Klik tombol berikut ini untuk memesan edisi digital Majalah Stabilitas

Stabilitas Edisi 188 : Evaluasi dan Ekspektasi

11
Dilihat
0
Bagikan
11
Dilihat

Pembaca yang budiman

Industri keuangan memang menjadi sektor yang paling sibuk dan waspada selama pandemi berlangsung dua tahun belakangan ini. Kesibukan itu tentu karena para pemilik perusahaan harus bermanuver demi menghindari kejatuhan bisnis akibat krisis yang ditimbulkan oleh wabah Covid-19 yang bermula di Wuhan China itu.

Akan tetapi kesibukan para pelaku bisnis bukanlah yang paling tinggi intensitasnya jika dibandingkan dengan keadaan di dalam Gedung Otoritas Jasa Keuangan di kawasan Lapangan Banteng. Pengawas industri jasa keuangan ini tentu saja menjadi institusi yang lampu kerjanya terus menyala siang dan malam memelototi perkembangan ekonomi. Mereka memiliki  tanggung jawab secara undang-undang dan secara moral untuk menghindarkan sektor keuangan dari dampak yang parah dari pandemi yang telah bertransformasi menjadi krisis.

Memang tidak bisa dipungkiri lagi, selama selama lembaga pengawas itu berdiri sejak 2012 lalu, dua tahun terakhir ini adalah saat-saat yang paling berat terkait perannya dalam mengatur, mengawasi, dan melindungi seluruh pemangku kepentingan di industri keuangan. Tahun-tahun itu sekaligus menjadi pengalaman pertama otoritas itu menghadapi krisis ekonomi.

Tantangan itu, meski begitu, makin meningkat ketika tahun ini masa tugas Dewan Komisioner di bawah pimpinan Wimboh Santoso berakhir. Kabinet OJK itu telah resmi digantikan oleh Mahendra Siregar dan kawan-kawan. Ketika proses pemulihan ekonomi mulai terjadi dan otoritas diharapkan bisa menjaga kestabilan internalnya dalam mengawal hal tersebut, pimpinan OJK harus berganti.

Bahkan tantangan pertama dari suksesi itu saja sudah terlihat ketika pelantikan pelantikan Dewan Komisoner yang baru yang sedianya dilakukan Juni lalu harus mengalami penundaan. Memang ada persoalan ketatanegaraan karena terkait pelantikan itu diterbitkan Keputusan Presiden No 51 pada Mei 2022. Namun pada akhirnya Mahkamah Agung enggan melakukan pelantikan karena ada ketidaksesuaian dengan aturan yang lebih tinggi yaitu Undang-Undang terkait OJK.

Terlepas dari itu, pada akhirnya Dewan Komisioner OJK baru telah resmi berkantor di bilangan Lapangan Banteng. Terdapat beberapa hal yang kemungkinan akan jadi fokus utama kabinet OJK baru itu dalam jangka pendek ini.  Hal itu akan menjadi pembahasan utama dari laporan utama Stabilitas kali ini.

Pada tulisan pertama, kami akan mengetengahkan pemaparan mengenai permasalahan yang menjadi concern OJK dua tahun belakangan dan dianggap belum selesai. Sekaligus menjadi PR yang disisakan oleh Dewan Komisioner lama kepada Dewan Komisioner baru.

Pada tulisan selanjutnya kami akan mengulas mengenai sisi pengawasan OJK pada industri keuangan di luar perbankan. Harus diakui di sisi pengawasan ini masih ada kelemahan karena munculnya kasus Jiwasraya dan juga kasus fraud pada beberapa perusahaan asuransi ternama beberapa waktu lalu.

Berikutnya kami juga akan menampilkan artikel mengenai isu yang tengah berkembang di dunia startup. Seperti yang diketahui publik, beberapa startup mengumumkan pengurangan karyawan dan memunculkan isu kebangkrutan pada beberapa perusahaan rintisan itu. Selain itu juga akan dibahas isu mengenai startup yang sudah menerbitkan saham perdana.

Hal berikutnya yang akan kami sajikan dalam artikel laporan utama adalah mengenai pinjaman online ilegal yang selalu meresahkan masyarakat. Fenomena ini tampaknya belum bisa dihentikan otoritas dan selalu mencari korban-korban baru dengan cara-cara baru. Bagaimana hal itu menjadi perhatian khusus dari Dewan Komisioner OJK yang baru nanti, tentu akan menjadi bagian penting dari tulisan di sini.

Pembaca yang budiman, selain sajian laporan utama, kami juga tetap menampilkan tulisan-tulisan lain dalam rubrik tetap yang tentunya dihadirkan dari sudut pandang tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan.

Selamat membaca. ***

Klik tombol berikut ini untuk memesan edisi digital Majalah Stabilitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Solve : *
11 + 1 =


BACA JUGA

Related Posts

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.