BERITA TERKAIT
Apa keuntungan terbesar dari penerapan branchless banking seperti rekening ponsel bagi CIMB Niaga?
Rekening Ponsel merupakan inovasi kami dalam rangka mewujudkan keuangan inklusif bagi banyak masyarakat yang belum menikmati layanan perbankan layaknya di area-area yang sudah terjangkau oleh kantor cabang bank. Teknologi Rekening Ponsel memanfaatkan hanya nomor ponsel layaknya nomor rekening, sehingga mempermudah masyarakat untuk menabung, mengambil uang, serta menikmati layanan-layanan perbankan lainnya seperti kirim uang, bayar tagihan, bayar belanja dan isi pulsa.
Bagi bank, apabila layanan perbankan ini bisa disubstitusi dengan teknologi, maka jangkauan bank melayani masyarakat makin luas. Bagi masyarakat yang jauh dari kantor cabang bank, tetap dapat menikmati fasilitas perbankan dengan aman dan tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi yang besar untuk datang ke bank (penghematan biaya). Bagi otoritas, masyarakat kini memiliki opsi yang lebih banyak dalam mengelola keuangan mereka, sehingga pada akhirnya branchless banking akan meningkatkan taraf kesejahteraan rakyat. Bagi perekonomian, seringkali hambatan dalam berkembang adalah sumber daya dan aliran dana yang tidak lancar merata. Dengan adanya branchless banking, tantangan batasan geografis akan semakin terdobrak, memungkinkan perekonomian lebih bergerak dan berkembang.
Seberapa lebih murah menggait nasabah via branchless banking seperti rekening ponsel, dengan mendirikan kantor cabang?
Mendirikan kantor cabang sudah pasti memerlukan investasi yang lebih besar. Secara gamblang, biaya pendirian bangunan kantor cabang, biaya rekrut dan pelatihan sumber daya manusia, biaya personel kantor cabang, biaya operasional sehari-hari cabang, ini sudah tidak ada lagi. Digantikan dengan biaya pengadaan kerja sama branchless banking dengan pihak ketiga yang disetujui oleh Otoritas.
Kondisi daerah berbeda dalam menarik uang dan menyimpan uang, bagaimana mengantisipasi ini?
Hal demikian selalu ada, dan mestinya tidak menjadi masalah selama daerah-daerah yang menyimpan uang juga dapat bertumbuh dengan baik. Perputaran uang dalam satu daerah bukan hal yang tidak baik, namun memang untuk perkembangan jangka panjang, diperlukan adanya pertukaran sumber daya dengan daerah lain yang berarti perputaran uang keluar masuk dari dan ke satu daerah tersebut. Otoritas juga melihat banyaknya daerah-daerah yang masih terisolir dengan satu sektor perekonomian yang dominan. Contoh, desa-desa pesisir mungkin hanya mengenal mata pencaharian dari industri perikanan. Untuk memungkinkan masyarakat desa pesisir dapat berkembang lebih baik, cara yang paling ampuh adalah memberikan mereka informasi yang memadai. Misalnya dengan memberikan informasi harga ikan di pasaran, sehingga mereka dapat menjual penangkapan mereka dengan harga yang layak. Hal-hal seperti ini dapat diterobos dengan teknologi mobile yang juga dominan digunakan dalam inisiatif branchless banking.
Ke depan, branchless banking akan memaksa banyak kantor cabang bank tutup?
Branchless banking adalah salah satu upaya menjangkau rakyat banyak yang sebelumnya tidak terjangkau oleh kantor cabang bank. Inisiatif ini masih dalam tahap sangat awal, di mana bank, Otoritas dan para agen branchless banking bersama-sama belajar dan mendalami proses ini dan mengembangkannya untuk keuangan inklusi yang lebih baik demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang infrastruktur perhubungannya masih belum baik, kami tidak melihat dalam jangka menengah kantor cabang akan ditutup. Core business bank adalah memberikan layanan perbankan. Sedangkan core business para agen branchless banking adalah bisnis apapun yang mereka pupuk, yang pastinya bukan layanan perbankan. Dalam jangka panjang pun, apabila infrastruktur kita belum jauh membaik, kantor cabang masih akan tetap sangat diperlukan sebagai perpanjangan tangan Otoritas memfasilitasi kegiatan-kegiatan branchless banking.
Apa saja risiko dari praktik branchless banking tersebut seperti rekening ponsel?
Terkait branchless banking, perlu adanya edukasi masyarakat yang memadai. Ini adalah tantangan klasik yang dihadapi baik Otoritas maupun bank yang sudah sekian lama bergandeng tangan berusaha mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mendapat layanan perbankan dengan standar yang jelas, tentang budaya menabung yang baik, tentang cara-cara bijak mengatur keuangan. Kemudahan branchless banking ini diupayakan oleh Otoritas untuk hal yang bermanfaat bagi masyarakat.
Namun selalu saja akan ada pihak yang tidak bertanggung jawab yang berusaha memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat demi keuntungan pribadi. Hal-hal seperti ini yang perlu diwaspadai oleh Otoritas, bank dan masyarakat pada umumnya. Rekening Ponsel sendiri sudah dibangun dengan teknologi standar keamanan bertaraf internasional. Sehingga penggunaannya oleh masyarakat yang bertanggung jawab tidak menyebabkan risiko apapun yang berarti.
Untuk menghindari risiko operasional terutama di bidang teknologi, apa mitigasi yang ditetapkan?
Kita sudah menetapkan setiap teknologi perbankan yang menggunakan mobile device, seperti Rekening Ponsel, perlu pengamanan berganda. Rekening Ponsel sebagai contoh, dilindungi oleh User ID dan passcode yang memastikan nomor ponsel yang digunakan perbankan adalah nomor yang didaftarkan oleh empunya. Transaksi finansial seperti tarik tunai, setor tunai, kirim uang, bayar belanja, bayar tagihan, top-up pulsa ponsel, semuanya dilindungi oleh PIN yang hanya diketahui oleh pemilik Rekening Ponsel. Apabila semuanya ini dijaga dengan baik, bahkan bila ponsel hilang sekalipun, tidak akan pihak lain yang dapat menggunakan Rekening Ponsel selain pemiliknya. Sehingga, uang tetap aman tersimpan.
Apakah perbedaan dari branchless banking, layanan keuangan digital dan mobile payment system?
Beberapa istilah ini memang muncul sejak Otoritas menggalakkan upaya keuangan inklusi. Layanan Keuangan Digital (LKD) sering dikaitkan dengan Mobile Payment System karena memang sarana yang digunakan adalah teknologi mobile atau ponsel. Inisiatif LKD diluncurkan oleh Bank Indonesia dalam upaya mendorong perkembangan branchless banking (layanan keuangan/perbankan tanpa cabang bank) menggunakan produk e-money.
















