Stabilitas.id – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumatera Barat atau Bank Nagari kembali mendapat mandat dari pemerintah pusat sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2026. Perseroan mengalokasikan pagu sebesar Rp1,5 triliun yang diprioritaskan untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi masyarakat Sumatera Barat pascabencana akhir 2025 lalu.
Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, mengungkapkan bahwa alokasi besar ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah untuk mendorong kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera Barat. Program ini telah dapat diakses masyarakat sejak awal Januari 2026 dengan skema yang sangat kompetitif.
“Kami berharap pelaku UMKM dapat memanfaatkan KUR ini untuk meningkatkan kapasitas usaha. Terutama bagi debitur terdampak bencana, kami memberikan berbagai kemudahan akses pembiayaan,” ujar Gusti dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).
BERITA TERKAIT
Stimulus Bunga Berjenjang dan Bebas Provisi
Salah satu daya tarik utama KUR Bank Nagari tahun ini adalah skema bunga rendah yang sangat ringan bagi pelaku usaha:
-
Tahun 2026: Suku bunga 0% (subsidi penuh).
-
Tahun 2027: Suku bunga naik menjadi 3%.
-
Tahun 2028: Suku bunga mulai 6%.
Plafon pinjaman yang ditawarkan mencapai Rp500 juta dengan keuntungan bebas biaya administrasi dan provisi. Menariknya, layanan ini tersedia dalam dua skema, yakni konvensional dan syariah, guna mengakomodasi preferensi nasabah di Ranah Minang.
Modernisasi Pertanian lewat Skema KUA
Tak hanya menyasar UMKM umum, Bank Nagari juga meluncurkan inovasi Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (KUA). Program ini membidik petani dan kelompok tani untuk memperoleh alat mesin pertanian (alsintan) dengan plafon mulai Rp500 juta hingga Rp2 miliar.
Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari, Hafid Dauli, menjelaskan bahwa KUA menawarkan suku bunga ringan 3% per tahun dengan uang muka (down payment) mulai 10%. Langkah ini sejalan dengan instruksi pemerintah untuk memperbesar porsi penyaluran kredit ke sektor produktif minimal 60%.
Kemudahan Akses Digital
Masyarakat yang ingin mengajukan pembiayaan kini tidak harus datang ke kantor cabang. Bank Nagari telah mengintegrasikan layanan pengajuan melalui aplikasi Ollin by Bank Nagari dan website resmi perseroan. Persyaratan utama tetap mengacu pada prinsip kehati-hatian, yakni usaha produktif minimal enam bulan dan rekam jejak kredit yang bersih (SLIK OJK).
Langkah agresif Bank Nagari di awal kuartal I/2026 ini diharapkan mampu menjadi mesin penggerak utama bagi sektor pertanian, perikanan, hingga pariwisata di Sumatera Barat agar dapat segera “naik kelas” di tengah tantangan ekonomi global. ***

















