• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Market

Percepat Pendalaman Pasar, BEI Targetkan ETF Emas Meluncur Paling Cepat Akhir Juni

oleh Stella Gracia
21 Mei 2026 - 15:14
30
Dilihat
Hari Ini BEI Mulai Pencatatan Obligasi Tiga Emiten
0
Bagikan
30
Dilihat

Stabilitas.id — Bursa Efek Indonesia (BEI) mempercepat peta jalan pendalaman pasar keuangan domestik melalui peluncuran instrumen investasi inovatif baru. Otoritas pasar modal menargetkan produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas fisik (underlying emas) akan resmi meluncur dan dapat ditransaksikan dalam waktu dekat.

Kepala Divisi Pengembangan Bisnis 2 BEI Ignatius Denny Wicaksono membeberkan bahwa sejauh ini sudah ada sembilan Manajer Investasi (MI) yang mengantre untuk menerbitkan ETF emas. Dari daftar tersebut, dua MI tercatat telah resmi melayangkan dokumen permohonan pencatatan resmi ke bursa, sementara tujuh MI lainnya masih berada dalam fase penelaahan hukum (legal review) terkait prospektus produk.

  • Baca juga: Kemenkeu: 91 Persen Pembiayaan Investasi 2027 Bergantung pada Sektor Swasta

“Kami berharap produk inovatif ini dapat segera muncul dalam satu hingga dua bulan ke depan. Estimasi paling cepat berada di akhir Juni atau sekitar bulan Juli 2026 ini,” ungkap Denny dalam konferensi pers, dikutip Kamis (21/5/2026).

BERITA TERKAIT

Kemenkeu: 91 Persen Pembiayaan Investasi 2027 Bergantung pada Sektor Swasta

Membedah Potensi ETF Emas Syariah Sebagai Instrumen Baru Pasar Modal

HUT Ke-49 Pasar Modal Indonesia: OJK Perkuat Integritas dan Hadiahkan ETF Emas

Masuk Roadmap Tahun Ke-4, Danantara Bakal Go Public-kan Deretan BUMN Raksasa

Denny tidak menampik bahwa proses penggodokan ETF emas ini memiliki tantangan tersendiri, utamanya dalam mengintegrasikan antara ekosistem pasar modal konvensional dengan infrastruktur penyimpanan emas fisik (bullion).

Saat ini, BEI bersama para pemangku kepentingan tengah melakukan diskusi intensif dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan guna merumuskan kepastian regulasi perpajakan. Berbeda dengan instrumen pasar modal eksisting yang mayoritas telah dikenakan skema Pajak Penghasilan (PPh) Final bertarif tetap—seperti pajak obligasi 10% dan pajak transaksi saham 0,1%—pajak untuk produk ETF dengan underlying emas saat ini statusnya belum diatur khusus dan masih dikategorikan sebagai capital gain biasa.

“Untuk underlying emas ini belum ada aturan PPh finalnya. Karena itu, kami sedang mencoba melakukan simulasi perpajakan yang pas dan terus membahasnya bersama Ditjen Pajak,” tambah Denny.

Guna memastikan keamanan transaksi dari hulu ke hilir (end-to-end), arsitektur ETF emas ini dirancang dengan melibatkan ekosistem yang gemuk:

  • Manajer Investasi & Bank Kustodian: Bertanggung jawab penuh melakukan verifikasi fisik serta audit cadangan emas secara berkala.

    • Baca juga: Membedah Potensi ETF Emas Syariah Sebagai Instrumen Baru Pasar Modal
  • Dealer Partisipan: Bertindak sebagai penyedia kuotasi harga jual dan beli di pasar sekunder.

  • Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI): Memastikan validitas hukum serta transparansi jumlah unit ETF yang beredar di pasar.

  • Ekosistem Bank Bullion: PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) atau BSI ditunjuk sebagai mitra penyedia sekaligus tempat penyimpanan brankas emas fisik aman.

Tawarkan Efek Safe Haven dengan Modal Terjangkau

Secara fundamental, kehadiran ETF emas diyakini mampu menyedot likuiditas dari investor ritel maupun institusi karena menawarkan keunggulan berupa transparansi harga secara real-time, selisih harga jual-beli (spread) yang kompetitif, serta fleksibilitas likuiditas layaknya bertransaksi saham harian. Emas juga dikenal memiliki korelasi yang rendah dengan kelas aset komersial lain, sehingga ideal sebagai tameng diversifikasi risiko portofolio.

Senada, Plt. Presiden Direktur PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) Danica Adhitama menilai bahwa prospek pertumbuhan ETF emas akan sangat cerah karena pergerakan harganya dipastikan berkorelasi presisi dengan pergerakan harga emas internasional. Keberadaan audit berkala pada brankas fisik memastikan tidak ada celah untuk manipulasi dokumen unit.

  • Baca juga: HUT Ke-49 Pasar Modal Indonesia: OJK Perkuat Integritas dan Hadiahkan ETF Emas

“Bagi investor ritel, ini adalah kesempatan emas untuk melakukan diversifikasi dengan modal mini. Masyarakat tidak perlu lagi menunggu mengumpulkan dana puluhan juta rupiah demi membeli emas batangan seberat 10 gram. Melalui ETF, investasi emas bisa dicicil dalam satuan unit kecil namun dengan nilai pertumbuhan yang identik dengan pasar global,” pungkas Danica. ***

Tags: Bahana TCWBank Bullionbank syariah indonesiaBEIBursa Efek IndonesiaDitjen Pajakdiversifikasi portofolioETF EmasIgnatius Denny WicaksonoManajer Investasipegadaian
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Dukung Pembiayaan Hijau, bank bjb Pasarkan Green Sukuk ST016 Berbunga hingga 6,25%

Selanjutnya

OJK Dorong BPD Geser Portofolio Kredit ke Sektor Ekonomi Hijau dan Hilirisasi Daerah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Lanjutan Sukses ORI030, Sukuk Ritel SR025 Ditargetkan Garap Potensi Reinvestasi Investor

Lanjutan Sukses ORI030, Sukuk Ritel SR025 Ditargetkan Garap Potensi Reinvestasi Investor

oleh Stella Gracia
14 Agustus 2026 - 09:27

Kementerian Keuangan rilis Sukuk Ritel SR025 pada 21 Agustus–16 September 2026. Indef sebut prospek SR025 kuat usai rekor penjualan ORI030...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

oleh Stella Gracia
14 Agustus 2026 - 09:00

MSCI pertahankan status Emerging Market Indonesia, tetapi mendepak 10 saham RI termasuk GOTO, BUKA, ARTO, & SMGR. OJK optimistis dampaknya...

Tahan Volatilitas Global, Bank DBS dan Mandiri Investasi Dorong Diversifikasi Aset di Pasar Asia

Tahan Volatilitas Global, Bank DBS dan Mandiri Investasi Dorong Diversifikasi Aset di Pasar Asia

oleh Stella Gracia
14 Agustus 2026 - 08:51

Bank DBS Indonesia & Mandiri Investasi rilis referral PDNI/KPD mata uang SGD untuk nasabah affluent & HNW, mencakup obligasi, saham,...

Rupiah Berpotensi Jaga Tren Positif di Tengah Kejatuhan USD

Imbas Penurunan Keyakinan Konsumen dan Eskalasi Iran-AS, Kurs Rupiah Kembali Anjlok

oleh Stella Gracia
12 Agustus 2026 - 15:20

Rupiah pasar spot anjlok ke Rp17.861/US$ pada 11 Agustus 2026. Penurunan IKK ke 116,8 dan krisis Selat Hormuz jadi pemicu...

Harga Emas Melesat, Pendapatan HRTA Melonjak 125% dan Laba Tembus Rp 700 Miliar

Putus Siklus Impor Berantai, Otoritas Keuangan Kanalkan 1.800 Ton Emas Pribadi Bentengi Rupiah

oleh Sandy Romualdus
12 Agustus 2026 - 14:07

Fenomena 1.800 ton emas rumah tangga memicu pendarahan devisa akibat impor batangan. OJK, BI, dan BUMN resmi kanalisasi emas lewat...

Membedah Potensi ETF Emas Syariah Sebagai Instrumen Baru Pasar Modal

Membedah Potensi ETF Emas Syariah Sebagai Instrumen Baru Pasar Modal

oleh Sandy Romualdus
11 Agustus 2026 - 14:06

Ekonom INDEF A. Hakam Naja bedah potensi ETF Emas Syariah sebagai alternatif investasi pasar modal. Simak keuntungan, aspek halal MUI,...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Potret Bankir Millenial dan Gen Z

    Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Fantastis! Kado Milad Ke-1 Laba BSN Meroket 40%, Aset Tembus Rp 81,1 Triliun

BNI Hadirkan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT

Gandeng Dompet Dhuafa dan Pemdes, Manulife Indonesia Perkuat Kemandirian Komunitas Perdesaan

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

Lompatan Kemerdekaan dari Genggaman Digital

Gelar Pameran Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Sabet Rekor MURI

Permodalan Negatif dan Gagal Penyehatan, OJK Cabut Izin Usaha BPR Citra Bersada Abadi

Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Resiliensi Perbankan Kuat, Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional

OJK Dorong BPD Geser Portofolio Kredit ke Sektor Ekonomi Hijau dan Hilirisasi Daerah

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance