• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, Agustus 20, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Internasional

Terbitkan Sukuk US$ 1,5 Miliar, Malaysia Kembali ke Pasar Obligasi Dolar Setelah 5 Tahun

oleh Stella Gracia
24 Juli 2026 - 17:05
12
Dilihat
Terbitkan Sukuk US$ 1,5 Miliar, Malaysia Kembali ke Pasar Obligasi Dolar Setelah 5 Tahun

KLCC view People during using their Phone to excess the Lazada Apps after Lazada 12.12 Grand Year End Sale Media Launch at Naza Tower Platinum Park Kuala Lumpur

0
Bagikan
12
Dilihat

Malaysia kembali ke pasar obligasi dolar setelah 5 tahun dengan merilis sukuk US$ 1,5 miliar di tengah ancaman membengkaknya subsidi BBM.

Stabilitas.id – Pemerintah Malaysia resmi kembali memburu dana segar di pasar keuangan global dengan menerbitkan obligasi berdenominasi Dolar AS senilai US$ 1,5 miliar. Aksi korporasi ini menjadi penerbitan obligasi dolar pertama Negeri Jiran dalam lima tahun terakhir.

  • Baca juga: Jaga Defisit di Bawah 3%, Kemenkeu Beberkan Strategi Efisiensi MBG hingga Optimalisasi Pajak

Langkah penggalangan dana ini dilakukan melalui skema surat berharga syariah (sukuk) yang terbagi ke dalam dua seri instrumen. Hasil penerbitan akan dialokasikan untuk pembiayaan proyek infrastruktur nasional serta pembayaran kembali (refinancing) kewajiban utang jatuh tempo.

Penerbitan instrumen ini meraup antusiasme tinggi dari investor internasional hingga mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 4,7 kali lipat.

BERITA TERKAIT

Jaga Defisit di Bawah 3%, Kemenkeu Beberkan Strategi Efisiensi MBG hingga Optimalisasi Pajak

Uji Selera Investor Global, BNI Bidik Dana Segar Lewat Obligasi AT1 Dolar AS

Strategi Fiskal 2026: Kemenkeu Fokus pada Perluasan Basis Pajak Adil dan Integritas SDM

Menkeu Purbaya Bantah Isu APBN ‘Kritis’, Pastikan Ketahanan Fiskal di Atas US$100 per Barel

“Kelebihan permintaan yang kuat dengan spread terketat yang pernah ada mencerminkan kepercayaan investor global yang berkelanjutan terhadap prospek ekonomi dan kredibilitas kebijakan Malaysia,” ujar Menteri Keuangan Kedua Malaysia, Amir Hamzah Azizan, dalam pernyataan resminya, Jumat (24/7).

Tingginya permintaan memungkinkan pemerintah mereduksi harga akhir sebesar 30 basis poin (bps) dari penawaran awal, sekaligus mencetak rekor spread terketat sepanjang sejarah penerbitan sukuk global Malaysia.

Rincian struktur penawaran sukuk tersebut meliputi:

  • Seri Tenor 2032 (April 2032): Nilai penerbitan US$ 850 juta dengan imbal hasil (yield) sebesar 4,612%.

    • Baca juga: Uji Selera Investor Global, BNI Bidik Dana Segar Lewat Obligasi AT1 Dolar AS
  • Seri Tenor 2036 (Juli 2036): Nilai penerbitan US$ 650 juta dengan imbal hasil (yield) sebesar 4,949%.

Membengkaknya Beban Subsidi BBM & Geopolitik

Kembalinya Malaysia ke pasar surat utang global terjadi di tengah tekanan fiskal domestik akibat melonjaknya harga minyak mentah pasca-eskalasi konflik ketegangan di Timur Tengah.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, sebelumnya telah memperingatkan bahwa tagihan subsidi bensin dan solar pemerintah berpotensi membengkak hingga 40 miliar ringgit (US$ 9,8 miliar) pada tahun ini jika kenaikan harga pasar berlanjut.

Angka tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan alokasi anggaran subsidi awal dalam APBN 2026 yang sebesar 15 miliar ringgit, sehingga mengancam target pelebaran defisit fiskal negara.

Meski dibayang-bayangi ketidakpastian pasar global serta potensi kebijakan tarif baru dari Amerika Serikat, fundamental ekonomi Malaysia dinilai relatif tangguh.

  • Baca juga: Strategi Fiskal 2026: Kemenkeu Fokus pada Perluasan Basis Pajak Adil dan Integritas SDM

Produk Domestik Bruto (PDB) Malaysia tumbuh melampaui ekspektasi sebesar 5,8% YoY pada kuartal II-2026. Pertumbuhan ini disokong oleh kuatnya konsumsi domestik, penguatan ekspor produk elektronik, serta derasnya arus investasi pada rantai pasok industri semikonduktor dan kecerdasan buatan (artificial intelligence). ***

Tags: Amir Hamzah AzizanAnwar IbrahimMalaysiaminyak duniaObligasi Dolarpasar utangSubsidi BBMsukuk global
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Dugaan Penagihan Tak Patut di Purworejo, OJK Panggil Manajemen Kredivo dan KrediFazz

Selanjutnya

Koreksi Pembukuan Rp 9 Triliun dan Gagal Bayar Sukuk, Danantara Rombak Total Pos Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Dibayangi Tekanan Tarif AS, Impor Vietnam Melesat 41,4%, Tembus Defisit US$ 3,59 Miliar

Dibayangi Tekanan Tarif AS, Impor Vietnam Melesat 41,4%, Tembus Defisit US$ 3,59 Miliar

oleh Stella Gracia
4 Agustus 2026 - 09:59

Ekspansi pabrik pacu impor, Vietnam cetak defisit dagang US$ 3,59 miliar pada Juli 2026 di tengah tekanan tarif dan pengawasan...

Terimpit Biaya Tinggi, PHK Manufaktur AS Sentuh Level Tertinggi Sejak Krisis 2009

Terimpit Biaya Tinggi, PHK Manufaktur AS Sentuh Level Tertinggi Sejak Krisis 2009

oleh Stella Gracia
26 Juni 2026 - 11:10

Stabilitas.id – Sektor industri manufaktur Amerika Serikat (AS) dibayangi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang mengkhawatirkan. Laporan teranyar dari...

Cetak Rekor Tertinggi Sejak 1995, Bank of Japan (BoJ) Kerek Suku Bunga ke Level 1%

Cetak Rekor Tertinggi Sejak 1995, Bank of Japan (BoJ) Kerek Suku Bunga ke Level 1%

oleh Stella Gracia
17 Juni 2026 - 14:20

Stabilitas.id – Bank sentral Jepang, Bank of Japan (BoJ), resmi mengambil langkah agresif untuk mengakhiri era stimulus besar-besaran yang telah...

Data Ritel Terpuruk di Level 0,2%, Ekonom Desak Beijing Guyur Stimulus Agresif

Data Ritel Terpuruk di Level 0,2%, Ekonom Desak Beijing Guyur Stimulus Agresif

oleh Stella Gracia
21 Mei 2026 - 15:12

Stabilitas.id — Rapor merah membayangi roda perekonomian Negeri Tirai Bambu setelah seluruh sektor utama dilaporkan mengalami perlambatan secara merata sepanjang...

Iran Tarik Upeti di Selat Hormuz, Donald Trump Tebar Ancaman Serangan Militer

Iran Tarik Upeti di Selat Hormuz, Donald Trump Tebar Ancaman Serangan Militer

oleh Stella Gracia
18 Mei 2026 - 09:59

Stabilitas.id — Eskalasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Teheran mengumumkan rencana pengenaan tarif dan pengetatan lalu lintas maritim...

Samsung Luncurkan Galaxy S6 Edge & Note 5

Samsung Terancam Mogok Terbesar dalam Sejarah, Korsel Siapkan Arbitrase Darurat Rp1.176 Triliun

oleh Stella Gracia
18 Mei 2026 - 09:53

Stabilitas.id — Pemerintah Korea Selatan bersiap mengambil langkah ekstrem, termasuk mengaktifkan perintah arbitrase darurat, demi menjegal rencana aksi mogok kerja...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Potret Bankir Millenial dan Gen Z

    Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Fantastis! Kado Milad Ke-1 Laba BSN Meroket 40%, Aset Tembus Rp 81,1 Triliun

BNI Hadirkan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT

Gandeng Dompet Dhuafa dan Pemdes, Manulife Indonesia Perkuat Kemandirian Komunitas Perdesaan

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

Lompatan Kemerdekaan dari Genggaman Digital

Gelar Pameran Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Sabet Rekor MURI

Permodalan Negatif dan Gagal Penyehatan, OJK Cabut Izin Usaha BPR Citra Bersada Abadi

Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Kas Tak Memadai, Pos Indonesia Tunda Bayar Kupon Sukuk Rp 24,11 Miliar

Koreksi Pembukuan Rp 9 Triliun dan Gagal Bayar Sukuk, Danantara Rombak Total Pos Indonesia

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance