• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Rabu, Oktober 28, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Laporan Utama

Generari Yang Inovatif Tetapi Tidak Loyal

by Sandy Romualdus
26 Maret 2015 - 00:00
13
VIEWS
Generari Yang Inovatif Tetapi Tidak Loyal
0
SHARES
13
VIEWS

Apa ciri utama Generasi Y?

Yang saya tahu, pertama saya melihat mereka itu risk taker. Kenapa demkian? Karena sejak awal pola bermainnya saja sudah berbeda dengan Gen X. Permainan yang mereka mainkan kan biasanya kalau tokohnya kalah akan hidup lagi, terus menerus. Jadi mereka tidak takuk gagal. Kedua, Gen Y selalu punya keinginan untuk eksis, keinginan untuk tampil itu sangat kuat.
Ketiga, soal loyalitas, Gen Y ini adalah kelompok yang tidak loyal. Makanya seperti kami di perusahaan pembiayaan, ketika ingin membiayai mobil, kita akan melihat mana market share terbesar. Oh ternyata Astra. Nah kenapa Astra, karena mobil-mobil Astra harga jualnya masih bagus. Nah, pembeli dengan Gen X saat mau membeli mobli, dia akan bertanya ke kami, nanti harga jual mobil ini berapa ya?
Tetapi untuk nasabah dengan Gen Y, mereka tidak akan melihat result value seperti Gen X. Mereka lebih logis. Artinya, selama mobil ini bagus, tampilannya sesuai yang mereka mau, mereka akan membeli. Nah, ke depan, bukan tidak mungkin produk mobil di luar Astra akan lebih tumbuh. Ya kita prediksi dalam 3-4 tahun lagi market share Astra akan turun jadi 50 persen. Ini sejalan dengan pertumbuhan Gen Y yang punya banyak alternatif. Karena dia ingin eksis dan tampil beda.

Apa strategi perusahaan multifinance menghadapi Nasabah Gen Y?

Sudah tentu selain masuk ke Astra, kami juga masuk ke produk alternatif yang belum banyak perusahaan leasing masuk ke sana, seperti merek Hyundai, Kia, Chevrolet. Jadi kami masuk ke segmen non Astra.

  • Baca juga: Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

Bagaimana cara berkomunikasi terbaik dengan Gen Y?

Kami mengetahui bahwa Gen Y ini lebih senang dengan yang namanya IT. Maka komunikasinya kami akan lebih cenderung melalui media sosial. Karena mereka kumpulnya di situ. Jadi media sosial ke depan akan mendapat peran penting. Nah, edukasi kami tidak hanya mulai dari tingkat user, tetapi mulai dari di bawah user. Artinya kami mencoba membangun komunikasi melalui media sosial dengan orang-orang yang dalam 3-4 tahun lagi baru bisa membeli mobil. Jadi kami mulai edukasi di level ini.
Sebenarnya, komunitas Gen Y ini dibagi dua. Ada komunitas yang sudah mapan, yang umumnya lebih memilih YouTube dan di Linkedin sebagai media sosialnya. Sedangkan yang masih ‘main-main’ itu biasanya di media sosial lain. Nah kami harus memilih, di level media sosial mana kami akan masuk secara intens. Yang sudah mapan, atau yang dalam 3-4 tahun lagi baru bisa atau mampu beli mobil.

BERITA TERKAIT

Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Tumbuh Jadi Rp45,2 Triliun

Lindungi Likuiditas Investor, BEI Rombak Aturan Suspensi dan UMA Saham Mulai November 2026

Edukasi Pasar Modal Ritel, Ajaib Hadirkan Live Trading Sepekan Bareng Komunitas Saham

Rebalancing Indeks Acuan BEI: PGEO dan UNVR Terdepak dari IDX30, AALI Masuk IDX80

Di sisi internal, apa pengaruh kehadiran Gen Y?

Ada plus minus keberadaan Gen Y di internal kami. Positifnya, mereka itu sangat inovatif. Di tim corporate communication kami itu kebanyakan adalah Gen Y. Mereka itu inovatif, cara berpikirnya jauh lebih bagus, karena mereka berani untuk ‘out of the box’. Sehingga kreasi-kreasi mereka cukup bagus.
Hanya, kalau dari sisi negatifnya, seperti yang sudah saya jelaskan tadi, soal loyalitas, mereka kurang. Contohnya, kalau mereka sudah merasa tidak dihargai, tidak bisa eksis, mereka akan cari tempat lain sehingga mereka bisa eksis dan tetap tampil. Makanya di tempat kami, mereka kami buat untuk terus tampil.
Misalnya untuk urusan presentasi, banner, dan lain-lain, saya serahkan ke mereka. Sehingga tampil terus. Padahal di beberapa perusahaan, saya lihat ada yang pake vendor. Kalau kami tidak demikian, kami berdayakan Gen Y ini. Kami beri modal seperti laptop dan programnya, kendati mahal sekalipun. Karena value yang kami dapat melampaui harga laptop dan program tersebut. Selain itu, kami berikan reward juga. Jadi ketika ada acara-acara perusahaan, atau apapun, kami akan terus tampilkan mereka.

  • Baca juga: Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Bagaimana dengan pola rekrutmen karyawan kelompok Gen Y ini?

Memang sekarang sudah masuk generasi Y yang berperan. Kesulitan kami mungkin di tim ujung tombak, seperti CFO, atau di dealer itu salesmen. Ini agak sulit, karena mereka kurang ulet. Inovatif, tetapi kurang ulet, dan cepat bosan. Kami melihatnya bahwa ketika orang-orang bekerja sebagai karyawan, Gen Y ini lebih berkeinginan untuk memiliki usaha sendiri. Mereka kecenderungan tidak bisa kerja sama orang, kecuali dikasih ruang untuk improvisasi dan eksis, mereka akan bertahan. Maka dari sekarang, kami sedang mencoba rekrut orang-orang ujung tombak, dan mendidik mereka untuk persisten dan ulet. Ini yang sulit.
Tetapi kami akan merekrut Gen Y yang inovatif untuk mengkreasi produk atau program sesuai keinginan nasabah yang Gen Y juga. Sebagai contoh, ketika saya Gen X, meminta tim saya untuk membuat sebuah advertising, saya hanya coret-coret, kemudian diterjemahkan oleh mereka itu sangat bagus. Ini keunggulan mereka. Dari warna, tata letak, tampilan, dan lain-lain itu memang terkesan mahal tetapi elegan. Ini yang menarik bagi nasabah Gen Y juga.
Sebenarnya cara seperti ini juga diterapkan di dealer, ATPM. Karena keberadaan Gen Y sudah bergeser ke usia produktif. Jadi mereka butuh kreativitas Gen Y untuk menarik konsumen yang termasuk Gen Y juga.

Secara umum gaya hidup mereka seperti apa?

Sebenarnya gaya hidup mereka tidak terlalu tinggi juga. Mereka hanya butuh dikasih ruang untuk berekspersi dan bisa eksis. Jadi kalau kami tidak memberikan ruang untuk improvisasi, mereka akan keluar. Mereka hanya perlu diapresiasi.
Jadi Gen Y ini sebenarnya cocok di bidang apa saja, yang penting dikasih ruang gerak. Jadi bidang kerja yang mereka bisa improvisasi. Dan dengan gaya hidup mereka, Gen Y itu pasti sangat cocok di sektor ekonomi kreatif.

  • Baca juga: Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

Nah, apakah Gen Y ini jadi ancaman buat Gen X?

Kehadiran Gen Y tidak menjadi ancaman Gen X, karena dua karakter yang berbeda. Kelebihan Gen X adalah ulet, tetapi Gen Y tidak demikian. Tetapi Gen Y ini kreatif dan lebih inovatif karena memang dari kecil mereka sudah banyak terima informasi juga. Mereka lebih unggul di penguasaan IT, handphone, dan networking.

Bagaimana dengan kemunculan Gen Z?

Memang sudah ada. Gen ini memang agak unik. Tetapi soal loyalitas akan lebih parah dari Gen Y. Karena Gen Z ini terlalu banyak menerima informasi dibanding Gen Y. Dengan banyaknya informasi, mereka dihadapkan dengan banyak pilihan, dan otomasit Gen Z ini banyak maunya.
Contohnya, Gen X kalau buka usaha di satu ruko, dia akan coba bertahan di usaha yang sama hingga berhasil. Kalau Gen Y dia akan mencoba untuk berpindah-pindah. Tetapi kalau Gen Z dengan satu ruko itu dalam satu tahun dia bisa mencoba usaha yang berbeda-beda. Tetapi dalam 9-10 tahun ke depan Gen Z ini yang kemungkinan tumbuh pesat.

 
 
 
 
 
Previous Post

Pemburu Cita Rasa Personal

Next Post

Mereka Butuh Pengakuan, Bukan Financial

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Sejarah Uang

Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

by Stella Gracia
21 Oktober 2026 - 14:20

INDEF menyoroti fenomena makan tabungan akibat inflasi pangan di atas 5 persen yang membuat rata-rata saldo tabungan di bawah Rp100...

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

by Sandy Romualdus
21 Juli 2026 - 07:47

Bank BSN mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan kewirausahaan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan Stabilitas.id - Direktur Network...

Berantas Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 33.000 Rekening Penampung

Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

by Sandy Romualdus
10 Juli 2026 - 12:52

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengevaluasi revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 yang diajukan oleh sekitar 105 bank akibat penyesuaian...

Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

by Sandy Romualdus
21 Mei 2026 - 14:50

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta perbankan pelat merah (Himbara) untuk...

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

by Sandy Romualdus
13 April 2026 - 14:54

Stabilitas.id — Industri perbankan syariah nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan positif meski masih menghadapi tantangan penetrasi pasar yang belum optimal....

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

by Stella Gracia
1 April 2026 - 21:53

Stabilitas.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Tumbuh Jadi Rp45,2 Triliun

Lindungi Likuiditas Investor, BEI Rombak Aturan Suspensi dan UMA Saham Mulai November 2026

Edukasi Pasar Modal Ritel, Ajaib Hadirkan Live Trading Sepekan Bareng Komunitas Saham

Rebalancing Indeks Acuan BEI: PGEO dan UNVR Terdepak dari IDX30, AALI Masuk IDX80

Terpakai Rp17 Triliun, Bank Mandiri Jelaskan Fasilitas Kredit Rp40 Triliun ke Jhonlin Group

Tindak 330 Entitas Ilegal, Satgas PASTI dan IASC Blokir Rekening Penipuan Rp825,2 Miliar

CASA Tembus Rp733,7 Triliun, BNI Bukukan Laba Operasional Kuartal III Terbesar Sepanjang Sejarah

Alokasikan Rp1 Triliun di Tahap II, BRI Lanjutkan Aksi Korporasi Buyback Saham

IHSG Bangkit 4,9 Persen, OJK Perpanjang Relaksasi Buyback Saham dan Perketat Deteksi Transaksi

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Menyebar Uang Muka 1 Persen

Menyebar Uang Muka 1 Persen

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance