• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Selasa, September 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Info Otoritas

Konflik AS-Iran Memanas, BI Waspadai Kenaikan Suku Bunga The Fed dan Capital Outflow

oleh Stella Gracia
22 Juli 2026 - 18:00
13
Dilihat
Tiga Strategi Utama ISEI Dukung Ekonomi Indonesia

Ketua Umum Isei Perry Warjiyo

0
Bagikan
13
Dilihat

Gubernur BI Perry Warjiyo mewaspadai memanasnya konflik AS-Iran dan potensi kenaikan suku bunga The Fed yang memicu gejolak pasar keuangan global.

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) memperingatkan peningkatan ketidakpastian ekonomi global menyusul re-eskalasi konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada awal Juli 2026. Kondisi tersebut dinilai memicu gangguan rantai pasok global dan menekan stabilitas perekonomian dunia.

  • Baca juga: Transaksi QRIS Tembus Rp600 Triliun, BI Soroti Kesenjangan Literasi dan Darurat Anti-Scam

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa eskalasi konflik ini mengganggu lalu lintas perdagangan internasional di Selat Hormuz, yang berdampak langsung pada kenaikan harga minyak dan komoditas global.

“Ketidakpastian global kembali meningkat pasca re-eskalasi intensitas perang antara Amerika Serikat dan Iran pada awal Juli 2026. Lalu lintas di Selat Hormuz kembali terhambat sehingga mengganggu produksi dan rantai pasok perdagangan antarnegara, serta mendorong kenaikan harga minyak dan berbagai komoditas dunia,” kata Perry dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (22/7).

BERITA TERKAIT

Transaksi QRIS Tembus Rp600 Triliun, BI Soroti Kesenjangan Literasi dan Darurat Anti-Scam

Rotasi Strategis BI: Destry Damayanti Tunjuk Mal Isnaini Nakhodai Kebijakan Makroprudensial

Lawan Intervensi Trump, The Fed Kerek Suku Bunga Acuan ke Level 4 Persen

Bayang-bayang The Fed: Pemerintah Akui Suku Bunga AS Bakal Picu Repricing Surat Utang Negara

Perry menuturkan, pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 diperkirakan masih lemah di level 3,0%, sementara laju inflasi dunia diproyeksikan meningkat hingga sekitar 4,5%. Tekanan inflasi yang tinggi ini mendorong bank-bank sentral dunia untuk memperketat kebijakan moneter mereka.

Tekanan Aliran Modal

  • Baca juga: Rotasi Strategis BI: Destry Damayanti Tunjuk Mal Isnaini Nakhodai Kebijakan Makroprudensial

Di tengah lonjakan inflasi global, BI memproyeksikan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), akan mempercepat kenaikan suku bunga acuan Fed Funds Rate (FFR) pada kuartal IV-2026.

Seiring dengan ekspektasi tersebut, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS mengalami kenaikan signifikan. Per 20 Juli 2026, yield US Treasury tenor 10 tahun telah berada di level 4,56%, sedangkan tenor 2 tahun mencapai 4,18%. Potensi kenaikan yield diperkirakan masih berlanjut akibat pelebaran defisit fiskal di AS.

Dinamika ini memicu pergeseran aliran modal global, di mana para investor cenderung menarik dana (capital outflow) dari negara-negara berkembang (emerging markets) menuju aset-aset aman (safe haven) serta pasar keuangan AS. Pergerakan ini berimbas pada penguatan dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia.

Menghadapi tingginya risiko eksternal tersebut, Perry menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi internal di dalam negeri.

  • Baca juga: Lawan Intervensi Trump, The Fed Kerek Suku Bunga Acuan ke Level 4 Persen

“Meningkatnya ketidakpastian global tersebut menuntut penguatan respons kebijakan di dalam negeri. Sinergi kebijakan fiskal dan moneter perlu terus diperkuat untuk menjaga ketahanan eksternal, mempertahankan stabilitas ekonomi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi domestik,” pungkas Perry. ***

Tags: Bank Indonesiacapital outflowFed Funds Rateharga minyakKetidakpastian GlobalKonflik AS-IranPerry WarjiyoSelat Hormuzthe fed
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Jaga Stabilitas Rupiah, BI Tahan Suku Bunga Acuan BI Rate di Level 5,75%

Selanjutnya

Perkuat Organisasi Berbasis Meritokrasi, LPS Lantik Jajaran Pejabat Eselon I dan II

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Asing Borong SBN Rp15,3 Triliun, Penghimpunan Dana Pasar Modal Tembus Rp128,8 Triliun

Aturan Main Demutualisasi Terbit, OJK Larang Keras Kepemilikan Mayoritas Saham BEI

oleh Sandy Romualdus
21 September 2026 - 12:27

OJK merilis POJK 13 Tahun 2026 sebagai landasan demutualisasi bursa. Aturan ini membatasi kepemilikan saham maksimal 5% tanpa izin khusus...

Aturan Main POJK Segera Terbit, Kepemilikan Saham Mayoritas BEI Wajib Lewati Skrining Ketat OJK

Aturan Main POJK Segera Terbit, Kepemilikan Saham Mayoritas BEI Wajib Lewati Skrining Ketat OJK

oleh Sandy Romualdus
21 September 2026 - 12:20

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan skema right issue dalam proses demutualisasi. Danantara membidik 40% saham bursa seraya menunggu restu dan...

Krisis Modal dan Likuiditas Tak Tertolong, OJK Resmi Cabut Izin Usaha BPR Pasarraya Kuta Bali

Krisis Modal dan Likuiditas Tak Tertolong, OJK Resmi Cabut Izin Usaha BPR Pasarraya Kuta Bali

oleh Stella Gracia
21 September 2026 - 08:34

OJK resmi mencabut izin usaha PT BPR Pasarraya Kuta Bali pada 17 September 2026 akibat kegagalan pemegang saham dalam menyelesaikan...

Rotasi Strategis BI: Destry Damayanti Tunjuk Mal Isnaini Nakhodai Kebijakan Makroprudensial

Transaksi QRIS Tembus Rp600 Triliun, BI Soroti Kesenjangan Literasi dan Darurat Anti-Scam

oleh Stella Gracia
21 September 2026 - 08:33

Menghadapi risiko kejahatan digital, Bank Indonesia menggandeng institusi global untuk memperkuat tata kelola, perlindungan konsumen, dan integrasi penanganan anti-scam. Stabilitas.id...

Kontestasi Seleksi Komisioner OJK

Ambil Alih Wewenang Bappebti, OJK Terbitkan Dua POJK Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

oleh Sandy Romualdus
21 September 2026 - 08:26

OJK resmi menerbitkan dua POJK untuk mengambil alih wewenang pengaturan dan pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) dari Bappebti...

Rotasi Strategis BI: Destry Damayanti Tunjuk Mal Isnaini Nakhodai Kebijakan Makroprudensial

Rotasi Strategis BI: Destry Damayanti Tunjuk Mal Isnaini Nakhodai Kebijakan Makroprudensial

oleh Stella Gracia
21 September 2026 - 08:00

Gubernur BI Destry Damayanti melantik Mal Isnaini S. Meyyanti sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial demi memperkuat tata kelola dan stabilitas...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Aturan Main Demutualisasi Terbit, OJK Larang Keras Kepemilikan Mayoritas Saham BEI

Aturan Main POJK Segera Terbit, Kepemilikan Saham Mayoritas BEI Wajib Lewati Skrining Ketat OJK

IHSG Sesi I Tertekan ke Level 6.439, Aksi Jual Asing dan Sentimen Suku Bunga Jadi Pemicu

Tantangan Ganda Himbara: OJK Soroti Transmisi Bunga Kredit dan Risiko Pembiayaan Megaproyek Pemerintah

Kompak Kerek Harga, BBM Non-Subsidi Pertamina dan Swasta Kompak Tembus Rekor Baru

Konsisten Terapkan ESG, SIG Jaga Profitabilitas Lewat Praktik Tata Kelola Standar ACGS

Kinerja Semester I 2026 Mengkilap, KB Bank Catat Pertumbuhan Aset Menjadi Rp86,11 Triliun

Krisis Modal dan Likuiditas Tak Tertolong, OJK Resmi Cabut Izin Usaha BPR Pasarraya Kuta Bali

Transaksi QRIS Tembus Rp600 Triliun, BI Soroti Kesenjangan Literasi dan Darurat Anti-Scam

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Perkuat Organisasi Berbasis Meritokrasi, LPS Lantik Jajaran Pejabat Eselon I dan II

Perkuat Organisasi Berbasis Meritokrasi, LPS Lantik Jajaran Pejabat Eselon I dan II

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance