Stabilitas.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) atau SIG membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp191 miliar pada tahun buku 2025. Capaian ini diraih di tengah tantangan perlambatan industri bahan bangunan domestik sepanjang tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tahun 2025 (audited), emiten semen pelat merah ini mengantongi pendapatan sebesar Rp35,24 triliun dengan total volume penjualan mencapai 37,93 juta ton.
Strategi Pasar Mikro dan Efisiensi Biaya
BERITA TERKAIT
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menjelaskan bahwa perseroan secara konsisten menjalankan transformasi bisnis sejak Juli 2025 yang berfokus pada tiga pilar utama: pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen.
“Disiplin menjalankan transformasi bisnis membuat SIG lebih berdaya saing dan adaptif. SIG mampu mempertahankan profitabilitas yang membuktikan ketahanan perusahaan menghadapi pasar domestik yang melambat,” ujar Vita dalam keterangan resmi, Rabu (1/4/2026).
Efisiensi ketat berhasil menekan beban pokok pendapatan sebesar 0,3% dan beban usaha turun 1,1% (yoy). Menariknya, beban keuangan bersih tercatat turun signifikan sebesar 32,7% (yoy) berkat penerapan tata kelola keuangan yang disiplin.
Ekspansi Regional dan Proyek Tuban
Untuk mengimbangi pasar domestik yang menantang, SIG memacu kinerja pasar regional. Penjualan regional tercatat melonjak 14,3% (yoy) menjadi 7,95 juta ton pada 2025, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 6,96 juta ton.
Ke depan, SMGR mengandalkan kerja sama strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation untuk proyek pengembangan dermaga dan fasilitas ekspor di Tuban, Jawa Timur.
“Kami menargetkan mulai ekspor pada pertengahan 2026 dari fasilitas Tuban dengan kapasitas 500 ribu hingga 1 juta ton semen per tahun,” tambah Vita. Kolaborasi ini juga mencakup pengembangan bisnis soil stabilization untuk membuka pangsa pasar baru di industri konstruksi.
Kinerja ESG: Intensitas Emisi Turun 21%
Di sisi keberlanjutan (Sustainability), SIG mencatatkan penurunan intensitas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) cakupan 1 sebesar 21% menjadi 561 kg CO2/ton semen dibandingkan baseline 2010.
Pencapaian ini didorong oleh peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif (biomassa dan RDF) yang mencapai 681.567 ton pada 2025, serta peningkatan thermal substitution rate menjadi 9,77%. Perseroan juga terus mengonversi gas panas buang menjadi energi listrik (WHRPG) dan memasang panel surya di unit operasional.
Strategi integrasi antara kinerja bisnis dan ESG ini diharapkan menjadi competitive advantage SMGR dalam menghadapi dinamika industri dan situasi geopolitik yang fluktuatif.***






.jpg)










