• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, September 13, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Leadership

The Power of Listening

oleh Sandy Romualdus
30 Agustus 2025 - 21:59
7
Dilihat
The Power of Listening
0
Bagikan
7
Dilihat

Satu mulut, dua telinga. Simak mengapa kemampuan mendengarkan adalah “master skill” yang wajib dimiliki pemimpin untuk menjaga kepercayaan tim.

Oleh : Heru Kristiyana, Direktur Utama LPPI

  • Baca juga: The Busyness Trap

MENGAPA Tuhan memberikan kepada manusia, satu mulut dan dua telinga? Jawaban yang paling mudah adalah karena Tuhan ingin manusia lebih banyak mendengar ketimbang berbicara. Tetapi jika kita bisa peras lebih dalam, hal itu juga menyiratkan agar kita lebih bijaksana dalam memilih kata-kata dan berhati-hati dalam berbicara. Sekaligus agar kita dapat menyimak suara-suara sekeliling, menyerap informasi lebih banyak, dan berpikir lebih matang.

Banyak orang terpaku pada kemampuan-kemampuan standar yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Di antaranyanya adalah memilki integritas, profesional, kemampuan memahami inti setiap masalah, berani mengambil keputusan dengan risiko yang terukur sekaligus berani mempertanggungjawabkannya. Selain itu ada nilia-nilai tambahan seperti memiliki visi dan intuisi kuat yang didasarkan pengalaman yang luas, mampu berempati dan memiliki kemampuan komunikasi yang mumpuni serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan

BERITA TERKAIT

The Busyness Trap

SESPIBANK® 82 Gandeng EDHEC Business School Paris, LPPI Pertajam Kompetensi Global Bankir Senior Indonesia

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

Future Leader

Akan tetapi, dalam dunia yang penuh dengan perubahan dan tantangan, menjadi pemimpin yang baik berarti membuka telinga dan hati kita untuk memahami perspektif orang lain—baik itu bawahan, kolega, bahkan pesaing.

Mendengarkan bukan hanya tentang menyimak kata-kata, tetapi benar-benar memahami pikiran, perasaan, dan mungkin kekhawatiran yang diucapkan orang-orang di sekitar kita. Ini tentang hadir, berempati, dan berpikiran terbuka. Ini tentang mengakui bahwa kita tidak memiliki semua jawaban dan selalu ada hal baru untuk dipelajari.

Sebagai pemimpin, kita harus memahami bahwa mendengarkan bukanlah tanda kelemahan, melainkan kekuatan. Mendengarkan orang lain memungkinkan kita memperoleh wawasan, perspektif, dan ide berharga yang dapat membantu kita membuat keputusan yang lebih baik dan memajukan perusahaan. Kemampuan mendengarkan juga menunjukkan bahwa kita menghargai dan menghormati pendapat orang lain, dan bahwa kita bersedia merangkul keberagaman dan kolaborasi.

Sepanjang pengalaman saya, kemampuan mendengarkan menjadi nilai yang tidak boleh dinafikan begitu saja, jika tidak mau dianggap sebagai salah satu yang terpenting. Menjadi pemimpin yang adaptif dan berhasil tidak hanya memimpin dengan memberi contoh, tetapi juga secara aktif mencari umpan balik dan masukan dari orang lain. Dengan mendengarkan karyawan, kolega, dan bahkan pesaing, kita dapat lebih memahami tantangan dan peluang yang ada di depan. Pemahaman yang komprehensif tentang situasi ini memungkinkan kita untuk membuat keputusan yang tepat dengan risiko yang terukur, dan pada akhirnya bertanggung jawab atas hasilnya.

  • Baca juga: SESPIBANK® 82 Gandeng EDHEC Business School Paris, LPPI Pertajam Kompetensi Global Bankir Senior Indonesia

Memiliki intuisi berdasarkan pengalaman memang penting, tetapi sama pentingnya untuk memvalidasi asumsi dan firasat kita dengan mendengarkan orang lain. Dengan mendengarkan, kita dapat memvalidasi ide-ide kita, menantang asumsi kita, dan pada akhirnya membuat keputusan yang lebih baik untuk kepentingan organisasi kita.

Sejarah dipenuhi dengan contoh-contoh pemimpin yang jatuh dari kejayaan karena mereka percaya bahwa mereka tahu segalanya dan menolak untuk mendengarkan suara-suara di sekitar mereka. Bahkan di zaman sekarang ini, kemampuan mendengar dan berempati tidak pernah kehilangan relevansi. Contoh nyata bisa kita saksikan beberapa waktu lalu, ketika seorang pemimpin daerah yang tidak mau mendengarkan suara dari rakyatnya pada akhirnya mendapat penolakan masif dari rakyatnya sendiri.

Tepat kiranya yang ditulis oleh Robin Sharma, seorang pakar dan penulis buku kepemimpinan global, bahwa “kehebatan seorang pemimpin terletak pada kemampuannya untuk mendengarkan.” Mendengarkan dengan penuh perhatian, tidak hanya kunci dari pemahaman yang lebih dalam, tetapi juga jalan menuju inovasi. Oleh karena itu dia menekankan pentingnya mendengarkan sebagai seni yang membuat individu lain merasa dihargai. Kurangnya kemampuan mendengarkan di tempat kerja, menyebabkan karyawan meninggalkan organisasi.

Robin S. Sharma dalam bukunya Be Extraordinary: The Greatness Guide Book Two: 101 More Insights to Get You to World Class: “Listening is a master skill for personal and professional excellence. Leaders listen.”

Sebagai seorang pemimpin, kita harus membuang jauh-jauh pikiran bahwa kita tahu segalanya dan  menutup mata terhadap keterbatasan dan kelemahan kita sendiri. Seorang pemimpin yang gagal dalam mendengarkan suara dan masukan-masukan dari sekelilingnya berpotensi untuk menciptakan ketidakpuasan.

Saya ingin mengajak Anda untuk menengok sejenak pada peristiwa terbaru yang terjadi di sebuah daerah di Jawa Tengah, yang banyak menarik perhatian masyarakat beberapa waktu lalu. Ketika masyarakat melontarkan keresahan dan tuntutan untuk perbaikan, pemimpin setempat malah tampak menutup telinga dan mempertahankan posisinya.

  • Baca juga: Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

Ketika kita merasa bahwa kita adalah “benar” dan bersikukuh pada pendapat kita tanpa bersedia membuka ruang untuk dialog, kita tidak hanya menghancurkan jembatan komunikasi, tetapi juga memecah kepercayaan yang harusnya ada dalam setiap hubungan. Alhasil, pemimpin tersebut kini menghadapi ketegangan dan perpecahan yang seharusnya bisa dihindari.

Melalui contoh tersebut, jelas bahwa menutup telinga bukan hanya menghalangi arus informasi, tetapi juga menutup peluang untuk inovasi, perubahan, dan perbaikan. Oleh karena itu, marilah kita tekankan nilai mendengarkan dalam perjalanan kita sebagai pemimpin. Jadikan ini sebagai kekuatan kita, bukan hanya dalam mengelola tim, tetapi juga dalam memengaruhi dunia di sekitar kita.***

Tags: Direktur Utama LPPIHeru Kristiyanakolom leadershipThe Power of Listening
 
 
 
 
 
Sebelumnya

BAZNAS Awards 2025 Beri Penghargaan kepada 906 Penggerak Zakat

Selanjutnya

Diberdayakan BRI, Usaha Pecel Ini Naik Kelas Jadi Kuliner Favorit Kota Batu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

The Busyness Trap

The Busyness Trap

oleh Sandy Romualdus
21 Juli 2026 - 13:22

Kali ini Heru Kristiyana mengulas fenomena The Busyness Trap dalam kepemimpinan korporasi modern. Simak pentingnya deep work dan kejernihan berpikir...

Future Leader

Future Leader

oleh Sandy Romualdus
10 Maret 2026 - 23:14

Spesialis vs Generalis? Simak ulasan kriteria future leader yang memadukan kedalaman kompetensi dan keluasan visi demi menavigasi ketidakpastian. Oleh : Heru...

Speak With Candor

Speak With Candor

oleh Sandy Romualdus
10 Januari 2026 - 23:03

Jujur, empati, dan jelas. Intip pentingnya "speak with candor" dalam leadership saat menghadapi situasi krisis agar tidak menciptakan ketidakpastian. Oleh...

Leader yang Berpegang Teguh Pada True North

Leader yang Berpegang Teguh Pada True North

oleh Sandy Romualdus
10 November 2025 - 22:52

Menghadapi ketidakpastian, leadership sejati tidak ditentukan oleh opini publik. Temukan pentingnya true north dalam memandu organisasi melompati krisis. Oleh :...

Maverick Leader

Maverick Leader

oleh Sandy Romualdus
10 Oktober 2025 - 22:08

Masalah hari ini tidak bisa diselesaikan dengan logika kemarin. Simak pentingnya Maverick Leader dalam leadership modern untuk memecah kebuntuan bisnis....

Inovasi dan Keberanian Eksekusi

Inovasi dan Keberanian Eksekusi

oleh Sandy Romualdus
1 Juli 2025 - 21:48

Ide hebat bukan jaminan sukses bisnis. Intip ulasan pentingnya eksekusi tepat waktu dan kolaborasi tim sebagai kunci utama leadership yang...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Sejarah, Bale Syariah BSN Jadi Mobile Banking Pertama Bisa Top Up KMT Commuter Line

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Implementasi Sustainable Finance, Portofolio ESG BRI Tembus Rp842,1 Triliun di Triwulan II 2026

Evaluasi Standar Global, KRQA-SQC Gelar Audit Terintegrasi di PT Trans Yeong Maritime

Kinerja Penjualan Eceran Menguat, BI Prediksi Tekanan Inflasi Melandai di Akhir Tahun

Genjot Penetrasi Merchant di Kota Kembang, Bank BSN Rilis Program Serbu Ekosistem

Lintasarta Rilis Bandwidth on Demand untuk Akselerasi Infrastruktur Digital Perbankan

BRICS Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal, RI Dorong Konektivitas Pembayaran Lintas Negara

Asia Care Survey 2026: Warisan Bukan Lagi Prioritas Tunggal, 40% Aset Disiapkan untuk Anak

Prof. Syafii Antonio Usulkan Alokasi 15% Dana APBN dan BUMN untuk Pacu Bank Syariah

Disiplin Fiskal Topang Optimisme, Pasar Saham dan Obligasi RI Catat Kinerja Gemilang di Agustus 2026

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Diberdayakan BRI, Usaha Pecel Ini Naik Kelas Jadi Kuliner Favorit Kota Batu

Diberdayakan BRI, Usaha Pecel Ini Naik Kelas Jadi Kuliner Favorit Kota Batu

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance