• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Rabu, Oktober 28, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Laporan Utama

Mengintegrasikan ‘Sister Company’

by Sandy Romualdus
5 Agustus 2015 - 00:00
244
VIEWS
Mengintegrasikan ‘Sister Company’
0
SHARES
244
VIEWS

BERITA TERKAIT

Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Tumbuh Jadi Rp45,2 Triliun

Lindungi Likuiditas Investor, BEI Rombak Aturan Suspensi dan UMA Saham Mulai November 2026

Edukasi Pasar Modal Ritel, Ajaib Hadirkan Live Trading Sepekan Bareng Komunitas Saham

Rebalancing Indeks Acuan BEI: PGEO dan UNVR Terdepak dari IDX30, AALI Masuk IDX80

Tiada hari tanpa rapat dan diskusi. Begitulah yang dilakukan manajemen Mega Corpora, kelompok usaha yang dibangun pengusaha Chairul Tanjung, untuk mempersiapkan implementasi manajemen risiko dan tata kelola terintegrasi seperti yang tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17/POJK.03/2014.
“Kami meeting setiap hari. Memetakan satu-satu profil risiko di masing-masing lembaga jasa keuangan. Ini sudah dilakukan sejak pertengahan tahun lalu. Dengan keluarnya Surat Edaran (SE) POJK No.17/POJK.03/2014, makin memudahkan kami memetakan profil risiko terintegrasi,” jelas Indivara Erni, Direktur Bank Mega kepada Stabilitas.
Konglomerasi Mega Corpora sendiri dibagi dalam empat kelompok usaha. Pertama, kelompok Bank (Bank Mega dan Bank Mega Syariah). Kedua, kelompok asuransi (Mega Insurance, Mega Life, Mega Jiwa). Ketiga, kelompok pembiayaan (Mega Finance, Mega Auto Finance, Mega Central Finance). Keempat, kelompok perusahaan efek (Mega Capital, Mega Asset, Mega Investama). Nah, dari keempat kelompok tersebut, Bank Mega ditunjuk sebagai entitas utama alias holding company.
Meski secara struktural Bank Mega sebagai entitas utama, namun Bank Mega tidak memiliki sepeserpun saham pada perusahaan relasi atau sister company yang ada di Mega Corpora lainnya seperti perusahaan asuransi, perusahaan pembiayaan dan juga perusahaan efek.
Nah, di sinilah kesulitan muncul.Kesulitan utama, kata Erni, adalah menyamakan cara penilaian risiko di masing-masing lembaga jasa keuangan (LJK) seperti asuransi, perusahaan pembiayaan dan juga perusahaan efek, memiliki kesulitan tersendiri. Sebab, hampir 90 persen yang diatur dalam aturan OJK merupakan kebijakan menyangkut perbankan. Padahal, tidak semua perusahaan yang dimiliki Mega Corpora adalah merupakan lembaga keuangan perbankan.
Dalam aturan itu dititikberatkan pengawasan pada empat hal Manajemen Risiko Terintegrasi (MRT): Pengawasan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Entitas Utama; Kebijakan, Prosedur dan Limit MRT; Proses MRT dan Sistem Informasi MRT; Pengendalian Internal Terintegrasi)
Dari empat pilar manajemen risiko terintegrasi yang diatur OJK, Mega Corpora sedang mempersiapkan implementasi tata kelola terintegrasi (TKT). Untuk pilar 1 dan 2 misalnya, langkah itu dilakukan dengan penunjukan entitas utama (Bank Mega), lalu pembentukan Komite Tata Kelola Terintegrasi, pembentukan unit kerja GCG terintegrasi serta pembentukan satuan kerja kepatuhan terintegrasi. Kesulitannya, tidak semua lembaga di Mega Corpora mempunyai struktur Dewan Direksi yang lengkap. Selain itu, tidak semua LJK seperti perusahaan asuransi, terbiasa dengan satuan kerja management risiko.
“Ini perlu dibentuk dan pembentukan SKMR seperti pada perusahaan asuransi membutuhkan waktu dan sumber daya manusia. Menyamakan cara penilaian risiko di masing-masing LJK, adalah hal yang susah, karena tidak semua LJK adalah bank,” ucapnya.
Beruntung, masih ada Mega Corpora yang mem-back up Bank Mega, sehingga lembaga keuangan –lembaga keuangan itu bisa saling sharing. “Mega Corpora-nya support dan masing-masing direksi LJK juga pro aktif,” tuturnya.
Penilaian Profil Risiko
Erni bercerita, Bank Mega selaku entitas utama sudah melakukan beberapa tahapan untuk menjalankan aturan dari OJK itu. Sampai saat ini sudah sampai tahap uji coba untuk melakukan penilaian profil resiko. “Angka-angkanya sudah keluar, tapi terus terang dengan keluarnya SE (Surat Edaran) membantu untuk pengukurannya. Karena kan guideline-nya selama ini mengacu pada penilaian bank,” jelas Erni.
Langkah pertama yang dilakukan Bank Mega adalah memetakan profil risiko terintegrasi. Ada ada 10 profil risiko terintegrasi pada perusahaan di bawah Mega Corpora, yakni risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko reputasi, risiko stratejik, risiko kepatuhan, risiko transaksi intra-group (ketergantungan finansial perusahaan terhadap perusahaan lainnya dalam konglomerasi, dalam memenuhi kewajibannya), risiko asuransi (kerugian klaim akibat kesalahan proses underwriting, penentuan premi, dll).
Dari situ barulah dilakukan pengukuran secara kualitatif terhadap empat kategori perusahaan Mega Corpora (Bank, Pembiayaan, Asuransi, Efek). Contoh indikator/parameter risiko itu misalnya tentang strategi penyediaan dana dan sumber dana timbulnya penyediaan dana. Di sini dihitung seberapa besar prosentase dari proses penyediaan dana, tingkat kompetisi dan pertumbuhan aset, misalnya outstanding kredit (dan/atau pembiayaan) LJK dibandingkan rata-rata outstading kredit (dan/atau pembiayaan) peer group; lalu aset LJK dibandingkan rata-rata aset peer group.
Sementara indikator untuk pendekatan pengukuran interaksi intra group Mega mulai dari keterkaitan kepemilikan; keterkaitan aktifitas usaha; eksposur tagihan dan komitmen kepada/dari LJK lain dalam grup; eksposur tagihan dan komitmen kepada/dari pemilik saham; aktifitas pengalihan risiko melalui asuransi/reasuransi dalam grup; sampai keterkaitan aktifitas operasional.
Menurut Erni, secara keseluruhan persiapan implementasi MRT di Mega Corpora, untuk rancangan worksheet profil risiko terintegrasi statusnya sudah dilakukan, penilaian profil risiko teintegrasi statusnya on-progress (target Q3-2015), pelaporan profil risiko terintegrasi ditargetkan Februari 2016 selesai, pelaksanaan rapat Komite MRT dan koordinasi Support-Group KMRT statusnya sama-sama on-going.

  • Baca juga: Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta
  • Baca juga: Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif
  • Baca juga: Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank
 
 
 
 
 
Previous Post

Aturan ‘Penghubung’ Ala Bank Mandiri

Next Post

Menghindari Risiko Tak Terkendali

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Sejarah Uang

Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

by Stella Gracia
21 Oktober 2026 - 14:20

INDEF menyoroti fenomena makan tabungan akibat inflasi pangan di atas 5 persen yang membuat rata-rata saldo tabungan di bawah Rp100...

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

by Sandy Romualdus
21 Juli 2026 - 07:47

Bank BSN mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan kewirausahaan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan Stabilitas.id - Direktur Network...

Berantas Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 33.000 Rekening Penampung

Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

by Sandy Romualdus
10 Juli 2026 - 12:52

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengevaluasi revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 yang diajukan oleh sekitar 105 bank akibat penyesuaian...

Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

by Sandy Romualdus
21 Mei 2026 - 14:50

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta perbankan pelat merah (Himbara) untuk...

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

by Sandy Romualdus
13 April 2026 - 14:54

Stabilitas.id — Industri perbankan syariah nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan positif meski masih menghadapi tantangan penetrasi pasar yang belum optimal....

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

by Stella Gracia
1 April 2026 - 21:53

Stabilitas.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Tumbuh Jadi Rp45,2 Triliun

Lindungi Likuiditas Investor, BEI Rombak Aturan Suspensi dan UMA Saham Mulai November 2026

Edukasi Pasar Modal Ritel, Ajaib Hadirkan Live Trading Sepekan Bareng Komunitas Saham

Rebalancing Indeks Acuan BEI: PGEO dan UNVR Terdepak dari IDX30, AALI Masuk IDX80

Terpakai Rp17 Triliun, Bank Mandiri Jelaskan Fasilitas Kredit Rp40 Triliun ke Jhonlin Group

Tindak 330 Entitas Ilegal, Satgas PASTI dan IASC Blokir Rekening Penipuan Rp825,2 Miliar

CASA Tembus Rp733,7 Triliun, BNI Bukukan Laba Operasional Kuartal III Terbesar Sepanjang Sejarah

Alokasikan Rp1 Triliun di Tahap II, BRI Lanjutkan Aksi Korporasi Buyback Saham

IHSG Bangkit 4,9 Persen, OJK Perpanjang Relaksasi Buyback Saham dan Perketat Deteksi Transaksi

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Laba Bersih BRIsyariah Meningkat 150% di Triwulan I 2020

BRISyariah Luncurkan Simpel iB

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance