• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Selasa, September 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Sektor Perdagangan Dominasi Piutang Multifinance Rp90,69 Triliun, Kredit Mobil Sentuh Rp290,97 Triliun

oleh Stella Gracia
5 Juni 2026 - 18:52
31
Dilihat
Sektor Perdagangan Dominasi Piutang Multifinance Rp90,69 Triliun, Kredit Mobil Sentuh Rp290,97 Triliun
0
Bagikan
31
Dilihat

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis struktur portofolio industri perusahaan pembiayaan (multifinance) per April 2026. Tiga besar sektor ekonomi penopang utama kinerja piutang pembiayaan nasional dipimpin oleh sektor perdagangan besar dan eceran dengan kontribusi Rp90,69 triliun atau setara 16,67% dari total piutang industri.

Posisi kedua ditempati oleh sektor aktivitas penyewaan senilai Rp57,76 triliun (10,61%), disusul sektor industri pengolahan di peringkat ketiga dengan nilai Rp53,70 triliun atau 9,87%. Di sisi lain, lompatan pertumbuhan tertinggi dicatatkan oleh sektor rumah tangga yang melejit 28,16% secara tahunan (year-on-year/yoy).

  • Baca juga: Tantangan Ganda Himbara: OJK Soroti Transmisi Bunga Kredit dan Risiko Pembiayaan Megaproyek Pemerintah

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK, Agusman, dalam Konferensi Pers RDK OJK, Jumat (5/6/2026), menjelaskan bahwa lonjakan pada sektor rumah tangga tersebut didorong oleh masih tingginya tingkat konsumsi riil di masyarakat.

BERITA TERKAIT

Tantangan Ganda Himbara: OJK Soroti Transmisi Bunga Kredit dan Risiko Pembiayaan Megaproyek Pemerintah

Krisis Modal dan Likuiditas Tak Tertolong, OJK Resmi Cabut Izin Usaha BPR Pasarraya Kuta Bali

Ambil Alih Wewenang Bappebti, OJK Terbitkan Dua POJK Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

OJK Pacu Sustainable Finance: Siasat Berantas Greenwashing dan Rebut Pasar Karbon Asia

“Pertumbuhan tersebut antara lain didorong oleh masih tingginya kebutuhan pembiayaan masyarakat untuk berbagai kebutuhan konsumsi dan pembiayaan multiguna,” ujar Agusman.

Di segmen pembiayaan produktif dan konsumtif spesifik, penyaluran kredit kendaraan bermotor roda empat dan mobil pengangkutan tumbuh 1,67% yoy menjadi Rp290,97 triliun atau menguasai 53,47% dari total penyaluran. Agusman menambahkan, realisasi ini bergerak linier dengan pertumbuhan penjualan wholesales otomotif nasional. Sementara itu, segmen roda dua (baru dan bekas) mengikuti dengan kenaikan 2,74% yoy ke level Rp113,07 triliun.

  • Baca juga: Krisis Modal dan Likuiditas Tak Tertolong, OJK Resmi Cabut Izin Usaha BPR Pasarraya Kuta Bali

Mencermati jenis pembiayaan, fasilitas multiguna kokoh memimpin pasar dengan nilai Rp258,73 triliun (tumbuh 2,39% yoy). Kinerja ini disusul oleh pembiayaan investasi senilai Rp167,75 triliun yang mengalami kontraksi 2,05% yoy, serta kredit modal kerja yang melesat 10,64% yoy menjadi Rp55,22 triliun. Di tengah tekanan makro, pembiayaan fasilitas dana tunai tercatat ikut mendominasi dengan realisasi Rp38,10 triliun per April 2026.

Dari aspek efisiensi, beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) industri multifinance per April 2026 berhasil ditekan menjadi 79,21%, membaik dari periode April 2025 yang bertengger di level 80,25%. Agusman menyebut tren penurunan ini dipengaruhi oleh optimalisasi manajemen biaya dan digitalisasi proses bisnis operasional yang dijalankan pelaku usaha.

Mitigasi Suku Bunga & NPF 

Meskipun performa lini atas tumbuh, OJK mewaspadai dampak kenaikan BI Rate terhadap struktur pembiayaan. Agusman tidak menampik bahwa kenaikan suku bunga acuan moneter tersebut berpotensi mengerek biaya dana (cost of fund) yang berisiko menahan agresivitas emiten multifinance dalam menerbitkan obligasi korporasi. Selain itu, skema bunga mengambang (floating rate) berpotensi menaikkan rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF).

  • Baca juga: Ambil Alih Wewenang Bappebti, OJK Terbitkan Dua POJK Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

“Kenaikan suku bunga berpotensi memengaruhi kemampuan bayar debitur, khususnya pada pembiayaan dengan skema floating rate, sehingga dapat berdampak terhadap tingkat kredit bermasalah. Oleh karena itu, perusahaan multifinance perlu melakukan langkah-langkah mitigasi risiko yang diperlukan,” kata Agusman mengingatkan.

Menyikapi tren peningkatan NPF sejak awal tahun, Agusman menegaskan bahwa OJK terus mendorong industri multifinance untuk melakukan penguatan manajemen risiko, peningkatan kualitas analisis kredit, pemantauan portofolio secara intensif, serta penerapan restrukturisasi pembiayaan secara selektif sesuai prinsip kehati-hatian. Langkah mitigasi ini mendesak mengingat industri masih bergantung tinggi pada kucuran kredit perbankan, di mana per April 2026 porsi pendanaan bank ke multifinance mendominasi mutlak di level 74,52% atau senilai Rp282,06 triliun.***

Tags: AgusmanMultifinanceojkperusahaan pembiayaanPiutang MultifinanceRDK OJK
 
 
 
 
 
Sebelumnya

OJK Ungkap Perkembangan Kasus Hukum KoinP2P, Dana Syariah, Akseleran, dan Pengembalian Izin Pinjam Modal

Selanjutnya

BRI Jadi Penyalur Terbesar Kredit Program Perumahan Nasional, Realisasi Tembus Rp9,21 Triliun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Laba Meroket 36 Persen, Tata Kelola Aset dan Ekspansi Digital Jadi Kunci Ketangguhan Bank BSN

Laba Meroket 36 Persen, Tata Kelola Aset dan Ekspansi Digital Jadi Kunci Ketangguhan Bank BSN

oleh Sandy Romualdus
22 September 2026 - 17:13

Bank BSN sukses mencetak lonjakan laba 36,72% menjadi Rp721 miliar per Agustus 2026 berkat keberhasilan memitigasi risiko agresivitas pembiayaan melalui...

BSI dan Jejak ESG: Membawa Syariah ke Panggung Keuangan Berkelanjutan

Perluas Literasi Investasi Lindung Nilai, BSI Bidik Ekosistem Muhammadiyah Lewat Co-Branding

oleh Stella Gracia
22 September 2026 - 10:47

BSI menggandeng entitas bisnis Muhammadiyah, Mentari Bayt Coin, guna memperluas ekosistem investasi emas safe haven berbekal integrasi tata kelola digital....

Investor Baru Wealth Management Meroket 280 Persen, BRI Perkuat Diversifikasi Syariah

Investor Baru Wealth Management Meroket 280 Persen, BRI Perkuat Diversifikasi Syariah

oleh Stella Gracia
22 September 2026 - 10:44

BRI Wealth Management dan Syailendra Capital menggelar Sharia Wealth Forum 2026 guna menawarkan strategi diversifikasi portofolio lewat instrumen investasi syariah....

Aset & Pendapatan CNAF 2024 Tumbuh Melesat, Deviden Ditetapkan 50% dari Laba Rp464,35 Miliar

Benteng Manajemen Risiko CNAF: Terapkan Early Warning System Kawal Kenaikan Pembiayaan Rp1,27 Triliun

oleh Sandy Romualdus
22 September 2026 - 10:23

Menghadapi tingginya NPL UMKM nasional, CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) memperketat tata kelola underwriting guna mengawal lonjakan pembiayaan Rp1,27 triliun....

Kinerja Semester I 2026 Mengkilap, KB Bank Catat Pertumbuhan Aset Menjadi Rp86,11 Triliun

Kinerja Semester I 2026 Mengkilap, KB Bank Catat Pertumbuhan Aset Menjadi Rp86,11 Triliun

oleh Stella Gracia
21 September 2026 - 09:47

KB Bank mencatatkan pertumbuhan total aset 12,71% yoy menjadi Rp86,11 triliun dan lonjakan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 54,44% pada...

Krisis Modal dan Likuiditas Tak Tertolong, OJK Resmi Cabut Izin Usaha BPR Pasarraya Kuta Bali

Krisis Modal dan Likuiditas Tak Tertolong, OJK Resmi Cabut Izin Usaha BPR Pasarraya Kuta Bali

oleh Stella Gracia
21 September 2026 - 08:34

OJK resmi mencabut izin usaha PT BPR Pasarraya Kuta Bali pada 17 September 2026 akibat kegagalan pemegang saham dalam menyelesaikan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Laba Meroket 36 Persen, Tata Kelola Aset dan Ekspansi Digital Jadi Kunci Ketangguhan Bank BSN

Hindari Jebakan Utang Unsustainable, IMF Dorong Regulator Global Perketat Manajemen Risiko Defisit Anggaran

Perluas Literasi Investasi Lindung Nilai, BSI Bidik Ekosistem Muhammadiyah Lewat Co-Branding

Bedah Kriteria GRE Fitch: Ketergantungan Mutlak DIM pada Likuiditas Dividen BUMN

Steroid Likuiditas Rp200 Triliun Kemenkeu: Ujian Tata Kelola Himbara dan Jebakan Maturity Mismatch

Investor Baru Wealth Management Meroket 280 Persen, BRI Perkuat Diversifikasi Syariah

Arus Asing Pasang Surut, Bobot MSCI Jadi Ganjalan Laju Pemulihan IHSG

Strategi Lindung Nilai Nasabah Tajir: Maybank dan Allianz Tawarkan Akses Investasi Dolar AS Multi-Style

Benteng Manajemen Risiko CNAF: Terapkan Early Warning System Kawal Kenaikan Pembiayaan Rp1,27 Triliun

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
BRI Tebar Promo Eksklusif dan Hadiah Menarik di Bali Wellness and Beauty Expo 2026

BRI Jadi Penyalur Terbesar Kredit Program Perumahan Nasional, Realisasi Tembus Rp9,21 Triliun

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance