• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Kamis, Oktober 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Laporan Utama

Karena Perempuan Lebih Paham Risiko

by Sandy Romualdus
25 Februari 2015 - 00:00
16
VIEWS
0
SHARES
16
VIEWS

Oleh Syarif Fadilah

Dalam budaya ketimuran, seperti di Indonesia, perempuan memiliki tempat istimewa, namun tidak jika berada di tempat kerja. Di sini, hingga beberapa belas tahun lalu, perempuan masih mendapatkan perlakuan beda ketika mengejar karier.

  • Baca juga: Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

Krisis yang terjadi beberapa kali dalam perekonomian global dalam sepuluh tahun terakhir, akan tetapi ,telah memberi pelajaran bahwa menafikan perempuan dalam perusahaan adalah sebuah kesalahan yang dapat menimbulkan sederet risiko di masa depan.

BERITA TERKAIT

No Content Available

Pelaku ekonomi di Barat sudah menyadari hal itu dan mulai merangkul lebih banyak perempuan untuk menduduki jabatan-jabatan strategis dan yang berhubungan dengan pengendalian risiko bisnis. Sebelum itu, dominannya kaum Adam di jabatan-jabatan strategis di perusahaan-perusahaan tidak bisa dipisahkan dengan kecenderungan perusahaan itu untuk mengambil risiko secara berlebihan dan mengabaikan manajemen risiko yang memadai.

Seorang ahli Matematikan dan Statistik dari Birkbeck College, Universitas London, Anne Sibert pernah menulis sebuah artikel yang menyebutkan bahwa peningkatan testosteron –yang hanya dimiliki oleh laki-laki, telah mendorong pengambilan risiko yang lebih besar dalam industri keuangan. “Dominannya laki-laki dalam pengambilan keputusan di institusi keuangan mendorong kecenderungan untuk mengambil risiko yang berlebihan, dan itulah jantung kekacauan (ekonomi) yang terjadi,” kata dia.

Di AS, gelombang perempuan-perempuan menduduki jabatan penting dalam pengelolaan risiko dimulai ketika Pamela Rogers memasuki bidang itu di General Motors, perusahaan otomotif terkemuka saat itu pada awal 1980-an. Sejak saat itu, dia tidak pernah meninggalkan kawasan manajemen risiko hingga mengatarkannya pada jabatan sebagai Vice President, Enterprise Risk and Insurance Management di Weight Watchers International, perusahaan publik di bidang kesehatan dan SDM berbasis di New York.

Akan tetapi, krisis pula yang mengakibatkan perusahaan mengurangi jumlah karyawan perempuan bersamaan dengan pengrumahan karyawan massal.

Pada 2012, Grant Thornton International Business Report mengeluarkan laporan bahwa tahun itu jumlah perempuan di jajaran manajemen senior hanya mencapai 21 persen dari populasi perusahaan global, atau hanya 2 persen lebih tinggi dari tahun 2004. Sementara itu, sebuah studi 2010 Catalyst mengungkapkan bahwa hanya 2,4 persen dari daftar Fortune 500 yang berisi jajaran eksekutif perusahaan adalah perempuan.

Asosiasi Perusahaan Asuransi Inggris (ABI) mengeluarkan rekomendasi bahwa perusahaan-perusahaan besar di sana harus mempekerjakan lebih banyak perempuan. Bahkan asosiasi itu mempromosikan perempuan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi di manajemen dan mengatakan bahwa langkah itu akan meningkatkan manajemen risiko perusahaan

Di Indonesia

Gelombang itu tampaknya juga terjadi di Indonesia. Kini, jabatan-jabatan penting di perbankan yang terkait dengan pengendalian risiko banyak dipegang oleh perempuan. Pada 10 bank beraset terbesar, satu dari lima orang di jajaran dewan direktur diisi oleh perempuan. Bahkan pada beberapa bank angkanya ada yang mencapai separo dari jumlah direksi.

Sebut saja, Bank BII yang menempatkan lima eksekutif perempuannya dari delapan anggota dewan direksi yang mana Dhien Tjahajani menduduki posisi pemimpin dalam urusan hukum dan kepatuhan. Atau Bank Permata yang memberikan tempat pada empat perempuan dalam jajaran direksi yang berjumlah sembilan orang dengan Mirah Wirjoatmodjo sebagai pejabat yang mengurusi kepatuhan. Bahkan bisa disimpulkan bahwa jabatan Direktur Kepatuhan atau yang berkaitan dengan manajemen risiko, hampir semua dipegang oleh perempuan.

Menurut pengamat ekonom Aviliani, keputusan untuk menempatkan perempuan dalam posisi kunci pengendalian risiko tepat. Menurut dia, ketika seorang perempuan menduduki posisi direktur kepatuhan dalam sebuah bank, mereka akan menerapkan standar prosedur dan tata tertib yang lebih ketat. Dengan menjaga fungsi kepatuhan berjalan sesuai aturan yang berlaku maka secara langsung keberadaan direktur perempuan bisa mencegah munculnya potensi risiko operasional lebih dini.

  • Baca juga: Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Contohnya adalah risiko operasional yang selalu menghantui perbankan sepanjang waktu. Sifat dasar perempuan yang tidak mudah tergiur dengan materi dan jabatan menjadi penyebab dari tereduksinya risiko operasional di sebuah bank. “Umumnya, perempuan di bank cenderung membelanjakan sesuatu dari gajinya sendiri. Hanya segelintir saja yang berpikiran ingin memenuhi kebutuhan gaya hidupnya yang supermewah,” kata perempuan yang juga menjadi Komisaris di Bank Mandiri ini.

Berbicara soal perempuan di perbankan Indonesia, terpaksa kita harus mengulas pula titik hitam ketika Malinda Dee, seorang manajer Citibank, membobol dana nasabah premium 2011 lalu. Akan tetapi, hal itu tidak menimbulkan kerusakan yang berarti pada citra perempuan yang mampu mencegah terjadinya fraud.

Ketelitian kaum Hawa dan kemampuan menjaga diri juga membuat kemungkinan tergelincir  pada mereka lebih kecil dari laki-laki pada umumnya. Dalam mengambil keputusan, perempuan juga lebih mengutamakan perasaan, sehingga putusan yang keluar sudah melalui pertimbangan masak. Sementara laki-laki, cenderung mengutamakan rasional dan hanya sedikit yang melibatkan unsur perasaan. ”Meski wanita lebih melibatkan perasaan dalam setiap langkahnya, bukan berarti wanita tidak berani mengambil keputusan,” kata dia.

Angela Minzoni Alessio, PhD, ahli antropologi bisnis dan industri dari The Ecole Centrale di Paris Prancis, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan media yang mengupas soal manajemen proyek bahwa perempuan dilahirkan untuk multi-tasking.

Menurut dia, melalui masa dari satu generasi ke generasi lain dan terlepas dari budaya nasional, perempuan telah dilatih bertanggung jawab untuk merawat kehidupan –kehidupan mereka sendiri sebagai pengasuh serta untuk kehidupan anak-anak mereka.

Perempuan secara tradisional telah dimasukkan ke dalam situasi untuk peduli tentang hal-hal yang berbeda pada saat yang sama: anak, rumah tangga (termasuk manajemen anggaran), pekerjaan profesional, merawat keluarga dan kerabat, dan lain-lain.

“Hal ini telah mengajarkan mereka untuk memiliki rasa pragmatis akut dan untuk mengembangkan mekanisme spontan dalam mendapatkan dan melintasi berbagai sumber informasi. Konteks ini juga telah meningkatkan kapasitas multidimensi perempuan dalam soal mendengarkan sesuatu,” kata Angela.

***

Manajemen Risiko: Antara Laki-laki dan perempuan

Perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam memandang manajemen risiko sudah dimulai sejak dari hulu, dengan cara yang terintegrasi untuk melihat manajemen dan strategi pada waktu yang sama. Bagi wanita, manajemen risiko lebih dilihat sebagai tantangan kolektif ketimbang individu, dengan tujuan untuk menciptakan kebijakan yang berkelanjutan stakeholder daripada mengembangkan langkah baru untuk kekuatan pribadi.

Contoh non-risiko terlihat pada seorang konduktor orkestra perempuan. Jika kita perhatikan gerakannya dan ekspresi konduktor perempuan cenderung ke arah mendengarkan dan harmonisasi pemain. Tidak heroik, agak berjingkrak, staccato, gerakan hampir ingar-bingar seperti yang biasa dilakukan sebagian besar konduktor orkestra laki-laki.

Jika kita merefleksikan sikap ini dengan manajemen risiko, kita mengamati wanita akan cenderung kurang impulsif dan lebih bersedia untuk mendengarkan dan secara eksplisit mengakui perasaan seperti bahaya dan ketakutan. Sikap ini sama juga menguntungkan bagi mengungkap kesalahan, suatu langkah penting dalam manajemen risiko. Namun demikian, karena konteks sosial gender di mana risiko tertanam, kita masih menemukan wanita mengadopsi standar laki-laki.

  • Baca juga: Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

Contoh lain yang menyangkut mengelola risiko yang nyata adalah soal strategis dan kompetitif intelijen. Dalam bidang ini, laki-laki cenderung untuk mereproduksi militer atau lebih agresif-defensif seperti pola maskulin tradisional pada umumnya. Sedangkan wanita tampaknya merancang pendekatan khusus untuk risiko berwujud berdasarkan koordinasi dinamis, sumber dan jaringan.

Dikutip dari wawancara Angela Minzoni Alessio, pakar antropologi industrial and bisnis dari The Ecole Centrale in Paris, pada www.pm4girls.elizabeth-harrin.com.           

Tags: perempuan paham risiko,manajemen risiko
 
 
 
 
 
Previous Post

MIAP: Peredaran Oli Palsu Diprediksi Lampaui Software

Next Post

Geliat Bankir Dari Planet Venus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Sejarah Uang

Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

by Stella Gracia
21 Oktober 2026 - 14:20

INDEF menyoroti fenomena makan tabungan akibat inflasi pangan di atas 5 persen yang membuat rata-rata saldo tabungan di bawah Rp100...

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

by Sandy Romualdus
21 Juli 2026 - 07:47

Bank BSN mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan kewirausahaan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan Stabilitas.id - Direktur Network...

Berantas Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 33.000 Rekening Penampung

Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

by Sandy Romualdus
10 Juli 2026 - 12:52

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengevaluasi revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 yang diajukan oleh sekitar 105 bank akibat penyesuaian...

Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

by Sandy Romualdus
21 Mei 2026 - 14:50

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta perbankan pelat merah (Himbara) untuk...

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

by Sandy Romualdus
13 April 2026 - 14:54

Stabilitas.id — Industri perbankan syariah nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan positif meski masih menghadapi tantangan penetrasi pasar yang belum optimal....

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

by Stella Gracia
1 April 2026 - 21:53

Stabilitas.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen, Kerek Deposit Facility dan Pangkas GWM Perbankan

Pangsa Pasar Sentuh 7 Persen, BI Pacu Pendalaman Sukuk Sekunder dan Repo Syariah

Manufaktur Tetap Ekspansif, PMI-BI Kuartal III/2026 Naik ke Level 52,28 Persen

Sambut Libur Akhir Tahun, BI Proyeksikan SBT Kegiatan Usaha Kuartal IV/2026 Tumbuh 10,77 Persen

Jaring Talenta Vokasi Global, Kemnaker Gelar InaSkills 2026 Berstandar Internasional

Soroti AI hingga Green Transformation, Pameran INCHEM TOKYO 2027 Gandeng Industri Global

JLL Ungkap Pasar Properti Indonesia Masuki Era Desentralisasi dan Aset Digital

Gandeng Danantara dan BNSP, Kemnaker Perkuat Ekosistem Sertifikasi Tenaga Kerja BUMN

Dominasi Mesin Pencari Tergerus, Pengguna GenAI Global Melonjak 57,2 Persen

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
CIMB Niaga Serahkan Donasi AMDB 2014 Senilai Rp300 Juta ke Dua Yayasan

CIMB Niaga Serahkan Donasi AMDB 2014 Senilai Rp300 Juta ke Dua Yayasan

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance