• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Selasa, September 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

BGN Hapus Insentif Tetap Rp6 Juta per Hari, Skema Operasional Dapur MBG Diubah

oleh Stella Gracia
17 Juni 2026 - 17:16
117
Dilihat
Pemerintah Pangkas Hari Makan Bergizi Gratis, Potensi Hemat Anggaran Capai Rp50 Triliun
0
Bagikan
117
Dilihat

Stabilitas.id – Badan Gizi Nasional (BGN) langsung tancap gas melakukan perombakan fundamental dalam tata kelola operasional program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah penataan ulang (refocusing) ini diambil demi mengikis potensi pemborosan anggaran negara sekaligus memperkuat transparansi internal institusi.

Gebrakan anyar ini terungkap dalam rapat kerja tertutup antara jajaran pimpinan baru BGN bersama DPR RI guna membahas pagu indikatif tahun anggaran 2027. Di bawah komando Kepala BGN Nanik S. Deyang beserta dua Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono, lembaga ini mulai menyisir pos-pos pengeluaran yang dinilai tidak efisien.

  • Baca juga: Refocusing Anggaran Rp268 Triliun, Pemerintah Tata Ulang Program Makan Bergizi Gratis

Salah satu kebijakan yang resmi dirombak adalah skema pemberian insentif tetap (fixed incentive) sebesar Rp6 juta per hari bagi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ke depan, nilai insentif tersebut tidak lagi disamaratakan, melainkan dikalkulasi secara proporsional.

BERITA TERKAIT

Refocusing Anggaran Rp268 Triliun, Pemerintah Tata Ulang Program Makan Bergizi Gratis

“Setelah data penerima manfaat itu fix, kami harapkan nanti insentifnya enggak fixed Rp6 juta semua. Dulu, mau penerima manfaatnya 1.500 atau cuma 500 orang, insentif dapur tetap Rp6 juta. Sekarang kalau kita sudah mengetahui berapa riil penerima manfaatnya, jumlah insentif akan disesuaikan,” tegas Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Rabu (17/6/2026).

Pegawai BGN Dilarang Keras Memiliki Dapur SPPG

Selain memperketat ikat pinggang dari sisi anggaran, BGN menerbitkan regulasi etik yang ketat guna memitigasi risiko hukum. Berkaca dari evaluasi kasus hukum yang menjerat pucuk pimpinan terdahulu, BGN kini melarang keras seluruh pegawainya untuk memiliki atau terafiliasi dengan dapur SPPG yang mengelola program MBG.

  • Baca juga: Kompak Kerek Harga, BBM Non-Subsidi Pertamina dan Swasta Kompak Tembus Rekor Baru

Langkah preventif ini diambil guna mengunci potensi benturan kepentingan (conflict of interest) di lingkungan internal selaku regulator dan pengambil kebijakan eksekusi logistik pangan.

“Pegawai BGN sebagai orang yang mengambil keputusan dan kebijakan itu yang tidak boleh punya SPPG. Fokus utama kami dalam program MBG adalah kesejahteraan penerima manfaatnya, bukan keuntungan komersial SPPG semata,” lanjut Arumsari.

Kejar Efisiensi Tambahan Bersama Kemenkeu

Arumsari menguraikan, berdasarkan surat keputusan bersama dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian PPN/Bappenas, BGN mengantongi pagu indikatif jumbo senilai Rp270,2 triliun untuk mengawal pemenuhan gizi 81,5 juta jiwa pada tahun 2027.

Kendati pagu tersebut sudah diproyeksikan, BGN memastikan angka tersebut belum final karena masih terus diuji silang (exercise) berdasarkan realisasi penyerapan sepanjang sisa tahun berjalan 2026.

  • Baca juga: Rapor APBN Agustus 2026: Keseimbangan Primer Surplus Rp154 Triliun di Tengah Defisit Fiskal

BGN juga intensif berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk memetakan klaster wilayah yang paling membutuhkan intervensi gizi akut. Melalui penyaringan data yang lebih presisi, BGN optimistis mampu mencetak efisiensi anggaran tambahan sebelum dokumen anggaran disepakati final bersama Kemenkeu. ***

Tags: Anggaran Pendidikan dan KesehatanInsentif Dapur SPPG MBGKepala BGN Nanik S DeyangKonflik Kepentingan Pegawai BGNPagu Indikatif Badan Gizi Nasional 2027Reformasi Program Makan Bergizi GratisWakil Kepala BGN Agustina Arumsari
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Bidik Dana Rp8.950 Triliun, DEN Siapkan Karpet Merah Family Office di Bali

Selanjutnya

Kredit Sentuh Rp969 Triliun, BCA Sukses Pacu Dana Murah Giro Melesat 16,78 Persen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Wujud Kepedulian Sosial, Patra Logistik Salurkan Bantuan ‘Pertamina Berkah’ di 9 Wilayah

Kompak Kerek Harga, BBM Non-Subsidi Pertamina dan Swasta Kompak Tembus Rekor Baru

oleh Stella Gracia
21 September 2026 - 09:50

Pertamina, Shell, dan BP-AKR kompak menaikkan harga BBM non-subsidi per September 2026, sementara harga Pertamax, Pertalite, dan Revvo 92 terpantau...

Konsisten Terapkan ESG, SIG Jaga Profitabilitas Lewat Praktik Tata Kelola Standar ACGS

Konsisten Terapkan ESG, SIG Jaga Profitabilitas Lewat Praktik Tata Kelola Standar ACGS

oleh Stella Gracia
21 September 2026 - 09:49

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berhasil meraih penghargaan Katadata ESG Insight Award 2026 berkat komitmen kuat dalam penerapan tata...

Taktik Usia Emas Polytron: Dominasi Pasar B2B Lewat Pembuktian Ketangguhan Ekosistem Motor Listrik

Taktik Usia Emas Polytron: Dominasi Pasar B2B Lewat Pembuktian Ketangguhan Ekosistem Motor Listrik

oleh Sandy Romualdus
20 September 2026 - 19:09

Memasuki usia ke-51, Polytron makin agresif menguasai pasar B2B lewat penambahan suplai motor listrik tangguh bersertifikasi IP67 bagi operasional Rentokil...

Kikis Inefisiensi, Kemenkeu Selamatkan Anggaran Rp170 Triliun Tanpa Ganggu Birokrasi

Rapor APBN Agustus 2026: Keseimbangan Primer Surplus Rp154 Triliun di Tengah Defisit Fiskal

oleh Stella Gracia
18 September 2026 - 18:18

Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan defisit APBN hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93% dari PDB, diimbangi surplus...

Realisasi Pembiayaan APBN Januari Capai Rp105 Triliun, Fokus Perkuat Cadangan Pangan

Bayang-bayang The Fed: Pemerintah Akui Suku Bunga AS Bakal Picu Repricing Surat Utang Negara

oleh Stella Gracia
18 September 2026 - 17:55

Pemerintah mengantisipasi terjadinya repricing pada instrumen Surat Utang Negara (SUN) sebagai imbas dari kenaikan suku bunga The Fed ke level...

Dunia Masih Tertekan, BI Ungkap 3 Tantangan Besar yang Menghadang Ekonomi RI

Babak Akhir Krisis 1998: Surplus BI Rp55 Triliun Bawa Pemerintah Lunasi Utang BLBI

oleh Stella Gracia
18 September 2026 - 17:51

Pemerintah resmi melunasi seluruh kewajiban surat utang BLBI peninggalan krisis 1997-1998 pada Agustus 2026 berkat setoran surplus Bank Indonesia sebesar...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Aturan Main Demutualisasi Terbit, OJK Larang Keras Kepemilikan Mayoritas Saham BEI

Aturan Main POJK Segera Terbit, Kepemilikan Saham Mayoritas BEI Wajib Lewati Skrining Ketat OJK

IHSG Sesi I Tertekan ke Level 6.439, Aksi Jual Asing dan Sentimen Suku Bunga Jadi Pemicu

Tantangan Ganda Himbara: OJK Soroti Transmisi Bunga Kredit dan Risiko Pembiayaan Megaproyek Pemerintah

Kompak Kerek Harga, BBM Non-Subsidi Pertamina dan Swasta Kompak Tembus Rekor Baru

Konsisten Terapkan ESG, SIG Jaga Profitabilitas Lewat Praktik Tata Kelola Standar ACGS

Kinerja Semester I 2026 Mengkilap, KB Bank Catat Pertumbuhan Aset Menjadi Rp86,11 Triliun

Krisis Modal dan Likuiditas Tak Tertolong, OJK Resmi Cabut Izin Usaha BPR Pasarraya Kuta Bali

Transaksi QRIS Tembus Rp600 Triliun, BI Soroti Kesenjangan Literasi dan Darurat Anti-Scam

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
GCG Perbankan dalam Ancaman

Kredit Sentuh Rp969 Triliun, BCA Sukses Pacu Dana Murah Giro Melesat 16,78 Persen

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance