AAJI dorong generasi muda dan mahasiswa siapkan perencanaan keuangan sejak dini lewat Smart Financial Day TADEA 2026 di Unair Surabaya dukung program GENCARKAN OJK.
Stabilitas.id – Di zaman ketika uang keluar hanya lewat sekali usap layar atau ketukan pemindai QR, mempertahankan rupiah di dalam dompet menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda. Godaan transaksi serbacepat dan fasilitas pembiayaan instan acap kali mendahului kesadaran untuk menabung.
Kesadaran atas realitas inilah yang menyeruak dalam helatan Smart Financial Day di Universitas Airlangga, Surabaya. Acara yang menjadi bagian dari rangkaian Top Agent & Distribution Excellence Awards (TADEA) 2026 bentukan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) ini membawa misi penting: menanamkan penegasan soal pentingnya perencanaan keuangan sejak dini bagi mahasiswa melalui tema “Preparing Long-term Assets Now!”.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen AAJI dalam mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) inisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pesan utamanya lugas: membangun masa depan finansial tidak perlu menunggu ijazah digenggam, pekerjaan didapat, atau gaji besar mengalir.
BERITA TERKAIT
Pola Pikir di Atas Kemudahan Teknologi
Ketua Panitia TADEA 2026 Antonius Probosanjoyo menegaskan bahwa ajang ini tak sekadar memberikan apresiasi bagi insan distribusi asuransi jiwa, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui Smart Financial Day, generasi muda diajak membangun fondasi finansial agar lebih siap menghadapi tantangan masa depan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Bidang Literasi dan Perlindungan Konsumen AAJI Wianto Chen menekankan bahwa kemudahan akses layanan keuangan digital saat ini harus diimbangi dengan kedewasaan berpikir. Kemudahan bertransaksi tidak boleh mengikis kemampuan mengontrol diri.
“Saat ini mengeluarkan uang semakin mudah. Cukup beberapa klik, pindaian QR, atau paylater, kita sudah bisa bertransaksi,” tutur Wianto. “Waktu terbaik mulai mempersiapkan masa depan finansial bukan setelah lulus atau memiliki gaji besar. Masa depan finansial kita dimulai dari kebiasaan, pola pikir, dan keputusan yang kita buat hari ini.”
Melalui forum ini, AAJI menekankan tiga pilar utama bagi generasi muda:
- Hasilkan dan Kelola: Membangun kompetensi, jaringan, dan reputasi sembari melatih kedisiplinan mengelola pendapatan.
- Tumbuhkan: Memulai pembentukan aset secara konsisten dengan memanfaatkan waktu sebagai keunggulan utama anak muda.
- Lindungi: Membentengi aset dan tujuan keuangan dari risiko tak terduga melalui perlindungan seperti asuransi jiwa.
Tiga Perspektif Pengelolaan Finansial
Edukasi finansial ini makin bernyawa lewat pemaparan tiga narasumber yang membedah perencanaan keuangan dari kacamata praktis, teknis, hingga adaptasi teknologi secara mendalam.
Dokter sekaligus pengusaha Tirta Mandira Hudhi membuka paparan dengan menyoroti pentingnya membangun financial mindset dan kebiasaan finansial yang sehat sejak dari bangku kuliah. Dalam pandangannya, ketidakpastian dunia kerja dan tren kenaikan harga barang harus diimbangi dengan strategi pengembangan kompetensi diri. Peningkatan kapasitas dan reputasi pribadi menjadi modal utama bagi anak muda untuk membentengi diri serta membuka peluang finansial yang lebih baik di masa depan.
Melengkapi aspek teknis, Atta Alva Wanggai dari AXA Mandiri membagikan panduan praktis pengelolaan arus kas bagi mahasiswa. Atta menekankan pentingnya melatih kebiasaan membedakan kebutuhan dan keinginan serta disiplin mengalokasikan penghasilan untuk membangun aset secara konsisten. Ia secara khusus menggarisbawahi krusialnya penyiapan dana darurat—bahkan bagi mahasiswa yang belum berpenghasilan tetap—agar kebutuhan mendadak tak mengganggu kelangsungan studi.
Sementara itu, Rizki Ramdhani dari Prudential Indonesia menyoroti pentingnya kecerdasan finansial Gen Z di era digital. Rizki membedah peran asuransi sebagai instrumen manajemen risiko dan perlindungan aset, mulai dari manfaat asuransi kesehatan, jiwa, hingga membedakan produk tradisional dan PAYDI (unit link). Untuk memperkuat literasi digital tersebut, ia juga memperkenalkan Levela, sebuah platform edukasi keuangan digital yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan anak muda dalam mengelola risiko keuangan.
Memutus Rantai Sandwich Generation
Penegasan perencanaan dan perlindungan finansial sejak dini ini diharapkan dapat memutus potensi beban sandwich generation di masa depan. Dengan membangun aset dan membentenginya sejak mahasiswa, generasi muda akan memiliki fondasi kuat untuk memenuhi kebutuhan pribadi sekaligus menopang keluarga kelak.
Ketika kerumunan mahasiswa perlahan meninggalkan ruangan, pesan utama acara itu tertinggal jelas: “Menjaga Kepercayaan, Mengukir Makna.” Menata masa depan finansial rupanya tak perlu menunggu nanti—ia dimulai dari keputusan bijak saat jemari berhadapan dengan layar kaca hari ini.

















