• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Senin, September 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Kesenjangan Tembus 24,04 Poin: Phi Institute Peringatkan Risiko Inklusi Keuangan Semu

oleh Sandy Romualdus
13 Agustus 2026 - 06:15
14
Dilihat
Kesenjangan Tembus 24,04 Poin: Phi Institute Peringatkan Risiko Inklusi Keuangan Semu
0
Bagikan
14
Dilihat

Phi Institute soroti gap 24,04% antara literasi (69,57%) dan inklusi keuangan (93,61%) hasil SNLIK 2026. Berisiko picu penipuan & pinjol ilegal.

Stabilitas.id – Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatatkan kenaikan indeks literasi keuangan Indonesia menjadi 69,57%, naik dari posisi 66,64% pada 2025. Kendati mengalami pertumbuhan positif, tingkat pemahaman masyarakat tersebut dinilai masih tertinggal jauh di belakang indeks inklusi keuangan yang telah menembus 93,61%.

  • Baca juga: Indeks Inklusi Syariah Baru 13,24%, OJK Bersama DPR dan LPS Pacu Ekosistem EKSiS 2026

Lembaga kajian Phi Institute menyoroti adanya kesenjangan (gap) lebar sebesar 24,04 poin persentase antara tingginya akses masyarakat terhadap produk keuangan dan kemampuan mereka dalam memahami karakteristik risikonya.

Founder Phi Institute, Raja Suhud, menegaskan bahwa lebarnya selisih tersebut memperlihatkan percepatan akses layanan keuangan yang tidak diimbangi dengan edukasi mengenai manfaat, biaya, hak, kewajiban, serta risiko produk.

BERITA TERKAIT

Indeks Inklusi Syariah Baru 13,24%, OJK Bersama DPR dan LPS Pacu Ekosistem EKSiS 2026

Rombak Strategi Edukasi, Ketua DK LPS Anggito Abimanyu Beberkan 5 Pilar Literasi Penjaminan

Lampaui Target RPJMN 2029 Lebih Cepat, OJK Beberkan 5 Strategi Tutup Gap Literasi-Inklusi

Indeks Literasi dan Inklusi 2026 Naik, Ada Lompatan Pesat di Perdesaan dan Kalangan Perempuan

“Selisih lebih dari 24 poin persentase berisiko melahirkan inklusi keuangan yang semu. Masyarakat memiliki rekening, menggunakan pinjaman digital, membeli asuransi, atau mulai berinvestasi, tetapi belum tentu memahami karakteristik dan risiko produk tersebut,” ujar Raja Suhud dalam keterangan resminya, Selasa (11/8/2026).

Raja menambahkan, ekspansi akses tanpa literasi yang memadai dapat memperbesar kerentanan masyarakat terhadap berbagai modus penipuan (scam), investasi bodong, jeratan pinjaman online tidak bertanggung jawab, hingga pembelian produk finansial yang tidak sesuai kebutuhan.

Pelaksanaan SNLIK 2026 sendiri dilakukan secara komprehensif menjangkau 75.000 responden di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota menggunakan metode wawancara tatap muka Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI).

Ketimpangan Demografis Masih Lebar

Berdasarkan analisis Phi Institute, kesenjangan pemahaman keuangan masih terdistribusi secara tidak merata antarwilayah dan kelompok sosial-ekonomi:

Wilayah Perkotaan vs Perdesaan: Indeks literasi di perkotaan mencapai 72,54% (inklusi 95,47%), sedangkan di perdesaan literasi hanya 64,42% (inklusi 90,39%).

  • Baca juga: Rombak Strategi Edukasi, Ketua DK LPS Anggito Abimanyu Beberkan 5 Pilar Literasi Penjaminan

Tingkat Pendidikan: Masyarakat yang tidak sekolah/tidak tamat SD memiliki indeks literasi sangat rendah sebesar 45,23%, berbanding jauh dengan lulusan perguruan tinggi yang mencapai 93,46%.

Tingkat Pendapatan: Kelompok berpendapatan di bawah Rp 500.000 per bulan mencatatkan literasi 51,71%, sementara kelompok berpendapatan di atas Rp 3,5 juta per bulan mencapai 89,65%.

“Kelompok yang secara ekonomi dan sosial lebih rentan justru menghadapi keterbatasan lebih besar. Oleh karena itu, literasi keuangan harus diposisikan sebagai agenda pemerataan dan perlindungan sosial,” tegas Raja.

Di sisi lain, Phi Institute memberikan catatan khusus terkait rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat mengenai lembaga penjaminan.

Meski 62,51% pemilik rekening tahu simpanannya dijamin, hanya 46,31% yang mengenali logo Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Lebih prihatin lagi, pengetahuan masyarakat mengenai penjaminan polis asuransi selain BPJS baru menyentuh angka 12,47%. Hal ini perlu menjadi perhatian serius mengingat LPS akan segera menjalankan Program Penjaminan Polis.

Rekomendasi 5 Langkah Pembenahan

Guna memastikan inklusi keuangan yang berkualitas, Phi Institute mendorong lima langkah strategis:

  • Penguatan Kurikulum Sekolah: Integrasi praktik pengelolaan uang, tabungan, utang, dan perlindungan data pribadi sejak dini.
  • Transparansi Informasi Industri: Lembaga Jasa Keuangan (LJK) wajib menyederhanakan ringkasan biaya, risiko, dan kriteria produk.
  • Edukasi Tersegmentasi: Prioritas sosialisasi kepada masyarakat desa, pekerja informal, petani, nelayan, dan pelaku UMKM.
  • Sinergi Literasi Digital: Menyelaraskan edukasi keamanan data pribadi dengan perluasan produk fintech.
  • Evaluasi Berbasis Perubahan Perilaku: Mengukur keberhasilan program berdasarkan perbaikan keputusan keuangan masyarakat, bukan sekadar jumlah peserta acara.

***

  • Baca juga: Lampaui Target RPJMN 2029 Lebih Cepat, OJK Beberkan 5 Strategi Tutup Gap Literasi-Inklusi

Ringkasan Indikator Utama SNLIK 2026 & Profil Literasi Keuangan Indonesia

Kategori / Indikator Demografi Indeks Literasi Keuangan (%) Indeks Inklusi Keuangan (%) Kesenjangan / Gap (Poin %)
Agregat Nasional (SNLIK 2026)
69,57% 93,61%
24,04 poin
(Pencapaian SNLIK 2025)
(66,64%) (92,74%)
(26,10 poin)
Area Perkotaan (Urban)
72,54% 95,47%
22,93 poin
Area Perdesaan (Rural)
64,42% 90,39%
25,97 poin
Pendidikan: Tidak Tamat SD
45,23% –
Tingkat pemahaman sangat rendah
Pendidikan: Perguruan Tinggi
93,46% –
Pemahaman sangat memadai
Pendapatan: < Rp 500 Ribu/bulan
51,71% –
Rentan terhadap risiko keuangan
Pendapatan: > Rp 3,5 Juta/bulan
89,65% –
Akses & pemahaman tinggi
Pengetahuan Simpanan Dijamin LPS
62,51% –
Kenal Logo LPS: 46,31%
Pengetahuan Penjaminan Polis Asuransi
12,47% –
Perlu peningkatan sosialisasi LPS
Tags: Gap Literasi InklusiInklusi Keuangan RILiterasi Keuangan Indonesia 2026Penjaminan polis LPSPhi InstitutePhi Institute Raja SuhudSNLIK 2026
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Dukung Target FOLU Net Sink 2030, Prudential Indonesia Akumulasikan Penanaman 30.800 Pohon Mangrove

Selanjutnya

BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Kinerja Semester I 2026 Mengkilap, KB Bank Catat Pertumbuhan Aset Menjadi Rp86,11 Triliun

Kinerja Semester I 2026 Mengkilap, KB Bank Catat Pertumbuhan Aset Menjadi Rp86,11 Triliun

oleh Stella Gracia
21 September 2026 - 09:47

KB Bank mencatatkan pertumbuhan total aset 12,71% yoy menjadi Rp86,11 triliun dan lonjakan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 54,44% pada...

Krisis Modal dan Likuiditas Tak Tertolong, OJK Resmi Cabut Izin Usaha BPR Pasarraya Kuta Bali

Krisis Modal dan Likuiditas Tak Tertolong, OJK Resmi Cabut Izin Usaha BPR Pasarraya Kuta Bali

oleh Stella Gracia
21 September 2026 - 08:34

OJK resmi mencabut izin usaha PT BPR Pasarraya Kuta Bali pada 17 September 2026 akibat kegagalan pemegang saham dalam menyelesaikan...

Perkuat Campus Financial Ecosystem, BNI dan Unpad Integrasikan Layanan Perbankan Digital

Perkuat Campus Financial Ecosystem, BNI dan Unpad Integrasikan Layanan Perbankan Digital

oleh Sandy Romualdus
20 September 2026 - 21:05

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mengeskalasi kemitraan strategis dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) melalui integrasi Campus Financial Ecosystem dan...

Sasar Mahasiswa Unpad, BNI Pamerkan Kecanggihan wondr di Jatinangor Music Fest

Sasar Mahasiswa Unpad, BNI Pamerkan Kecanggihan wondr di Jatinangor Music Fest

oleh Sandy Romualdus
20 September 2026 - 17:50

BNI meramaikan Jatinangor Music Fest IKA Unpad 2026 dengan menghadirkan layanan digital wondr by BNI, promo QRIS, dan mobil O-Branch...

Incar Jejaring Raksasa Muhammadiyah, Bank BSN dan MBC Bangun Ekosistem Emas Syariah

Incar Jejaring Raksasa Muhammadiyah, Bank BSN dan MBC Bangun Ekosistem Emas Syariah

oleh Sandy Romualdus
19 September 2026 - 20:36

Bank BSN menjalin kerja sama strategis dengan PT Mentari Bayt Coin (MBC) untuk memasok emas fisik bersertifikasi SNI guna memperkuat...

Suntik Dana Rp443 Triliun, Citi Foundation Siapkan Talenta Muda Indonesia Hadapi Era AI

Suntik Dana Rp443 Triliun, Citi Foundation Siapkan Talenta Muda Indonesia Hadapi Era AI

oleh Stella Gracia
18 September 2026 - 12:05

Citi Foundation mengalokasikan dana hibah sebesar USD25 juta melalui Global Innovation Challenge 2026 guna membekali generasi muda dengan keterampilan AI...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Aturan Main Demutualisasi Terbit, OJK Larang Keras Kepemilikan Mayoritas Saham BEI

Aturan Main POJK Segera Terbit, Kepemilikan Saham Mayoritas BEI Wajib Lewati Skrining Ketat OJK

IHSG Sesi I Tertekan ke Level 6.439, Aksi Jual Asing dan Sentimen Suku Bunga Jadi Pemicu

Tantangan Ganda Himbara: OJK Soroti Transmisi Bunga Kredit dan Risiko Pembiayaan Megaproyek Pemerintah

Kompak Kerek Harga, BBM Non-Subsidi Pertamina dan Swasta Kompak Tembus Rekor Baru

Konsisten Terapkan ESG, SIG Jaga Profitabilitas Lewat Praktik Tata Kelola Standar ACGS

Kinerja Semester I 2026 Mengkilap, KB Bank Catat Pertumbuhan Aset Menjadi Rp86,11 Triliun

Krisis Modal dan Likuiditas Tak Tertolong, OJK Resmi Cabut Izin Usaha BPR Pasarraya Kuta Bali

Transaksi QRIS Tembus Rp600 Triliun, BI Soroti Kesenjangan Literasi dan Darurat Anti-Scam

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO

BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance