GOTO raih laba bersih Rp 423 miliar di Semester I 2026. Maybank Sekuritas pertahankan rekomendasi BUY dengan target harga Rp 80 per saham.
Stabilitas.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membukukan kinerja operasional dan keuangan yang solid sepanjang semester I 2026 dengan mengantongi laba bersih sebesar Rp 423 miliar. Pencapaian ini berbalik signifikan dari proyeksi awal yang memperkirakan potensi kerugian perseroan.
Atas capaian tersebut, Maybank Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi beli (buy) untuk saham GOTO dengan target harga di level Rp 80 per saham. Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Etta Rusdiana Putra, menilai keberhasilan penyehatan kinerja keuangan GOTO tecermin dari perolehan laba bersih kuartalan sebesar Rp 253 miliar pada kuartal II 2026.
Sepanjang enam bulan pertama tahun 2026, pendapatan bersih GOTO tercatat mencapai Rp 11 triliun atau melonjak 29% secara tahunan (year-on-year/yoy). Realisasi ini telah memenuhi sekitar 64% dari target pendapatan penuh tahun 2026 yang diproyeksikan sebesar Rp 17,3 triliun. Laba operasional perseroan juga berhasil menembus Rp 782 miliar.
BERITA TERKAIT
Pertumbuhan kinerja GOTO disokong utama oleh bisnis On-Demand Services (ODS) yang menyumbang pendapatan bersih Rp 6,9 triliun (+16% yoy) serta segmen teknologi finansial (fintech) yang melaju agresif dengan kenaikan pendapatan 55% yoy menjadi Rp 4 triliun. Sementara itu, pendapatan dari biaya layanan e-commerce merangkak naik 5% yoy menjadi Rp 551 miliar.
Kendati demikian, Etta memberi catatan bahwa ujian sesungguhnya bagi pemulihan kinerja GOTO baru akan berlangsung pada semester II 2026. Hal ini seiring dimulainya kebijakan batas tarif komisi (take rate) maksimal 8% untuk layanan transportasi roda dua per Juli 2026, mengingat segmen roda dua menyumbang sekitar 7% terhadap total pendapatan grup. Risiko regulasi lain serta faktor makroekonomi seperti suku bunga tinggi dan gejolak nilai tukar Rupiah juga tetap perlu diwaspadai.
Di sisi internal, manajemen GOTO tetap optimistis mengarungi paruh kedua tahun ini dengan mempertahankan target EBITDA yang disesuaikan (Adjusted EBITDA) grup di rentang Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun. Manajemen mengerek target Adjusted EBITDA bisnis fintech menjadi Rp 1,7 triliun–Rp 1,8 triliun, sembari menyesuaikan target Adjusted EBITDA ODS ke kisaran Rp 1,4 triliun–Rp 1,5 triliun. Perseroan juga berencana membatalkan 32 miliar saham treasuri atau setara 2,7% dari total saham beredar yang diyakini bakal menjadi katalis positif bagi nilai pemegang saham.
Secara jangka panjang, Maybank Sekuritas memproyeksikan GOTO masih akan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 375 miliar pada akhir tahun 2026 dengan konsolidasi pendapatan sebesar Rp 17,31 triliun. Namun memasuki tahun 2027, GOTO diperkirakan sudah mampu membukukan laba bersih secara penuh sebesar Rp 950 miliar dengan topangan pendapatan hingga Rp 18,38 triliun. ***

















