• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, Agustus 13, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Market

Diuji Aturan ‘Take Rate’ 8% pada Semester II, Maybank Patok Target Harga GOTO di Rp 80

oleh Stella Gracia
4 Agustus 2026 - 09:23
128
Dilihat
Tertahan di Level ‘Gocap’, GOTO Kebut Restu Buyback Saham Rp3,5 Triliun
0
Bagikan
128
Dilihat

GOTO raih laba bersih Rp 423 miliar di Semester I 2026. Maybank Sekuritas pertahankan rekomendasi BUY dengan target harga Rp 80 per saham.

Stabilitas.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membukukan kinerja operasional dan keuangan yang solid sepanjang semester I 2026 dengan mengantongi laba bersih sebesar Rp 423 miliar. Pencapaian ini berbalik signifikan dari proyeksi awal yang memperkirakan potensi kerugian perseroan.

  • Baca juga: Batal Jadi Saham ESOP, GOTO Pangkas Modal Lewat Pembatalan 32,19 Miliar Saham Tresuri

Atas capaian tersebut, Maybank Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi beli (buy) untuk saham GOTO dengan target harga di level Rp 80 per saham. Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Etta Rusdiana Putra, menilai keberhasilan penyehatan kinerja keuangan GOTO tecermin dari perolehan laba bersih kuartalan sebesar Rp 253 miliar pada kuartal II 2026.

Sepanjang enam bulan pertama tahun 2026, pendapatan bersih GOTO tercatat mencapai Rp 11 triliun atau melonjak 29% secara tahunan (year-on-year/yoy). Realisasi ini telah memenuhi sekitar 64% dari target pendapatan penuh tahun 2026 yang diproyeksikan sebesar Rp 17,3 triliun. Laba operasional perseroan juga berhasil menembus Rp 782 miliar.

BERITA TERKAIT

Batal Jadi Saham ESOP, GOTO Pangkas Modal Lewat Pembatalan 32,19 Miliar Saham Tresuri

Outflow Asing Mereda Jadi Rp 4,1 Triliun, Kinerja Index MSCI Indonesia Melesat 12,5% di Juli 2026

Evaluasi Bursa Mei 2026: 26 Emiten Naik Ke Papan Utama, Saham Nikel – Tambang Malah Turun Kelas

GOTO Catat Rugi Rp580 Miliar Semester I/2025, Efisiensi Biaya dan Kenaikan Pendapatan Dorong Perbaikan Kinerja

  • Baca juga: Outflow Asing Mereda Jadi Rp 4,1 Triliun, Kinerja Index MSCI Indonesia Melesat 12,5% di Juli 2026

Pertumbuhan kinerja GOTO disokong utama oleh bisnis On-Demand Services (ODS) yang menyumbang pendapatan bersih Rp 6,9 triliun (+16% yoy) serta segmen teknologi finansial (fintech) yang melaju agresif dengan kenaikan pendapatan 55% yoy menjadi Rp 4 triliun. Sementara itu, pendapatan dari biaya layanan e-commerce merangkak naik 5% yoy menjadi Rp 551 miliar.

Kendati demikian, Etta memberi catatan bahwa ujian sesungguhnya bagi pemulihan kinerja GOTO baru akan berlangsung pada semester II 2026. Hal ini seiring dimulainya kebijakan batas tarif komisi (take rate) maksimal 8% untuk layanan transportasi roda dua per Juli 2026, mengingat segmen roda dua menyumbang sekitar 7% terhadap total pendapatan grup. Risiko regulasi lain serta faktor makroekonomi seperti suku bunga tinggi dan gejolak nilai tukar Rupiah juga tetap perlu diwaspadai.

Di sisi internal, manajemen GOTO tetap optimistis mengarungi paruh kedua tahun ini dengan mempertahankan target EBITDA yang disesuaikan (Adjusted EBITDA) grup di rentang Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun. Manajemen mengerek target Adjusted EBITDA bisnis fintech menjadi Rp 1,7 triliun–Rp 1,8 triliun, sembari menyesuaikan target Adjusted EBITDA ODS ke kisaran Rp 1,4 triliun–Rp 1,5 triliun. Perseroan juga berencana membatalkan 32 miliar saham treasuri atau setara 2,7% dari total saham beredar yang diyakini bakal menjadi katalis positif bagi nilai pemegang saham.

  • Baca juga: Evaluasi Bursa Mei 2026: 26 Emiten Naik Ke Papan Utama, Saham Nikel - Tambang Malah Turun Kelas

Secara jangka panjang, Maybank Sekuritas memproyeksikan GOTO masih akan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 375 miliar pada akhir tahun 2026 dengan konsolidasi pendapatan sebesar Rp 17,31 triliun. Namun memasuki tahun 2027, GOTO diperkirakan sudah mampu membukukan laba bersih secara penuh sebesar Rp 950 miliar dengan topangan pendapatan hingga Rp 18,38 triliun. ***

Tags: Etta Rusdiana PutraGoToGoTo Gojek Tokopedialaba GOTOMaybank Sekuritassaham GOTOsaham treasuritake rate 8%
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Fasilitasi Mahasiswa di Hong Kong, BNI Perluas Ekosistem Keuangan Digital via ‘wondr’

Selanjutnya

Lebih Baik dari Pra-Pandemi, Rasio AL/DPK Perbankan Capai 23,08% per Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Rupiah Berpotensi Jaga Tren Positif di Tengah Kejatuhan USD

Imbas Penurunan Keyakinan Konsumen dan Eskalasi Iran-AS, Kurs Rupiah Kembali Anjlok

oleh Stella Gracia
12 Agustus 2026 - 15:20

Rupiah pasar spot anjlok ke Rp17.861/US$ pada 11 Agustus 2026. Penurunan IKK ke 116,8 dan krisis Selat Hormuz jadi pemicu...

Harga Emas Melesat, Pendapatan HRTA Melonjak 125% dan Laba Tembus Rp 700 Miliar

Putus Siklus Impor Berantai, Otoritas Keuangan Kanalkan 1.800 Ton Emas Pribadi Bentengi Rupiah

oleh Sandy Romualdus
12 Agustus 2026 - 14:07

Fenomena 1.800 ton emas rumah tangga memicu pendarahan devisa akibat impor batangan. OJK, BI, dan BUMN resmi kanalisasi emas lewat...

Membedah Potensi ETF Emas Syariah Sebagai Instrumen Baru Pasar Modal

Membedah Potensi ETF Emas Syariah Sebagai Instrumen Baru Pasar Modal

oleh Sandy Romualdus
11 Agustus 2026 - 14:06

Ekonom INDEF A. Hakam Naja bedah potensi ETF Emas Syariah sebagai alternatif investasi pasar modal. Simak keuntungan, aspek halal MUI,...

HUT Ke-49 Pasar Modal Indonesia: OJK Perkuat Integritas dan Hadiahkan ETF Emas

HUT Ke-49 Pasar Modal Indonesia: OJK Perkuat Integritas dan Hadiahkan ETF Emas

oleh Stella Gracia
11 Agustus 2026 - 09:43

HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia: OJK luncurkan ETF Emas dan perkuat integritas pasar. Jumlah investor SID tembus 30,27 juta di...

Buka RDN Ajaib via OCTO, Nasabah CIMB Niaga Berkesempatan Raih Cashback Saham BNGA

Buka RDN Ajaib via OCTO, Nasabah CIMB Niaga Berkesempatan Raih Cashback Saham BNGA

oleh Sandy Romualdus
7 Agustus 2026 - 17:42

CIMB Niaga dan Ajaib Group jalin kemitraan strategis integrasikan investasi saham Ajaib di OCTO, buka akses RDN, hingga penawaran cashback...

Ekonomi Q2 Tembus 5,29%, Ajaib Sekuritas Cermati Sektor Perbankan hingga Utilitas

Ekonomi Q2 Tembus 5,29%, Ajaib Sekuritas Cermati Sektor Perbankan hingga Utilitas

oleh Sandy Romualdus
5 Agustus 2026 - 16:45

PDB Indonesia kuartal II 2026 tumbuh 5,29% YoY, melampaui ekspektasi pasar. Analis Ajaib Sekuritas soroti peluang sektor perbankan, konsumer, dan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Keras Dan Menghantam

    Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemenkeu Monitor 490 Daerah Tertekan Fiskal, Siapkan Suntikan Dana Belanja Pegawai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Ekonomi Banyumas Raya Tumbuh Kuat di Triwulan I-2026, BI Waspadai Risiko Kekeringan

Ekspansi Global BUMN: K&K Advocates dan Bird & Bird Bedah Mitigasi Risiko Hukum Lintas Negara

Pacu Semen Hijau dan Bahan Bakar Alternatif, SIG Buktikan Competitive Advantage Berbasis ESG

Dominasi Sektor Pertanian 42,6%, Penyaluran KUR BRI Tembus Rp103,81 Triliun per Juni 2026

Dari Den Haag hingga Amsterdam, BNI Dampingi Waroeng Padang Lapek Bawa Cita Rasa Minang ke Eropa

Pacu Ekonomi Syariah di Kawasan FTZ, CIMB Niaga Syariah Resmikan Syariah Digital Branch di Batam

Momentum Hari UMKM Nasional, Bank Mandiri Dorong 56 Ribu Debitur KUR Naik Kelas

BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO

Kesenjangan Tembus 24,04 Poin: Phi Institute Peringatkan Risiko Inklusi Keuangan Semu

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Lebih Baik dari Pra-Pandemi, Rasio AL/DPK Perbankan Capai 23,08% per Juni 2026

Lebih Baik dari Pra-Pandemi, Rasio AL/DPK Perbankan Capai 23,08% per Juni 2026

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance