. Daftar 26 Saham Naik Kelas (Papan Pengembangan $\rightarrow$ Papan Utama)
-
ADES – PT Akasha Wira International Tbk.
-
ALDO – PT Alkindo Naratama Tbk.
-
AMAG – PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk.
-
AMAR – PT Bank Amar Indonesia Tbk.
-
BBMD – PT Bank Mestika Dharma Tbk.
-
BSSR – PT Baramulti Suksessarana Tbk.
-
CBUT – PT Citra Borneo Utama Tbk.
-
DKFT – PT Central Omega Resources Tbk.
-
DMND – PT Diamond Food Indonesia Tbk.
-
EPMT – PT Enseval Putera Megatrading Tbk.
-
FISH – PT FKS Multi Agro Tbk.
-
GLVA – PT Galva Technologies Tbk.
-
GZCO – PT Gozco Plantations Tbk.
-
HERO – PT DFI Retail Nusantara Tbk.
-
JIHD – PT Jakarta International Hotels & Development Tbk.
-
JSPT – PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk.
-
LPCK – PT Lippo Cikarang Tbk.
-
MASB – PT Bank Multiarta Sentosa Tbk.
-
MERK – PT Merck Tbk.
-
NOBU – PT Bank Nationalnobu Tbk.
-
PALM – PT Provident Investasi Bersama Tbk.
-
PORT – PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk.
-
PRAY – PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk.
-
TLDN – PT Teladan Prima Agro Tbk.
-
TOTO – PT Surya Toto Indonesia Tbk.
-
TPIA – PT Chandra Asri Pacific Tbk.
B. Daftar 16 Saham Turun Kasta (Papan Utama $\rightarrow$ Papan Pengembangan)
-
BUKK – PT Bukaka Teknik Utama Tbk.
-
CSRA – PT Cisadane Sawit Raya Tbk.
-
DOID – PT BUMA Internasional Grup Tbk.
-
GTSI – PT GTS Internasional Tbk.
-
GWSA – PT Greenwood Sejahtera Tbk.
-
MCAS – PT M Cash Integrasi Tbk.
-
MINE – PT Sinar Terang Mandiri Tbk.
-
MMLP – PT Mega Manunggal Property Tbk.
-
MREI – PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk.
-
NCKL – PT Trimegah Bangun Persada Tbk.
-
PANR – PT Panorama Sentrawisata Tbk.
-
PSAT – PT Pancaran Samudera Transport Tbk.
-
RBMS – PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk.
-
SMMA – PT Sinarmas Multiartha Tbk.
-
UNIQ – PT Ulima Nitra Tbk.
-
WMMU – PT Widodo Makmur Unggas Tbk.
C. Daftar 2 Saham Pindah Rumpun (Papan Ekonomi Baru $\rightarrow$ Papan Pengembangan)
-
BELI – PT Global Digital Niaga Tbk.
-
GOTO – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk.
***






.jpg)










