• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Kamis, Oktober 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Turunkan NPL ke Level 2,26%, Bank Maspion Sukses Terapkan Standardisasi Risiko Global

by Stella Gracia
22 Mei 2026 - 09:40
49
VIEWS
Turunkan NPL ke Level 2,26%, Bank Maspion Sukses Terapkan Standardisasi Risiko Global
0
SHARES
49
VIEWS

Stabilitas.id — PT Bank Maspion Indonesia Tbk. (IDX: BMAS) sukses menorehkan rapor hijau sepanjang tahun buku 2025 dengan mengantongi laba bersih setelah pajak sebesar Rp31,8 miliar. Lonjakan profitabilitas ini menjadi sinyal kuat kebangkitan emiten perbankan asal Surabaya tersebut pasca-melewati periode konsolidasi industri yang cukup menantang.

Direktur Utama Bank Maspion Kasemsri Charoensiddhi memaparkan bahwa pencapaian positif ini merupakan buah manis dari eksekusi strategi jangka panjang yang berfokus pada penyaringan kualitas nasabah inti serta penerapan disiplin bisnis yang ketat.

  • Baca juga: Bukan Cuma Urusan Tim IT: Praktisi Teknologi BNI dan CIMB Niaga Ungkap Kunci Sukses Adopsi AI

“Hasil ini berasal dari upaya menahun dalam membangun pertumbuhan nasabah yang tepat, menjaga disiplin selama tahun 2024 yang sulit, serta bangkit kembali menjadi lebih kuat,” ujar Kasemsri dalam keterangan resminya, Kamis (21/5/2026).

BERITA TERKAIT

Bukan Cuma Urusan Tim IT: Praktisi Teknologi BNI dan CIMB Niaga Ungkap Kunci Sukses Adopsi AI

Pacu Transaksi wondr by BNI, Perseroan Guyur Diskon Tiket MotoGP Mandalika 2026

Genjot Penetrasi Merchant di Kota Kembang, Bank BSN Rilis Program Serbu Ekosistem

Kredit Korporasi Meroket 22 Persen, OJK Sikat 38.375 Rekening Judi Online

Jika dibedah secara fundamental, fungsi intermediasi Bank Maspion mencatatkan akselerasi yang sangat agresif. Hanya dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, volume penyaluran kredit perseroan melesat hampir dua kali lipat, yakni dari posisi Rp8,78 triliun pada 2022 menjadi Rp17,34 triliun per akhir 2025.

Sejalan dengan ekspansi kredit, struktur neraca (balance sheet) perusahaan ikut menebal:

  • Total Aset: Terkerek naik dari Rp14,96 triliun menjadi Rp22,40 triliun.

  • Rasio CAR (Kecukupan Modal): Menguat signifikan dari 31,55% menjadi 45,76%, mencerminkan tebalnya bantalan modal untuk menahan risiko pasar.

  • Rasio BOPO (Efisiensi): Berhasil ditekan masuk ke zona ideal menjadi 97,15% dari posisi sebelumnya yang sempat bengkak di level 120,13%.

  • Kualitas Aset (NPL Gross): Menyusut sehat ke angka 2,26% pada 2025, turun satu persen penuh dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar 3,26%.

    • Baca juga: Pacu Transaksi wondr by BNI, Perseroan Guyur Diskon Tiket MotoGP Mandalika 2026

Dari sisi liabilitas, struktur pendanaan BMAS bergerak ke arah yang lebih efisien dan berkelanjutan. Hal ini teermin dari porsi dana murah (Current Account Saving Account/CASA) yang merangkak naik ke level 27,16% dari posisi tahun 2024 yang sebesar 22,58%.

Bidik Korporasi Kakap

Manajemen BMAS menegaskan, di balik kemudi ekspansi yang masif ini, terdapat peran besar dari Kasikornbank PCL (KBank). Raksasa finansial asal Thailand tersebut saat ini resmi menguasai 89,48% saham Bank Maspion.

Melalui integrasi dengan jaringan regional KBank di kawasan Asean+3, Bank Maspion tidak hanya mendapatkan suntikan likuiditas—termasuk pinjaman teranyar senilai Rp4,84 triliun—tetapi juga berhasil mengadopsi sistem manajemen risiko dan kerangka kredit berstandar internasional.

Menatap tahun tata kelola 2026, Bank Maspion telah menyiapkan cetak biru bisnis yang berorientasi pada segmen berskala besar. Perseroan akan fokus memperbesar alokasi kredit korporasi, dengan membidik perusahaan konglomerasi swasta nasional dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Guna mengimbangi margin bunga bersih, BMAS dibidik untuk menggenjot pendapatan berbasis komisi (fee-based income) melalui optimalisasi layanan trade finance, transaksi valuta asing (valas), penetrasi QRIS, serta transaction banking. Ekspansi tersebut akan dikawal oleh investasi berkelanjutan pada pembaruan infrastruktur digital internet banking dan mobile banking perseroan.

Kasemsri optimistis Indonesia tetap menjadi episentrum pasar perbankan paling potensial di regional Asia Tenggara yang belum sepenuhnya tergarap (untapped market). Sinergi antara basis pasar lokal Maspion Group dan ekosistem global KBank diyakini mampu melambungkan skala bisnis perseroan ke depan. ***

  • Baca juga: Genjot Penetrasi Merchant di Kota Kembang, Bank BSN Rilis Program Serbu Ekosistem

Rapor Kinerja Keuangan & Target Operasional Bank Maspion (BMAS)

Parameter Finansial & Rasio Posisi Tahun 2022 / 2024 Capaian Aktual Target 2025 Tren Perubahan Struktural Fokus Rencana Aksi Bisnis 2026
Laba Bersih Setelah Pajak Sempat Tekanan Industri Rp31,80 Miliar Pembalikan Arah (Turnaround) Genjot pendapatan fee-based income
Penyaluran Kredit Rp8,78 Triliun (2022) Rp17,34 Triliun Melesat Hampir 2x Lipat (3 Tahun) Ekspansi ke sektor Korporasi & BUMN
Total Aset Korporasi Rp14,96 Triliun Rp22,40 Triliun Ekspansif & Kuat Investasi infrastruktur mobile banking
Rasio BOPO (Efisiensi) 120,13% (Bengkak) 97,15% Membaik ke Zona Profit Menjaga disiplin biaya operasional
NPL Gross (Kredit Macet) 3,26% (2024) 2,26% Turun Sehat -1,00% Adopsi credit framework standar KBank
Porsi Dana Murah (CASA) 22,58% (2024) 27,16% Lebih Efisien & Berkelanjutan Perluas transaksi lewat QRIS & trade finance

Tags: Bank MaspionBMASBOPOFee Based IncomeKasemsri CharoensiddhiKasikornbankKBankkredit korporasiLaba Bank MaspionNPL GrossPerbankan DigitalRasio CAR
 
 
 
 
 
Previous Post

Kabar Baik Asuransi Jiwa: Klaim Unitlink Turun 7,99% Per Maret 2026 Menyentuh Rp13,3 Triliun

Next Post

Kalahkan Korsel dan Jerman, Indonesia Sabet Peringkat 1 Transparansi Belanja Pajak Dunia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Dirut Bank BSN, Alex Sofjan Noor: Masa Depan Keuangan Syariah Butuh Peran Serta Generasi Muda

Dirut Bank BSN, Alex Sofjan Noor: Masa Depan Keuangan Syariah Butuh Peran Serta Generasi Muda

by Sandy Romualdus
21 Oktober 2026 - 20:01

Direktur Utama PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) Alex Sofjan Noor memberikan kuliah umum di UIN Sumatera Utara (UINSU) Medan...

Sinergi Bank Digital dan Pindar, Krom Bank serta Easycash Teken Kerja Sama Channeling

Sinergi Bank Digital dan Pindar, Krom Bank serta Easycash Teken Kerja Sama Channeling

by Stella Gracia
21 Oktober 2026 - 13:27

Easycash dan Krom Bank menjalin kerja sama loan channeling guna memperluas penyaluran kredit digital dengan mengedepankan manajemen risiko berbasis AI....

Citi Indonesia Pelopori Penerapan Perangkat AI untuk Efisiensi 180.000 Karyawan Global

Suku Bunga Bertahan Tinggi, Citi Soroti Ketatnya Perebutan Modal Pemerintah dan Swasta

by Stella Gracia
20 Oktober 2026 - 11:13

Citi menyoroti ketatnya persaingan modal antara pemerintah dan swasta di tengah suku bunga tinggi serta tren optimalisasi cadangan emas bank...

Dukung Transformasi Kota Global, Bank Jakarta Biayai Elektrifikasi Transjakarta dan Pedestrian Deck MRT Dukuh Atas

Dukung Transformasi Kota Global, Bank Jakarta Biayai Elektrifikasi Transjakarta dan Pedestrian Deck MRT Dukuh Atas

by Stella Gracia
20 Oktober 2026 - 10:46

Pemprov DKI Jakarta meneken 15 kerja sama strategis lintas BUMD dan BUMN guna memacu infrastruktur, energi bersih, dan visi Top...

Dua Tahun Beruntun, BNI Pertahankan Predikat Tertinggi GCG di IICD Award 2026

Dua Tahun Beruntun, BNI Pertahankan Predikat Tertinggi GCG di IICD Award 2026

by Sandy Romualdus
20 Oktober 2026 - 05:21

BNI mempertahankan predikat tertinggi Leadership in Corporate Governance di ajang The 17th IICD Award 2026 dan meraih posisi GCG terbaik...

Sasar Pekerja Muda, Bank BSN Rilis KPR DP 1 Persen dengan Tenor 40 Tahun

Sasar Pekerja Muda, Bank BSN Rilis KPR DP 1 Persen dengan Tenor 40 Tahun

by Sandy Romualdus
19 Oktober 2026 - 21:24

Bank BSN menghadirkan KPR bagi pekerja muda dengan DP 1 persen dan tenor 40 tahun, ditopang portofolio KPR perseroan yang...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

PT SMT Didenda Rp1,5 Triliun di Kasus Saham DSSA, OJK Juga Sanksi AH Ltd dan TC Pte Ltd

Respons Konsultasi MSCI, OJK Sudah Gelar 16 Dialog Investor dan Pacu Aturan Free Float 15 Persen

Dirut Bank BSN, Alex Sofjan Noor: Masa Depan Keuangan Syariah Butuh Peran Serta Generasi Muda

Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

Saham HSC Keluar dari IHSG, Analis: Investor Asing Butuh Bukti Penegakan Hukum Nyata

BREN, DSSA, hingga BYAN Masuk Daftar 80 Saham HSC yang Dikeluarkan dari IHSG

Payung Hukum Mengacu PMK 11/2016, Kemenkeu Pertahankan Penyaluran Gaji PNS di Perbankan

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK dan DSN-MUI Perkuat Peran Dewan Pengawas

Topang Likuiditas Industri, LPS Jaga Selisih Bunga Penjaminan BPR terhadap Bank Umum

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Pasar Ramadan BRI Tingkatkan Geliat Aktivitas Ekonomi Secara Digital

Kalahkan Korsel dan Jerman, Indonesia Sabet Peringkat 1 Transparansi Belanja Pajak Dunia

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance