• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Rabu, Januari 14, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Internasional

IMF: Kegagalan Rusia Membayar Hutang Tidak Mengganggu Ekonomi Dunia

Risiko kegagalan pembayaran utang Rusia dipicu oleh dijatuhkannya sanksi internasional oleh negara-negara barat dan juga beberapa negara Asia.

oleh Stella Gracia
14 Maret 2022 - 22:38
17
Dilihat
IMF: Kegagalan Rusia Membayar Hutang Tidak Mengganggu Ekonomi Dunia

Direktur Pengelolaan Dana IMF, Kristalina Georgieva

0
Bagikan
17
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas.id – Kegagalan Rusia dalam membayar hutangnya ke Bank Dunia, dipastikan tidak akan tidak akan memicu krisis keuangan global. Kegagalan Rusia ini dipicu karena dijatuhkannya sanksi internasional oleh negara-negara barat, setelah serangan invasi yang dilakukannya kepada Ukraina.

Hal ini disampaikan oleh pejabat lembaga donor global yang berpusat di Washington, International Monetary Fund (IMF) pada Minggu (13/3/22), sebagaimana dilansir The Guardian.

Direktur Pengelolaan Dana IMF, Kristalina Georgieva mengatakan sangsi yang diberikan oleh Amerika Serikat dan negara-negara lainnya telah memberikan dampak yang parah pada ekonomi Rusia dan akan memicu resesi yang mendalam di negara itu pada tahun ini.

BERITA TERKAIT

Indonesia Perkuat Strategi Pertumbuhan Ekonomi dan Penciptaan Lapangan Kerja Melalui Kerja Sama dengan Bank Dunia

Perry Warjiyo: Multilateralisme Lebih Efektif Hadapi Ketidakseimbangan Ekonomi Global

BI: Indonesia Apresiasi Hasil Financial Sector Assestment Program (FSAP) Indonesia 2024

Bank Indonesia: IMF Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tetap Kuat

Perang di Ukraina juga akan menaikkan harga pangan dan energi yang akan menyebabkan kelaparan di Afrika.

Georgieva juga mengatakan kepada program Face the Nation CBS: “Dalam hal pembayaran kewajiban utang, saya dapat mengatakan bahwa kita tidak lagi menganggap kegagalan Rusia sebagai peristiwa yang mustahil.”

“Rusia memiliki uang untuk membayar utangnya, tetapi tidak dapat mengaksesnya. Yang lebih saya khawatirkan adalah ada konsekuensi yang tidak hanya akan menimpa Ukraina dan Rusia,” tambahnya.

Pekan lalu, Kepala Ahli Ekonomi Bank Dunia, Carmen Reinhart, memperingatkan Rusia dan negara sekutunya Belarusia sangat mungkin mengalami kegagalan membayar hutang.

Di kesempatan lain, perwakilan Rusia memberikan pernyataan pada hari Minggu bahwa mereka mengandalkan China untuk membantu mereka mempertahankan ekonominya dari sanksi internasional, tetapi AS memperingatkan Beijing untuk tidak memberikan bantuan tersebut.

Menteri keuangan Rusia, Anton Siluanov, mengatakan Moskow tidak dapat mengakses $300 miliar dari $640miliar dalam satuan emas dan cadangan devisa, tetapi masih memegang sebagian dari cadangannya dalam mata uang China, yuan.

“Dan kami melihat tekanan apa yang diberikan oleh negara-negara barat pada China untuk membatasi perdagangan timbal balik dengan China. Tentu saja, ada tekanan untuk membatasi akses ke cadangan itu, ”katanya.

“Tetapi kemitraan kami dengan China akan tetap memungkinkan kami untuk mempertahankan kerja sama yang telah kami capai, dan tidak hanya mempertahankan, tetapi juga meningkatkannya di lingkungan di mana pasar barat ditutup,” tambahnya.

Rusia akan melakukan dua pembayaran bunga pada 16 Maret. Namun, negara itu akan memiliki batas waktu hingga 30 hari untuk melakukan pembayaran kupon.

IMF juga sangat khawatir dengan negara-negara yang belum pulih dari krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19, yang akan terpukul keras oleh lonjakan harga gandum dan komoditas lainnya. “Bagi mereka, kejutan ini sangat menyakitkan,” kata Georgieva. Negara lain sangat bergantung pada impor energi dari Rusia.

“Ya, perang di Ukraina berarti kelaparan di Afrika, tetapi perang di Ukraina juga memiliki implikasi sosial bagi banyak negara melalui tiga saluran,” katanya.

“Satu, harga komoditas, energi, biji-bijian, pupuk, logam dan lain-lain akan mengalami inflasi dan inflasi ini akan berdampak buruk di negara-negara yang sudah mengalami inflasi lebih dulu, ini peristiwa yang sangat dramatis.” tambahnya

Georgieva memberi contoh Brasil dan Meksiko. Inflasi yang melonjak akan memaksa pemerintah untuk memperketat dan mengawasi lebih dalam kondisi keuangan negara, dan memperparah kondisi kesulitan yang ada di masyarakat.***

Tags: Bank DuniaHutangimfRusiaRusia-UkrainaUtang Rusia
 
 
 
 
Sebelumnya

Ibu Kota Negara Pindah, Tidak Berarti Jakarta Ditinggalkan

Selanjutnya

Batu Bara Topang Transisi Energi di Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Konflik AS–Venezuela Memanas, Indonesia Peringatkan Preseden Berbahaya

Konflik AS–Venezuela Memanas, Indonesia Peringatkan Preseden Berbahaya

oleh Sandy Romualdus
5 Januari 2026 - 10:30

Stabilitas.id - Pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinan atas serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela, serta menilai langkah tersebut berisiko menjadi preseden...

Manufaktur Dorong Ekonomi Singapura Tumbuh 5,7% pada Akhir 2025

Manufaktur Dorong Ekonomi Singapura Tumbuh 5,7% pada Akhir 2025

oleh Sandy Romualdus
5 Januari 2026 - 10:14

Stabilitas.id - Perekonomian Singapura mencatat pertumbuhan 5,7% secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal IV 2025, meningkat dibandingkan ekspansi 4,3%...

Respon AS Tangkap Presiden Maduro, Paus Leo XIV: Rakyat Venezuela Harus Diutamakan

Respon AS Tangkap Presiden Maduro, Paus Leo XIV: Rakyat Venezuela Harus Diutamakan

oleh Stella Gracia
5 Januari 2026 - 09:25

Stabilitas.id - Paus Leo XIV menegaskan bahwa kesejahteraan rakyat Venezuela tetap harus menjadi prioritas utama setelah Presiden Nicolas Maduro ditangkap Amerika Serikat (AS)....

Inflasi di Atas Target, The Fed Didesak Tunda Akselerasi Pemangkasan Suku Bunga

Inflasi di Atas Target, The Fed Didesak Tunda Akselerasi Pemangkasan Suku Bunga

oleh Sandy Romualdus
3 Oktober 2025 - 11:25

Stabilitas.id – Presiden Federal Reserve Bank of Dallas, Lorie Logan, menilai langkah pemangkasan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin...

Pemerintah AS Terancam Shutdown, Gedung Putih Siapkan Skema PHK Massal ASN

Pemerintah AS Terancam Shutdown, Gedung Putih Siapkan Skema PHK Massal ASN

oleh Stella Gracia
26 September 2025 - 13:13

Stabilitas.id — Pemerintah Amerika Serikat menghadapi ancaman shutdown mulai 1 Oktober 2025 setelah Kongres gagal menyepakati rancangan anggaran tahunan. Gedung...

ANZ Didenda Rp2,6 Triliun, Terbesar Sepanjang Sejarah Perbankan Australia

ANZ Didenda Rp2,6 Triliun, Terbesar Sepanjang Sejarah Perbankan Australia

oleh Sandy Romualdus
16 September 2025 - 16:33

JAKARTA, Stabilitas.id — Otoritas keuangan Australia menjatuhkan denda sebesar 240 juta dolar Australia atau setara Rp2,62 triliun kepada ANZ Group,...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPSLB Bank Mandiri Tegaskan Dukungan Pemegang Saham dan Penguatan Strategi Menuju 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BRI Umumkan Dividen Interim Rp137 per Saham Tahun Buku 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Terbitkan POJK 32/2025 tentang Penyelenggaraan Buy Now Pay Later

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Natal dan Akhir Tahun, BI Perpanjang Jam BI-RTGS hingga 23.55 WIB

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Insentif Perpajakan Dinilai Dukung Daya Beli dan Daya Saing Usaha

Kejar Indonesia Emas 2045, Menkeu Dorong Sinkronisasi Fiskal, Keuangan, dan Investasi

BRI Hadirkan One Stop Pension Solution DPLK BRI di BRImo

OJK Dorong Keterbukaan Informasi Pasar Modal lewat Akses AKSes KSEI

POJK 35/2025 Terbit, OJK Longgarkan Aturan Perusahaan Pembiayaan

OJK Terbitkan POJK 31/2025, Perkuat Tata Kelola SRO Pasar Keuangan

Awal Tahun, Bank Neo Commerce Ajak Masyarakat Menata Ulang Keuangan

SIG Bidik Peluang Bisnis 2026 lewat Infrastruktur Berkelanjutan

Bank Jatim Gandeng LPPI Kembangkan Calon Pimpinan Cabang Lewat JLDP

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Batu Bara Masih Jadi Energi Paling Murah di Dunia, Kok Bisa?

Batu Bara Topang Transisi Energi di Indonesia

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance