• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Restrukturisasi KCIC: Kemenkeu Kuasai 60% Saham, Utang Dikelola via SMV

oleh Stella Gracia
7 Agustus 2026 - 11:26
43
Dilihat
Restrukturisasi KCIC: Kemenkeu Kuasai 60% Saham, Utang Dikelola via SMV
0
Bagikan
43
Dilihat
Menkeu Purbaya ambil alih 60% saham dan utang KCIC via SMV. Proses pengalihan skema pembiayaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KJB) atau Whoosh tersebut ditargetkan selesai pertengahan September 2026.

Stabilitas.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memutuskan untuk mengambil alih pengelolaan beban utang dan kepemilikan saham mayoritas PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dari konsorsium PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI yang berada di bawah naungan Badan Pengelola BUMN (Danantara).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa proses pengalihan skema pembiayaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KJB) atau Whoosh tersebut ditargetkan selesai pertengahan September 2026.

  • Baca juga: Kemenkeu: 91 Persen Pembiayaan Investasi 2027 Bergantung pada Sektor Swasta

Purbaya menegaskan bahwa pengalihan beban pinjaman ini nantinya dikelola melalui Special Mission Vehicle (SMV) atau badan usaha khusus milik Kemenkeu—seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)—sehingga diyakini tidak akan membebani postur APBN secara langsung.

BERITA TERKAIT

Kemenkeu: 91 Persen Pembiayaan Investasi 2027 Bergantung pada Sektor Swasta

Dua Tokoh Danantara Indonesia Masuk Radar Calon Gubernur PFII

Suntik Pemda Rp20,5 Triliun, Menkeu Purbaya Pastikan Pembayaran Gaji PPPK Aman

Perluas Basis Perpajakan di RAPBN 2027, Kemenkeu Bidik Potensi Pajak Sewa Rumah

“Ini diserahkan dari Danantara ke Kementerian Keuangan. Prosesnya kita percepat, pertengahan September sudah clear. Nanti kita pakai salah satu tangan SMV fiskal kita untuk mengelola. Jadi tidak langsung jadi tanggung jawab APBN,” ujar Purbaya usai melakukan pertemuan restrukturisasi bersama COO Danantara Dony Oskaria di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat.

Melalui skema baru ini, Kemenkeu akan memegang langsung 60% porsi saham kepemilikan KCIC, sementara 40% sisanya tetap dikuasai oleh konsorsium BUMN China.

  • Baca juga: Dua Tokoh Danantara Indonesia Masuk Radar Calon Gubernur PFII

Direktur Ekonomi Digital Celios Nailul Huda menilai klaim pemerintah yang menyebut penggunaan entitas SMV tidak membebani fiskal kurang tepat secara substansi. Menurutnya, pembiayaan yang masuk ke dalam SMV Kemenkeu pada hakikatnya tetap memanfaatkan dana dari neraca APBN.

“Secara prinsip, SMV ini kan di bawah langsung Kementerian Keuangan, sama seperti BUMN di bawah Danantara. Bedanya, SMV diawasi langsung Kemenkeu saat diberikan bantuan keuangan, termasuk untuk pembayaran utang Whoosh,” jelas Huda kepada wartawan, Kamis (6/8/2026).

Sebagai informasi, sekitar 75% dari total nilai investasi awal Whoosh dibiayai melalui pinjaman dari China Development Bank (CDB) dengan tenor 40 tahun dan tingkat bunga 2%.

  • Baca juga: Suntik Pemda Rp20,5 Triliun, Menkeu Purbaya Pastikan Pembayaran Gaji PPPK Aman

Namun, proyek ini mengalami pembengkakan biaya (cost overrun) sebesar US$1,2 miliar. Untuk menutupi porsi konsorsium Indonesia atas *cost overrun* tersebut, dilakukan penarikan pinjaman tambahan sebesar US$542,7 juta dari CDB yang terbagi dalam dua denominasi: US$325,6 juta (bunga 3,2%) dan RMB217 juta (bunga 3,1%) dengan tenor 45 tahun. ***

Tags: #kemenkeuPurbaya Yudhi SadewaRestrukturisasi KCICSMV KemenkeuUtang Whoosh
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Bantah Isu Gaji Manajer Kopdes Rp16 Juta, Menkeu Purbaya: Ketinggian, Kisarannya Selevel UMP

Selanjutnya

Terapkan Risk-Based Pricing, JULO Salurkan Pembiayaan Rp28 Triliun di 38 Provinsi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

oleh Stella Gracia
20 Agustus 2026 - 07:22

Semen Gresik raih Top Brand Award 2026 kategori semen. Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni sebut raihan ini bukti kepercayaan publik...

Mereka Butuh Pengakuan, Bukan Financial

Pegang Teguh Stability over Growth, BI Fokus Amankan Target Inflasi dan Stabilitas Moneter

oleh Sandy Romualdus
19 Agustus 2026 - 15:52

BI tahan BI Rate di 5,75% pasca RDG. Ekonom Senior Ryan Kiryanto sebut kebijakan 'higher for longer' tepat jaga rupiah...

Dunia Masih Tertekan, BI Ungkap 3 Tantangan Besar yang Menghadang Ekonomi RI

Serapan Kenaikan Bunga Juni Belum Optimal, Motto Stability Over Growth Masih Relevan Bagi BI

oleh Sandy Romualdus
19 Agustus 2026 - 05:11

Jelang RDG BI, Ekonom Senior yang juga Associate Faculty LPPI Ryan Kiryanto prediksi BI Rate bertahan di 5,75%. Prinsip stability...

BNI Bawa Danantara Housing Expo Lebih Dekat dengan Masyarakat

BNI Bawa Danantara Housing Expo Lebih Dekat dengan Masyarakat

oleh Sandy Romualdus
16 Agustus 2026 - 10:52

BNI menghadirkan booth Danantara Housing Expo 2026 di Grha BNI, Jakarta, untuk memperkenalkan program serta solusi pembiayaan perumahan kepada karyawan...

Gempa M 7,7 Guncang NTT, 200 BTS Terdampak dan Sinyal Tiga Operator Terganggu

Gempa M 7,7 Guncang NTT, 200 BTS Terdampak dan Sinyal Tiga Operator Terganggu

oleh Sandy Romualdus
15 Agustus 2026 - 16:42

Komdigi pantau pemulihan 200 BTS seluler terdampak gempa M 7,7 di NTT. Layanan Telkomsel, XLsmart, dan Indosat terganggu di 10...

Lanjutan Sukses ORI030, Sukuk Ritel SR025 Ditargetkan Garap Potensi Reinvestasi Investor

Lanjutan Sukses ORI030, Sukuk Ritel SR025 Ditargetkan Garap Potensi Reinvestasi Investor

oleh Stella Gracia
14 Agustus 2026 - 09:27

Kementerian Keuangan rilis Sukuk Ritel SR025 pada 21 Agustus–16 September 2026. Indef sebut prospek SR025 kuat usai rekor penjualan ORI030...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Potret Bankir Millenial dan Gen Z

    Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Fantastis! Kado Milad Ke-1 Laba BSN Meroket 40%, Aset Tembus Rp 81,1 Triliun

BNI Hadirkan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT

Gandeng Dompet Dhuafa dan Pemdes, Manulife Indonesia Perkuat Kemandirian Komunitas Perdesaan

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

Lompatan Kemerdekaan dari Genggaman Digital

Gelar Pameran Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Sabet Rekor MURI

Permodalan Negatif dan Gagal Penyehatan, OJK Cabut Izin Usaha BPR Citra Bersada Abadi

Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Terapkan Risk-Based Pricing, JULO Salurkan Pembiayaan Rp28 Triliun di 38 Provinsi

Terapkan Risk-Based Pricing, JULO Salurkan Pembiayaan Rp28 Triliun di 38 Provinsi

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance