• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Senin, September 14, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Asuransi

AAUI Soroti Target OJK dan Tantangan Reasuransi di Tengah Tergerusnya Laba Industri

oleh Sandy Romualdus
4 September 2026 - 19:33
33
Dilihat
AAUI Soroti Target OJK dan Tantangan Reasuransi di Tengah Tergerusnya Laba Industri
0
Bagikan
33
Dilihat

AAUI menyiapkan usulan pembenahan ekosistem ke OJK untuk mengevaluasi target pertumbuhan aset 9% dan RPJMN di tengah penurunan laba industri 32,3% pada Semester I/2026.

Stabilitas.id — Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) tengah menyiapkan usulan dan masukan komprehensif kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait peta jalan industri perasuransian. Langkah ini diambil guna merespons dinamika kinerja Semester I/2026, di mana laba bersih industri terperosok 32,3% (yoy) menjadi Rp5,41 triliun akibat lonjakan klaim serta tantangan struktural yang belum terselesaikan.

  • Baca juga: Indeks Persepsi Risiko Terjaga di Level 57, Perbankan Nasional Waspadai Efek Suku Bunga Global

Ketua Umum AAUI, Budi Herawan, menekankan pentingnya evaluasi target-target jangka panjang agar tetap berbasis pada realitas pasar. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2029, kontribusi sektor asuransi ditargetkan mencapai 10%–11% dari PDB, serta meningkat hingga 20% dari PDB pada Indonesia Emas 2045. Di sisi lain, OJK menargetkan pertumbuhan aset industri sebesar 9% per tahun.

“Kalau kita lihat target RPJMN 2029 itu 10%–11% dari PDB, dan target OJK pertumbuhan aset industri asuransi sampai 9% per tahun, kita harus melihat secara realistis apakah ini bisa tercapai. Basis tahun 2026 ini kita semua mengalami kompresi. Kita sedang menyiapkan usulan masukan ke OJK untuk merumuskan langkah konkret,” ujar Budi di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

BERITA TERKAIT

Indeks Persepsi Risiko Terjaga di Level 57, Perbankan Nasional Waspadai Efek Suku Bunga Global

Sarjito Resmi Dilantik Jadi KE Pengawas BMKS, Bidik Status Price Maker Komoditas Global

Adopsi Kripto RI Tembus Peringkat 7 Global, Tokocrypto Sebut Pasar Domestik Masih Underrated

Lengkapi Ekosistem, Gadai Elektronik Jakarta Resmi Kantongi Izin Nasional

Budi juga menyoroti sejumlah kendala sistemik yang membayangi operasional pelaku usaha, mulai dari keterbatasan kapasitas penyerapan reasuransi di dalam negeri hingga persaingan biaya yang tidak sehat.

“Banyak sekali hal yang harus kita lakukan perbaikan. Belum lagi kondisi kapasitas reasuransi dalam negeri yang memprihatinkan, serta struktur biaya akuisisi atau komisi yang tidak rasional. Secara konsolidasi, ini belum mendapatkan penanganan yang positif,” tambah Budi.

Ringkasan Indikator Keuangan Asuransi Umum Triwulan II/2026

Indikator Keuangan (Rp Miliar)  Q2 2025  Q2 2026  Pertumbuhan (YoY) 
Pendapatan Premi 62.239 61.252 -1,6%
Klaim Bruto 23.934 29.518 +23,3%
Hasil Underwriting 14.076 11.535 -18,1%
Laba Setelah Pajak 7.988 5.410 -32,3%
Nett Loss Ratio 55,9% 62,4% +6,5% pts

Anomali

Dari angka realisasi tersebut, industri asuransi umum Indonesia menghadapi anomali kinerja pada Semester I/2026. Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional yang solid sebesar 5,29% dan ekspansi kredit perbankan hingga 11,51%, laba bersih industri asuransi umum justru terperosok 32,3% (yoy) menjadi Rp5,41 triliun akibat pembengkakan klaim.

Berdasarkan data AAUI, perolehan premi komulatif terkoreksi 1,6% (yoy) menjadi Rp61,25 triliun. Sebaliknya, total klaim bruto melonjak 23,3% (yoy) mencapai Rp29,52 triliun, yang sebagian besar didorong oleh lini asuransi kredit dan properti.

  • Baca juga: Sarjito Resmi Dilantik Jadi KE Pengawas BMKS, Bidik Status Price Maker Komoditas Global

Wakil Ketua AAUI, Heru Supriyadi, menilai kondisi makroekonomi dan sektor perbankan sebenarnya sangat kondusif untuk menopang pertumbuhan bisnis asuransi.

“Secara umum kondisi ekonomi Indonesia termasuk yang bagus atau kondusif untuk pertumbuhan asuransi. Pertumbuhan ekonomi tumbuh 5,29%, kredit perbankan tumbuh 11%, dan DPK tumbuh 13%. Kalau perbankan tumbuh dan penyaluran kredit berjalan, seharusnya mencerimkan potensi pertumbuhan bagi industri asuransi,” ujar Heru.

Salah satu penekan utama kinerja operasional adalah lonjakan klaim asuransi kredit yang mengerek loss ratio lini tersebut hingga 99,6%. Pembengkakan klaim mencapai Rp9,28 triliun atau menyumbang 33,9% dari total klaim industri.

Menanggapi hal ini, Heru mengungkapkan adanya penyesuaian strategi dari sejumlah pelaku industri, khususnya perusahaan asuransi BUMN di bawah naungan Danantara, untuk membatasi risiko pada lini asuransi kredit.

“Ada suatu semangat dari asuransi-asuransi di bawah Danantara untuk mengurangi porsi credit insurance. Dalam istilah yang terbaru adalah ‘pemurnian asuransi umum’, sehingga mengurangi porsi yang berkaitan dengan credit insurance. Ini menjadi salah satu penyumbang signifikan pada penurunan perolehan,” jelas Heru.

Ia menambahkan, risiko asuransi kredit yang ditanggung industri saat ini umumnya mendominasi pinjaman segmen menengah ke bawah (di bawah Rp3 miliar hingga Rp5 miliar), sementara kredit korporasi skala besar ditahan oleh internal perbankan.

Prospek Pemulihan Properti dan Isu Mobil Listrik

Selain kredit, pendapatan premi dari lini asuransi properti terkoreksi 13,6% (yoy) menjadi Rp15,51 triliun, sementara nilai klaimnya membengkak 75,8% (yoy) menjadi Rp5,78 triliun. Menurut Heru, penurunan premi properti dipicu oleh ketidaksesuaian jadwal (mismatch) perpanjangan polis.

“Untuk properti, ada mismatch waktu yang biasanya renewal. Nanti saya yakin di triwulan III sudah recover lagi untuk pasar properti,” tegasnya.

  • Baca juga: Adopsi Kripto RI Tembus Peringkat 7 Global, Tokocrypto Sebut Pasar Domestik Masih Underrated

Di sisi lain, penetrasi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang mencapai pangsa pasar 15,9% turut membuka tantangan baru. AAUI mencatat penutupan risiko untuk mobil listrik masih menunjukkan anomali karena industri masih mengkaji skema tarif premi yang ideal serta pengendalian biaya klaim komponen baterai.***

Tags: AAUIAsuransi UmumBudi Herawanheri supriyadikinerja asuransiKlaim KreditojkReasuransi LokalRPJMN 2029
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Penarikan Dana SAL Ditunda, Dirut BTN Sebut Tekanan Perebutan DPK Mulai Mereda

Selanjutnya

RUPSLB BTN Rombak Lima Kursi Direksi, Nixon Napitupulu Tetap Menjabat Dirut

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Asia Care Survey 2026: Warisan Bukan Lagi Prioritas Tunggal, 40% Aset Disiapkan untuk Anak

Asia Care Survey 2026: Warisan Bukan Lagi Prioritas Tunggal, 40% Aset Disiapkan untuk Anak

oleh Stella Gracia
11 September 2026 - 17:55

Asia Care Survey 2026 dari Manulife menunjukkan masyarakat Indonesia kini mengalokasikan 60% aset untuk persiapan pensiun mandiri guna memutus beban...

Abu Vulkanik Ancam Penerbangan dan Usaha, AAUI Beberkan Cakupan Polis Asuransi Dampak Erupsi

Abu Vulkanik Ancam Penerbangan dan Usaha, AAUI Beberkan Cakupan Polis Asuransi Dampak Erupsi

oleh Stella Gracia
7 September 2026 - 12:33

Menanggapi peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau ke Level III Siaga, AAUI merilis panduan cakupan asuransi umum untuk properti, kendaraan,...

Pangkas Beban Masyarakat, 5 Asuransi dan 7 Jaringan Rumah Sakit Sepakati Kerja Sama KAPJ

Pangkas Beban Masyarakat, 5 Asuransi dan 7 Jaringan Rumah Sakit Sepakati Kerja Sama KAPJ

oleh Sandy Romualdus
3 September 2026 - 20:57

OJK dan Kemenkes membentuk Task Force KAPJ serta memfasilitasi PKS antara 5 perusahaan asuransi dan 7 jaringan rumah sakit untuk...

Sinar Mas Multiartha (SMMA) Resmi Masuk ke Generali Indonesia Syariah

Sinar Mas Multiartha (SMMA) Resmi Masuk ke Generali Indonesia Syariah

oleh Stella Gracia
2 September 2026 - 12:40

PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) resmi melakukan penyertaan modal dan menjadi pemegang saham minoritas pada PT Asuransi Jiwa Generali...

Premi Bisnis Baru Tumbuh 11,5%, Industri Asuransi Jiwa Bayar Manfaat Klaim Rp 75,57 Triliun di Semester I-2026

Premi Bisnis Baru Tumbuh 11,5%, Industri Asuransi Jiwa Bayar Manfaat Klaim Rp 75,57 Triliun di Semester I-2026

oleh Sandy Romualdus
1 September 2026 - 10:15

Industri asuransi jiwa catat pendapatan premi weighted Rp 58,06 triliun dan secara unweighted mencapai Rp 94,75 triliun, Klaim terbayar Rp...

Ilusi Merdeka Finansial: Jebakan Inflasi Medis dan Kerentanan Tabungan Keluarga

Ilusi Merdeka Finansial: Jebakan Inflasi Medis dan Kerentanan Tabungan Keluarga

oleh Sandy Romualdus
29 Agustus 2026 - 23:53

Di tengah usia ke-81 RI, riset Prudential mengungkap hanya 45% warga siap hadapi risiko finansial saat inflasi medis melonjak 17,8%....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Perluas Jangkauan Bisnis, BNI Fasilitasi Solusi Digital di Beyoutiful Symphony Festival 2026

Implementasi Sustainable Finance, Portofolio ESG BRI Tembus Rp842,1 Triliun di Triwulan II 2026

Evaluasi Standar Global, KRQA-SQC Gelar Audit Terintegrasi di PT Trans Yeong Maritime

Kinerja Penjualan Eceran Menguat, BI Prediksi Tekanan Inflasi Melandai di Akhir Tahun

Genjot Penetrasi Merchant di Kota Kembang, Bank BSN Rilis Program Serbu Ekosistem

Lintasarta Rilis Bandwidth on Demand untuk Akselerasi Infrastruktur Digital Perbankan

BRICS Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal, RI Dorong Konektivitas Pembayaran Lintas Negara

Asia Care Survey 2026: Warisan Bukan Lagi Prioritas Tunggal, 40% Aset Disiapkan untuk Anak

Prof. Syafii Antonio Usulkan Alokasi 15% Dana APBN dan BUMN untuk Pacu Bank Syariah

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Perkuat Sinergi dengan Danantara, Kinerja Keuangan BTN Tumbuh Signifikan di Atas Rata-Rata Industri

RUPSLB BTN Rombak Lima Kursi Direksi, Nixon Napitupulu Tetap Menjabat Dirut

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance