• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Rabu, Oktober 28, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Laporan Utama

Sektor Semen Tertekan, Saham INTP Paling Nyungsep

by Admin Stabilitas
8 Juli 2018 - 00:00
27
VIEWS
Sektor Semen Tertekan, Saham INTP Paling Nyungsep
0
SHARES
27
VIEWS

JAKARTA, Stabilitas – Rentangan tahun 2018 telah separuh terlewati. Seluruh emiten yang ada di industri pasar modal nasional juga telah merampungkan kinerjanya di sepanjang Semester I/2018. Catatan kinerja tersebut berkorelasi baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap harga sahamnya yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tak terkecuali saham-saham sektor industri semen nasional, yaitu meliputi saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) dan PT Indocement Tunggal PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).

Berdasarkan data perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam satu semester terakhir, pergerakan harga saham keempat emiten semen tersebut kompak mengalami pelemahan. Sayangnya, diantara seluruh pelemahan yang terjadi, saham INTP tercatat melemah paling dalam. Membuka awal tahun 2018, saham INTP masih diperdagangkan dengan harga Rp23.000 per saham. Sedangkan per akhir Semester I/2018, yaitu tepatnya pada penutupan perdagangan Jumat (29/6) lalu, harga saham INTP melorot menjadi Rp13.650 per saham. Artinya ada penurunan harga saham hingga 40,65 persen dibanding harga di awal tahun.

  • Baca juga: Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

Penurunan harga saham INTP tersebut jauh lebih dalam dibanding, misalnya harga saham SMGR yang mengawali tahun dengan harga Rp10.275 per saham. dan pada penutupan perdagangan Jumat (29/6) lalu menyusut menjadi Rp7.125 per saham. Dengan demikian, pelemahan harga saham SMGR sepanjang Semester I/2018 ‘hanya’ 30,65 persen. Sedikit lebih dalam dibanding SMGR, harga saham SMBC terpantau melemah 31,51 persen menjadi hanya Rp565 per saham, dari semula pada awal tahun masih Rp825 per saham. Bahkan, saham SMBR hanya terkoreksi 0,81 persen dari harga awal tahun Rp3.690 per saham dan masih bertahan di level Rp3.660 pada penutupan perdagangan Jumat (29/6) lalu.

BERITA TERKAIT

Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Tumbuh Jadi Rp45,2 Triliun

Lindungi Likuiditas Investor, BEI Rombak Aturan Suspensi dan UMA Saham Mulai November 2026

Edukasi Pasar Modal Ritel, Ajaib Hadirkan Live Trading Sepekan Bareng Komunitas Saham

Rebalancing Indeks Acuan BEI: PGEO dan UNVR Terdepak dari IDX30, AALI Masuk IDX80

  • Baca juga: Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Memaknai hal itu, Direktur Investa Saran Mandiri, Hans Kwee, menyebut bahwa sektor saham tengah menderita tekanan yang cukup berat dari faktor kelebihan kapasitas (over capacity) seiring stagnasi kinerja penjualan di sepanjang tahun 2018 ini. Hal tersebut merupakan imbas dari cukup lesunya penjualan sektor property yang selama ini menjadi salah satu penopang utama kinerja sektor semen. “Kita tahu investasi terbesar di sektor semen itu ya untuk bangun pabrik. Karena penjualan seret, maka terjadi over capacity dan investasi yang besar tadi jadi tertahan, nggak balik jadi profit. Ini yang jadi sentimen negative di pelaku pasar,” ujar Hans. Namun secara khusus Hans mengaku belum melihat secara pasti alasan mengapa saham INTP terjungkal paling dalam dibanding saham-saham semen yang lain. Yang jelas menurut Hans dengan tekanan yang ada, hal sekecil apa pun terkait kinerja perusahaan memang bakal menjadi sorotan dan lalu berpotensi berkembang menjadi sentimen negative bila tidak diantisipasi dengan baik.

Sebelumnya, analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, juga menyoroti rencana INTP untuk menaikkan harga jual pasca Lebaran tahun ini. Menurut Reza, rencana tersebut salah momentum dan sangat mungkin bakal menambah sentimen negatif di kalangan pelaku pasar karena justru kontraproduktif dengan kondisi keseluruhan industri yang tengah kelebihan pasokan. “Timing mereka untuk naikkan harga jual jelas tidak pas. Justru dengan pasokan yang berlimpah secara alamiah harga pasti akan turun. Logikanya mana mau konsumen membayar lebih saat produk di pasar berlimpah,” tutur Reza. Bila memang ingin menyelamatkan marjin yang didapat seiring dengan sepinya penjualan, Reza lebih menyarankan agar manajemen INTP lebih menggenjot penjualan ritel di masyarakat yang relatif tidak terganggu kondisi ekonomi yang ada.

 
 
 
 
 
Previous Post

Melantai Perdana, Saham TCPI Melesat 69,57 Persen

Next Post

Listing di BEI, Saham RISE Melonjak 69,33 Persen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Sejarah Uang

Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

by Stella Gracia
21 Oktober 2026 - 14:20

INDEF menyoroti fenomena makan tabungan akibat inflasi pangan di atas 5 persen yang membuat rata-rata saldo tabungan di bawah Rp100...

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

by Sandy Romualdus
21 Juli 2026 - 07:47

Bank BSN mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan kewirausahaan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan Stabilitas.id - Direktur Network...

Berantas Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 33.000 Rekening Penampung

Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

by Sandy Romualdus
10 Juli 2026 - 12:52

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengevaluasi revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 yang diajukan oleh sekitar 105 bank akibat penyesuaian...

Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

by Sandy Romualdus
21 Mei 2026 - 14:50

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta perbankan pelat merah (Himbara) untuk...

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

by Sandy Romualdus
13 April 2026 - 14:54

Stabilitas.id — Industri perbankan syariah nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan positif meski masih menghadapi tantangan penetrasi pasar yang belum optimal....

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

by Stella Gracia
1 April 2026 - 21:53

Stabilitas.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Tumbuh Jadi Rp45,2 Triliun

Lindungi Likuiditas Investor, BEI Rombak Aturan Suspensi dan UMA Saham Mulai November 2026

Edukasi Pasar Modal Ritel, Ajaib Hadirkan Live Trading Sepekan Bareng Komunitas Saham

Rebalancing Indeks Acuan BEI: PGEO dan UNVR Terdepak dari IDX30, AALI Masuk IDX80

Terpakai Rp17 Triliun, Bank Mandiri Jelaskan Fasilitas Kredit Rp40 Triliun ke Jhonlin Group

Tindak 330 Entitas Ilegal, Satgas PASTI dan IASC Blokir Rekening Penipuan Rp825,2 Miliar

CASA Tembus Rp733,7 Triliun, BNI Bukukan Laba Operasional Kuartal III Terbesar Sepanjang Sejarah

Alokasikan Rp1 Triliun di Tahap II, BRI Lanjutkan Aksi Korporasi Buyback Saham

IHSG Bangkit 4,9 Persen, OJK Perpanjang Relaksasi Buyback Saham dan Perketat Deteksi Transaksi

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Listing di BEI, Saham RISE Melonjak 69,33 Persen

Listing di BEI, Saham RISE Melonjak 69,33 Persen

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance