BPS RI menggandeng Kementerian PPPA dan PT PNM untuk memastikan seluruh pelaku usaha perempuan, termasuk nasabah PNM Mekaar, tercatat penuh dalam Sensus Ekonomi 2026.
Stabilitas.id – Badan Pusat Statistik (BPS) RI resmi memperkuat sinergi lintas instansi guna memastikan keterwakilan penuh pelaku usaha perempuan dalam ajang Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Langkah strategis ini ditempuh melalui kolaborasi bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Sinergi tersebut dikukuhkan melalui acara Kick Off Kolaborasi yang digelar di PNM Tower, Jakarta, Jumat (3/7). Upaya ini diarahkan agar potret kontribusi, tantangan, serta potensi riil dari jutaan pelaku usaha perempuan di arus bawah dapat terpetakan secara utuh dalam statistik resmi negara.
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan bahwa kelompok pelaku usaha perempuan, termasuk jutaan nasabah program PNM Mekaar, memegang peranan krusial dalam menopang stabilitas domestik sehingga tidak boleh terlewat dari pendataan.
BERITA TERKAIT
“Yang paling penting adalah bahwa Ibu-ibu Mekaar ini, tidak boleh terlewat tercatat, karena Ibu-ibu sebenarnya punya kontribusi yang luar biasa terhadap ekonomi Indonesia. Di saat Ibu-ibu Mekaar ini tercatat dengan baik, maka Ibu-ibu punya suara untuk kebijakan ekonomi yang lebih baik ke depan,” terang Amalia.
Urgensi pendataan berbasis gender dalam SE2026 ini diperkuat oleh sejumlah indikator makro yang menunjukkan dominasi serta peningkatan ruang usaha bagi kaum perempuan dalam beberapa tahun terakhir.
Berikut adalah data pertumbuhan keterlibatan perempuan dalam aktivitas ekonomi nasional:
| Indikator Ekonomi Perempuan | Capaian / Proporsi Statistik | Catatan Periode / Sektoral |
| Kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) |
7,99 Juta NIB (58,68% dari total nasional) |
Akumulasi sepanjang periode tahun 2021–2025. |
| Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) |
Naik menjadi 56,63% |
Perbandingan data Agustus 2024 (56,42%) ke Agustus 2025. |
| Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif (Ekraf) |
Didominasi perempuan sebesar 58,39% |
Rekaman performa industri kreatif pada tahun 2025. |
Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi, menambahkan bahwa basis data yang akurat dari SE2026 akan menjadi instrumen penting bagi pemerintah untuk merumuskan regulasi yang responsif gender dan tepat sasaran. “Kita hari ini ingin menguatkan pemberdayaan perempuan dalam sektor ekonomi,” imbuhnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap kesuksesan agenda nasional ini, PT PNM telah menyelesaikan pengisian kuesioner sensus untuk seluruh jaringan operasionalnya di tanah air. BPS mengonfirmasi telah menerima dokumen isian dari kantor pusat, 58 kantor cabang, serta sekitar 4.200 kantor unit PNM di seluruh Indonesia, yang menandakan response rate PNM telah mencapai 100 persen.
“Hari ini perempuan bukan hanya sekadar melengkapi aktivitas ekonomi keluarga. Mereka telah menjadi motor penggerak ekonomi, bahkan tidak sedikit yang menjadi tulang punggung keluarga,” ungkap Direktur Utama PT PNM, Kindaris.
Selain penandatanganan komitmen bersama, rangkaian acara kick off ini juga diisi dengan agenda dialog interaktif secara daring bersama para nasabah PNM Mekaar yang tersebar di wilayah Kota Bandung, Subang, Bekasi, dan Malang guna membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keterbukaan data sensus. ***

















