• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Rabu, Oktober 28, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Pemerintah Realistis Pertumbuhan Ekonomi 2016 di Kisaran 5,1% – 5,2%

by Sandy Romualdus
6 Juni 2016 - 00:00
6
VIEWS
Bank Dunia: Perlu Lebih Banyak Investasi Swasta Demi Perbaikan Ekonomi
0
SHARES
6
VIEWS

JAKARTA, Stabilitas — Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menyatakan realistis bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada 2016 hanya berada pada kisaran 5,1% hingga 5,2% atau lebih rendah dari perkiraan sebelumnya 5,3%.

“Saya 5,1% hingga 5,2% oke, tapi pokoknya harus di atas 5%,” katanya, seusai mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Senin (6/6).

  • Baca juga: Hampir 30 Tahun Terjebak Middle Income Trap, Kepala Bappenas Dorong Inovasi dan Industri Semikonduktor

Bambang mengakui, perekonomian pada triwulan pertama 2016 belum tumbuh sesuai harapan, karena hanya berada pada angka 4,92 persen, namun ada peluang perekonomian akan tumbuh lebih baik pada triwulan berikutnya.

BERITA TERKAIT

No Content Available

Ia memproyeksikan, konsumsi rumah tangga dan investasi yang belum memberikan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2016 akan tumbuh sesuai perkiraan pada triwulan selanjutnya, karena adanya pencairan gaji ke-13 pegawai negeri sipil (PNS) dan tunjangan hari raya (THR) pekerja, serta percepatan realisasi belanja modal pemerintah.

“Konsumsi rumah tangga harus tumbuh di atas lima persen dan investasi di atas enam persen, karena sumber pertumbuhan dari konsumsi dan investasi. Ekspor dan impor belum bisa diandalkan, namun mudah-mudahan menjelang akhir tahun membaik,” kata Bambang.

  • Baca juga: Di Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Janji Siapkan Pembiayaan Rakyat Rp400 Triliun

Pada triwulan pertama 2015, konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 4,97 persen dan investasi tumbuh pada kisaran 5,57 persen, karena masyarakat masih cenderung menahan belanja dan realisasi belanja modal untuk pembangunan infrastruktur belum secepat yang diharapkan.

Sebelumnya, sejumlah anggota Komisi XI DPR RI dalam rapat kerja dengan pemerintah mempertanyakan asumsi pertumbuhan ekonomi dalam RAPBNP 2016 yang terlalu optimistis pada angka 5,3 persen, atau sama dengan asumsi di APBN 2016, karena dinilai tidak realistis dengan perkembangan ekonomi terkini.

Padahal, menurut DPR, dengan kondisi perekonomian global yang melambat, pertumbuhan ekonomi diperkirakan tidak bisa mencapai 5,3 persen, bahkan beberapa lembaga multilateral seperti Bank Dunia, IMF dan Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 4,9% hingga 5,2%.

Bank Indonesia (BI) juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2016 akan cenderung berada pada batas bawah perkiraan bank sentral, yakni 5,0% hingga 5,2%.

  • Baca juga: Manufaktur Tetap Ekspansif, PMI-BI Kuartal III/2026 Naik ke Level 52,28 Persen

“Saat sekarang ini kami masih antara 5,0% hingga 5,4 persen, tapi sebetulnya lebih ke tengah bawah 5,0% hingga 5,2%. Jadi, sekarang itu mengarahnya ke bawah,” kata Gubernur BI Agus Martowardojo.

Menurut Agus, risiko perlambatan ekonomi dunia masih menjadi faktor melambatnya pertumbuhan ekonomi domestik karena permintaan terhadap produk-produk Indonesia masih relatif rendah yang kemudian menyebabkan melemahnya kinerja ekspor.

Tags: Pertumbuhan Ekonomi 2016, menkeu
 
 
 
 
 
Previous Post

BPK Temukan Enam Masalah LKPP Tahun 2015

Next Post

Bank Indonesia Revisi Batas RTGS Jadi Rp100 Juta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Hampir 30 Tahun Terjebak Middle Income Trap, Kepala Bappenas Dorong Inovasi dan Industri Semikonduktor

Hampir 30 Tahun Terjebak Middle Income Trap, Kepala Bappenas Dorong Inovasi dan Industri Semikonduktor

by Stella Gracia
26 Oktober 2026 - 15:13

Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mendorong inovasi teknologi dan ekosistem industri semikonduktor guna membawa Indonesia keluar dari middle income trap. Stabilitas.id...

Di Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Janji Siapkan Pembiayaan Rakyat Rp400 Triliun

Di Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Janji Siapkan Pembiayaan Rakyat Rp400 Triliun

by Sandy Romualdus
23 Oktober 2026 - 15:26

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Rakornas TPAKD 2026, meresmikan DNKK, dan menyiapkan pembiayaan rakyat Rp400 triliun pada tahun mendatang Stabilitas.id - Presiden...

Kuasai 20 Persen Pangsa Pasar Perth, TransNusa Kini Terbangi Rute Melbourne–Bali

Kuasai 20 Persen Pangsa Pasar Perth, TransNusa Kini Terbangi Rute Melbourne–Bali

by Sandy Romualdus
23 Oktober 2026 - 14:46

TransNusa resmi meluncurkan rute langsung Melbourne–Bali empat kali sepekan, membuka konektivitas jaringan Beyond Bali ke 11 destinasi dan hub Asia....

Dominasi Mesin Pencari Tergerus, Pengguna GenAI Global Melonjak 57,2 Persen

Manufaktur Tetap Ekspansif, PMI-BI Kuartal III/2026 Naik ke Level 52,28 Persen

by Stella Gracia
22 Oktober 2026 - 09:15

Bank Indonesia mencatat PMI-BI kuartal III 2026 naik ke level 52,28 persen dan diproyeksikan menguat ke 52,37 persen pada kuartal...

Dominasi Mesin Pencari Tergerus, Pengguna GenAI Global Melonjak 57,2 Persen

Sambut Libur Akhir Tahun, BI Proyeksikan SBT Kegiatan Usaha Kuartal IV/2026 Tumbuh 10,77 Persen

by Stella Gracia
22 Oktober 2026 - 09:10

Hasil SKDU Bank Indonesia menunjukkan kegiatan dunia usaha kuartal III 2026 terjaga dengan SBT 11,46 persen dan kapasitas produksi 73,75...

Dominasi Mesin Pencari Tergerus, Pengguna GenAI Global Melonjak 57,2 Persen

Jaring Talenta Vokasi Global, Kemnaker Gelar InaSkills 2026 Berstandar Internasional

by Stella Gracia
22 Oktober 2026 - 09:09

Kemnaker menggelar InaSkills 2026 pada 26–31 Oktober untuk menjaring talenta vokasi berstandar internasional menuju WorldSkills. Stabilitas.id - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Kredit Tembus Rp242,6 Triliun, CIMB Niaga Bukukan Laba Sebelum Pajak Rp5,8 Triliun

Dari Menabung ke Multi-Aset, Ajaib Catat 25 Persen Investor Pemula Langsung Berdiversifikasi

Akselerasi Pasar Uang dan Valas 2030, BI Gandeng OJK dan APUVINDO Perkuat 4 Prioritas

Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Tumbuh Jadi Rp45,2 Triliun

Lindungi Likuiditas Investor, BEI Rombak Aturan Suspensi dan UMA Saham Mulai November 2026

Edukasi Pasar Modal Ritel, Ajaib Hadirkan Live Trading Sepekan Bareng Komunitas Saham

Rebalancing Indeks Acuan BEI: PGEO dan UNVR Terdepak dari IDX30, AALI Masuk IDX80

Terpakai Rp17 Triliun, Bank Mandiri Jelaskan Fasilitas Kredit Rp40 Triliun ke Jhonlin Group

Tindak 330 Entitas Ilegal, Satgas PASTI dan IASC Blokir Rekening Penipuan Rp825,2 Miliar

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Bunga Deposito Dana BUMN Dipatok Lebih Rendah dari Bunga Umum

Pemerintah Resmi Ajukan Revisi UU Ketentuan Perpajakan

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance